DPRD Seruyan
Sumur Warga Mengering, DPRD Seruyan Desak Perusahaan Salurkan CSR Air Bersih

KUALA PEMBUANG – Krisis air bersih akibat kemarau panjang mulai membebani masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Seruyan.
Sejumlah sumur warga mengering, sehingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi, semakin sulit.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Seruyan dari Fraksi Golkar, Stefani Berliana Magladena. Ia meminta pemerintah dan pihak swasta ikut mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Stefani mengatakan, persoalan kekurangan air bersih menjadi salah satu keluhan warga di wilayah Dapil III, terutama di Kecamatan Seruyan Tengah.
Kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan sumber air dari sumur warga berkurang, bahkan tidak lagi dapat dimanfaatkan.
“Ya, untuk sementara ini karena memang kemarau, kesulitannya di Dapil III itu memang air bersih,” ujar Stefani, Rabu (7/10).
Ia menjelaskan, masyarakat di kawasan Rantau Pulut harus mencari cara agar kebutuhan air tetap terpenuhi.
Sebagian warga terpaksa menggunakan alat penyedot air atau alkon untuk mengambil dan menyalurkan air dari sumber yang masih tersedia.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kemarau tidak hanya dirasakan melalui meningkatnya suhu udara, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Ketersediaan air bersih menjadi semakin penting untuk menunjang aktivitas rumah tangga sekaligus menjaga kesehatan warga.
“Rata-rata sumur banyak yang kering. Kalau ingin mengambil air, khususnya masyarakat di Seruyan Tengah, terutama Rantau Pulut, setahu saya menggunakan penyedot atau alkon untuk mengambil air, kemudian didistribusikan,” jelasnya.
Selain persoalan air bersih, Stefani turut menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai ialah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di tengah paparan asap dan kualitas udara yang menurun.
Meski kondisi asap di wilayah Dapil III belum terlalu pekat, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
Anak-anak sekolah, tenaga pendidik, serta kelompok rentan lainnya dinilai membutuhkan perhatian agar tidak mudah mengalami gangguan kesehatan.
Ia berharap musim kemarau segera berakhir sehingga sumber air warga kembali terisi dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
“Mudah-mudahan kemarau ini cepat berakhir, supaya air kembali tersedia di sumur-sumur warga. Jadi, masyarakat bisa memasak dan mandi dengan aman.
Belum lagi sekarang ada karhutla, sehingga beberapa warga juga mengalami ISPA,” ungkapnya.
Untuk meringankan beban masyarakat, Stefani mendorong perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak agar berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, dukungan perusahaan dapat diwujudkan melalui pendistribusian air bersih, khususnya ke desa-desa yang berada dalam wilayah binaan masing-masing perusahaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga melewati masa sulit akibat kekeringan.
Tak hanya air bersih, perusahaan juga diharapkan memberikan bantuan pendukung kesehatan, seperti masker dan vitamin.
Bantuan itu terutama diperlukan bagi anak-anak sekolah dan para guru yang beraktivitas di wilayah terdampak karhutla.
“Semoga perusahaan memiliki inisiatif untuk mendistribusikan air bersih, paling tidak ke wilayah desa binaannya melalui program CSR. Kemudian, perusahaan juga bisa menyalurkan masker, vitamin, dan bantuan lainnya bagi anak-anak sekolah maupun guru-guru yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya.
Stefani berharap keterlibatan seluruh pihak dapat mempercepat penanganan dampak kemarau dan karhutla di Seruyan.
Dengan dukungan pemerintah, perusahaan, serta kepedulian bersama, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal.(mc/adakalteng)
DPRD Seruyan
34 Pompa Air Disalurkan, DPRD Seruyan Minta Pengawasan Diperketat

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai memperkuat dukungan terhadap petani dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Sebanyak 34 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa air disalurkan kepada Brigade Pangan dan kelompok tani di wilayah setempat.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Seruyan Hilir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, terutama di tengah kondisi kemarau yang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman.
Dari total bantuan, sebanyak 12 unit pompa berukuran 4 inci diberikan kepada lima Brigade Pangan. Sementara 22 unit pompa berkapasitas 6 inci disalurkan kepada 22 kelompok tani.
Program tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian, sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan dan produksi pangan.
Namun, dukungan peralatan tersebut mendapat perhatian dari DPRD Seruyan. Ketua Komisi A DPRD Seruyan, Bejo Riyanto, S.E., M.A.P. menilai bantuan pompa air harus dibarengi dengan pengawasan dan evaluasi secara berkala.
Menurutnya, keberadaan bantuan tidak cukup hanya sebatas diserahkan, tetapi harus dipastikan benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi petani.
“Yang jadi persoalan itu harus diawasi benar-benar, bermanfaat tidak? Benar-benar sudah dijalankan tidak? Sampai saat ini masih banyak keluhan masyarakat petani kekurangan air, berarti pompa-pompa itu belum maksimal,” ujar Bejo, Sabtu (3/10/2026).
Ia meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada pendistribusian alsintan, tetapi juga memastikan seluruh pompa yang telah diberikan dapat beroperasi optimal dan ditempatkan sesuai kebutuhan.
Menurut Bejo, pemetaan wilayah pertanian perlu dilakukan secara lebih akurat. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat menyasar kawasan yang benar-benar mengalami persoalan ketersediaan air, sekaligus menghindari adanya bantuan yang tidak termanfaatkan secara maksimal.
Selain solusi jangka pendek melalui pompa air, Bejo mendorong Pemkab Seruyan mulai menyiapkan langkah permanen untuk menghadapi persoalan kekeringan.
Salah satunya dengan memperbanyak pembangunan embung di kawasan pertanian yang rawan kekurangan air.
“Jangan hanya pompa saja, kalau pompa khawatirnya nanti bermasalah atau macet. Kalau embung, harapannya selain berfungsi menampung air, juga bisa dipakai jangka panjang untuk menghadapi kemarau,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ketersediaan air sebagai bagian dari perencanaan pembangunan pertanian jangka panjang.
Dengan kombinasi infrastruktur penampungan air dan dukungan alsintan, ketahanan petani menghadapi musim kemarau diharapkan semakin kuat.(mc/adakalteng)
DPRD Seruyan
DPRD Seruyan Minta Pemda Perkuat Dukungan untuk Petani

