Connect with us

Pendidikan

Genjot PAUD Inklusi: Akses Pendidikan Disabilitas Diperluas ke Seluruh Satuan PAUD di Kotim

Published

on

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pendidikan menargetkan terbentuknya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusi di seluruh satuan pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak penyandang disabilitas.Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Kotim, Legendarian Okta Bellany Nusaku menegaskan pentingnya keseragaman pemahaman di kalangan pendidik terkait penanganan anak berkebutuhan khusus. Kesamaan persepsi tersebut diyakini akan memperkuat mutu layanan yang diberikan di setiap lembaga.“Tujuan utamanya adalah memastikan setiap satuan PAUD tahu persis langkah-langkah penting dalam menangani anak penyandang disabilitas, sehingga layanan yang diberikan benar-benar tepat dan layak,” ujarnya, Selasa, (24/6/2025)Menurutnya, peningkatan kapasitas pendidik menjadi kunci. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, tenaga pendidik dapat memberikan pendampingan yang optimal, manusiawi, dan bermartabat kepada anak berkebutuhan khusus.Ia berharap, ke depan seluruh PAUD di Kotim menjadi lingkungan belajar yang ramah, terbuka, dan adaptif terhadap keberagaman kemampuan peserta didik, sehingga cita-cita pendidikan yang setara dan inklusif dapat terwujud.(a1)

Pendidikan

Disdik Kotim: Tekankan Guru Adaptasi Pengajaran di Era AI

Published

on

Sampit – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, mengingatkan para guru agar memahami karakter generasi masa kini yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Menurutnya, guru tidak lagi bisa mengajar dengan pola lama karena peserta didik saat ini merupakan bagian dari generasi Z dan Alfa yang tumbuh di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Generasi yang bapak ibu ajarkan sekarang bukan generasi main-main. Mereka lahir di zaman digital. Kalau dulu kita belajar harus bawa tas besar dan mencatat, sekarang anak-anak bisa langsung bertanya ke AI, ke ‘Mbah Google’.

Jadi pendekatan kita juga harus berubah,” ujar Irfansyah, Kamis, 6 November 2025.Ia menyebutkan, tantangan guru di abad ke-21 semakin kompleks.

Jika tidak mampu menyesuaikan cara mengajar, maka siswa akan mudah bosan.“Anak-anak sekarang terbiasa dengan gawai. Kalau dalam lima detik pertama pembelajaran tidak menarik, mereka langsung ‘scroll’.

Itulah tantangan kita,” ucapnya.Irfansyah mendorong guru agar menciptakan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan kontekstual dengan dunia digital.

Menurutnya, guru harus menjadi fasilitator yang memotivasi dan menginspirasi, bukan hanya penyampai materi.“Kita tidak bisa melarang anak bermain HP, karena sekarang itu sudah kebutuhan.

Tantangannya adalah bagaimana HP bisa menjadi sarana belajar yang efektif,” jelasnya.Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam MGMP dan KKG sebagai sarana guru berbagi pengalaman dan praktik baik.

“MGMP bukan tempat adu pendapat atau adu unjuk kebolehan, tapi wadah untuk mencari solusi bersama menghadapi tantangan pendidikan,” tambahnya. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Pendidikan

Dinas Pendidikan Kotim Dapat Penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalteng

Published

on

Sampit – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan.

Instansi ini menerima penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah atas keberhasilan menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 secara lancar, tertib, dan sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Kemendikbudristek.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Disdik Kotim dalam menjaga proses seleksi agar transparan, adil, dan berintegritas, sekaligus memastikan setiap sekolah melaksanakan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam suksesnya pelaksanaan SPMB tahun ini.

“Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB di Kotim berjalan dengan baik. Semua tahapan mengikuti juknis dari Kemendikbudristek, dan hal ini mendapat apresiasi dari BPMP Provinsi Kalteng,” ujar Irfansyah, Kamis, 23 Oktober 2025.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi yang solid antara sekolah, panitia seleksi, dan dukungan masyarakat. Sejak awal, Disdik menekankan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam penerimaan siswa baru agar semua anak memperoleh kesempatan yang sama untuk bersekolah.

“Seluruh sekolah kami minta benar-benar mematuhi aturan, baik dalam jalur zonasi, afirmasi, maupun prestasi. Tujuan kami sederhana, tidak ada anak yang merasa terabaikan dalam proses seleksi,” jelasnya.

Irfansyah menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh satuan pendidikan di Kotim untuk terus memperbaiki sistem tata kelola dan layanan pendidikan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Ke depan, pelaksanaan SPMB di Kotim harus lebih baik lagi, dengan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dalam dunia pendidikan di Kotim masih sangat kuat.

“Semua pihak berperan, mulai dari kepala sekolah, guru, panitia, hingga masyarakat. Tanpa kebersamaan itu, hasilnya tentu tidak akan sebaik ini,” pungkas Irfansyah. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Pendidikan

Prestasi ! Dua Pelajar Kotim Go Ajang Penelitian Internasional di Malaysia

Published

on

SAMPIT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua siswi, Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hyzkia, berhasil lolos untuk mewakili Indonesia dalam ajang penelitian tingkat internasional yang digelar di Cyberjaya, Malaysia.Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menyebut keberangkatan kedua pelajar tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga bukti nyata bahwa pelajar Kotim mampu bersaing di level global.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan daerah, tapi juga nama Indonesia. Kami akan memberikan dukungan penuh agar bisa tampil maksimal di ajang bergengsi ini,” ujar Irfansyah, Selasa (16/9/2025).

Meski begitu, Irfansyah mengakui masih banyak keterbatasan yang dihadapi siswa di daerah, terutama fasilitas penelitian. Minimnya laboratorium dan sulitnya memperoleh bahan penelitian kerap menjadi tantangan besar jika dibandingkan dengan pelajar di kota-kota besar.“Kalau di kota besar mereka punya laboratorium lengkap dan pendamping ahli.

Sementara di sini, mencari bahan kimia sederhana saja sulit. Itu yang sering jadi kendala,” jelasnya.Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pelajar Kotim. Sebelumnya, siswa SMA Negeri 2 Sampit juga sukses menembus ajang internasional di India dengan penelitian inovatif terkait pewarna makanan dari tanaman lokal.“Itu bukti bahwa kreativitas bisa menembus batas. Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.

Kami berharap semakin banyak peneliti belia lahir dari Kotim,” tambahnya.Irfansyah menekankan, peran guru pembimbing dan dukungan sekolah sangat penting dalam mengarahkan siswa agar mampu melahirkan karya inovatif.“Tanpa bimbingan guru, anak-anak akan kesulitan mengembangkan bakatnya.

Kolaborasi antara siswa, sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat menentukan keberhasilan mereka,” ucapnya.Ke depan, Disdik Kotim berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan ide penelitian. Tujuannya, melahirkan lebih banyak peneliti muda yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. (c1)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id