KUALA PEMBUANG – DPRD Kabupaten Seruyan mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, mengatakan pemerintah daerah perlu memastikan berbagai kebutuhan petani mendapat perhatian, terutama yang berkaitan dengan sarana produksi dan kemudahan dalam pengelolaan lahan.
Menurutnya, ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu faktor yang dapat membantu petani bekerja lebih efektif.
Bantuan peralatan yang sesuai kebutuhan di lapangan diharapkan mampu mengurangi beban kerja sekaligus mempercepat proses pengolahan lahan dan produksi.
“Dukungan kepada petani, terutama alat pertanian, sangat dibutuhkan agar pekerjaan mereka lebih mudah dan hasilnya semakin optimal,” kata Zuli Eko kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya melalui bantuan sarana dan prasarana.
Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan pembinaan serta pendampingan secara berkelanjutan agar petani mampu mengembangkan teknik budidaya yang lebih efektif.
Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian bersama para penyuluh pertanian lapangan (PPL) lebih aktif mendampingi petani.
Pendampingan dinilai penting untuk memastikan bantuan maupun program pertanian benar-benar memberikan manfaat dan dapat diterapkan secara optimal.
“Kami mendorong agar pendampingan kepada petani terus ditingkatkan. Dengan begitu, produktivitas pertanian dapat semakin baik dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
DPRD Seruyan
Warga Pelosok Kesulitan Akses, DPRD Usul Cetak KTP di Kecamatan

KUALA PEMBUANG – DPRD Kabupaten Seruyan mendorong Pemerintah Kabupaten Seruyan memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kecamatan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah menyediakan layanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di kantor kecamatan.
Anggota DPRD Seruyan, Subani, mengatakan usulan tersebut diperlukan untuk memangkas jarak pelayanan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok, khususnya kawasan hulu serta masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II dan Dapil III.
Selama ini, warga yang membutuhkan pencetakan KTP elektronik harus mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Kuala Pembuang.
Kondisi geografis Seruyan yang memiliki wilayah cukup luas membuat perjalanan menuju ibu kota kabupaten tidak selalu mudah bagi masyarakat di daerah.
“Kalau pelayanan pencetakan KTP bisa dilakukan di kecamatan, tentu masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan yang sangat jauh hanya untuk mencetak dokumen kependudukan.
Ini akan jauh lebih memudahkan warga, terutama yang berada di wilayah Dapil II dan Dapil III,” kata Subani, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, persoalan akses tidak hanya berkaitan dengan waktu tempuh. Masyarakat dari wilayah yang jauh juga harus menyiapkan biaya transportasi setiap kali membutuhkan layanan administrasi kependudukan.
Karena itu, keberadaan titik pelayanan di kecamatan dinilai dapat menjadi solusi untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Kecamatan dapat difungsikan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan, sehingga warga tidak selalu harus datang ke Kuala Pembuang untuk mendapatkan dokumen kependudukan.
Subani berharap pemerintah daerah dapat mengkaji dan menindaklanjuti usulan tersebut melalui perangkat daerah yang menangani administrasi kependudukan.
Menurutnya, perlu ada pembahasan lebih lanjut mengenai kesiapan sarana, sumber daya manusia serta mekanisme pelayanan sebelum diterapkan.
Ia menegaskan, pemerataan pelayanan publik harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, katanya, tetap berhak memperoleh kemudahan pelayanan yang sama dengan warga di wilayah perkotaan.
“Hal ini juga sudah kami tekankan dalam pembahasan, supaya ke depan pencetakan KTP dapat dilakukan di masing-masing kecamatan,” tegasnya.
Subani menilai, jika nantinya layanan pencetakan KTP elektronik dapat direalisasikan di kecamatan, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat.
Selain memangkas waktu perjalanan, kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi biaya yang harus dikeluarkan warga untuk mengurus dokumen kependudukan.
DPRD Seruyan berharap usulan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan Pemkab Seruyan dalam meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pelayanan administrasi kependudukan di seluruh wilayah.
Dengan pelayanan yang semakin dekat, masyarakat di wilayah hulu maupun kecamatan yang berjarak jauh dari Kuala Pembuang diharapkan tidak lagi menghadapi kendala besar hanya untuk memperoleh dokumen kependudukan yang menjadi kebutuhan dasar dalam berbagai keperluan administrasi.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur9 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
