Pemerintahan
Karhutla Kalteng Tembus 19.992 Titik Api, Gubernur Minta Tambahan 7 Helikopter ke Presiden Prabowo
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2026 kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (23/8/2026).
Laporan tersebut memuat kondisi terkini Karhutla, kesiapan personel dan peralatan, operasi pemadaman darat maupun udara, hingga kebutuhan dukungan pemerintah pusat menghadapi puncak musim kemarau.
Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Kalteng per 21 Agustus 2026, tercatat 19.992 titik hotspot dengan 1.639 kejadian kebakaran.
Tim gabungan telah menangani kebakaran di lahan seluas 4.499,21 hektare. Sementara analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS Kementerian Kehutanan memperkirakan total luasan terbakar mencapai 7.634,46 hektare.
Lonjakan paling tajam terjadi sepanjang Agustus. Dalam 18 hari pertama bulan tersebut, tercatat 14.659 hotspot, 798 kejadian Karhutla, serta 2.824,42 hektare lahan terbakar.
Angka tersebut bahkan telah melampaui akumulasi kejadian sepanjang Januari hingga Juli 2026.Kondisi ini turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah.
Data ISPU Net Kementerian Lingkungan Hidup per 22 Agustus pukul 07.00 WIB menunjukkan tiga wilayah, yakni Kasongan, Kuala Kurun, dan Buntok, berada pada kategori sangat tidak sehat. Sementara Palangka Raya, Sampit, dan Puruk Cahu berada dalam kategori tidak sehat.
Gubernur menyebut pemerintah daerah telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi tersebut. Status Siaga Darurat Bencana Karhutla ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026 dan berlaku hingga 31 Oktober 2026.
Sejumlah kabupaten/kota juga telah meningkatkan status penanganan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Sebanyak 10.700 personel dikerahkan untuk memperkuat operasi di lapangan. Mereka berasal dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, DLH, Manggala Agni, Damkar, KPH serta unsur relawan seperti MPA, TSAK, Balakar dan Redkar.
Penanganan juga diperkuat melalui operasi udara. BNPB mendukung dengan satu pesawat Cessna Hybrid untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), satu helikopter patroli dan empat helikopter water bombing.
Operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan dalam tiga periode.Namun, sejumlah kendala masih menjadi perhatian, terutama keterbatasan sarana pemadaman, akses menuju titik api yang sulit, minimnya sumber air serta kebutuhan dukungan operasional di lapangan.
Karena itu, Pemprov Kalteng mengusulkan penambahan hingga tujuh helikopter water bombing yang akan ditempatkan di Sampit dan Pangkalan Bun.
Penambahan tersebut diharapkan mempercepat respons pemadaman, khususnya di wilayah barat Kalteng.
Selain armada udara, pemerintah juga membutuhkan tambahan kendaraan pemadam, pompa portabel, selang, nozzle, tangki air dan perangkat komunikasi untuk memperkuat operasi gabungan TNI, Polri, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Pemprov Kalteng juga mengharapkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB serta pembangunan sumur bor dan embung di kawasan rawan kebakaran.
Infrastruktur sumber air dinilai penting untuk mempercepat pemadaman ketika akses menuju sumber air alami terbatas.“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan Karhutla.
Optimalisasi personel, sarana prasarana, patroli udara dan darat, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu untuk menekan dampak Karhutla selama puncak musim kemarau,” tegas Agustiar.
Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pusat agar penanganan Karhutla di Kalteng dapat dilakukan lebih cepat, terukur dan efektif, sekaligus menekan dampaknya terhadap masyarakat dan kualitas lingkungan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Bupati Seruyan Turun ke Lokasi Karhutla, Petugas Diminta Cegah Api Meluas

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., turun langsung meninjau kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Ki Hajar Dewantara dan Jalan A. Yani, Kuala Pembuang, Kamis (8/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan.
Kehadiran orang nomor satu di Seruyan tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta upaya penanganan yang dilakukan petugas.
Di lokasi kebakaran, personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) tampak berjibaku memadamkan kobaran api.
Petugas berupaya mengendalikan titik kebakaran agar tidak menjalar ke area lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengapresiasi kesigapan personel gabungan dan masyarakat yang turut terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Menurutnya, kerja sama serta kecepatan bertindak menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla, terutama ketika kondisi lingkungan rentan memicu penyebaran api.
“Saya mengapresiasi seluruh petugas dan masyarakat yang telah bergerak cepat menangani kebakaran lahan ini. Penanganan harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi agar api tidak meluas serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul.
Upaya pencegahan dan kepedulian masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk menekan risiko kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
Karena itu, Bupati mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitarnya.
“Jangan melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca panas dan kering. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak terus berulang,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap sinergi antara petugas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Dengan langkah pencegahan dan penanganan yang cepat, risiko meluasnya karhutla di wilayah Kuala Pembuang diharapkan dapat diminimalkan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Bupati Seruyan Tekankan ASN Harus Proaktif, Kreatif, dan Berjiwa Melayani

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus mampu bertransformasi menjadi pemimpin yang proaktif, kreatif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
ASN tidak boleh hanya bekerja berdasarkan rutinitas atau menunggu perintah, tetapi harus mampu menghadirkan solusi serta mendorong kemajuan organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Selanorwanda saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Servant Leadership atau kepemimpinan yang melayani di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kuala Pembuang, Kamis (8/10/2026).
Menurut Bupati, penguatan karakter kepemimpinan menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pejabat manajemen menengah yang berperan sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan program di lapangan.
Ia menilai, pejabat pada jenjang tersebut tidak cukup hanya menguasai pekerjaan administratif dan teknis.
Mereka juga dituntut mampu memahami arah kebijakan, berpikir strategis, membina bawahan, serta mempersiapkan diri untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar.
“Separuh perhatian harus memahami persoalan teknis dan administratif, sementara separuh lainnya harus diarahkan pada kebijakan dan pemikiran strategis.
Siapkan mental untuk menduduki jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi pada waktunya,” pesannya.
Bupati menekankan, ASN harus meninggalkan pola kerja pasif dan mulai membangun budaya kerja yang produktif.
Setiap pejabat diharapkan menjadi penggerak perubahan, mampu bekerja sama, mengembangkan kompetensi bawahannya, serta menyelesaikan persoalan tanpa menambah hambatan dalam organisasi.
“Jangan mundur lagi. Kita harus berada pada level kreatif dan inovatif. Aparatur harus aktif, proaktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan tiga kompetensi utama bagi seorang pemimpin, yakni kemampuan komunikasi (communication skill), berpikir konseptual (conceptual skill), dan analisis (analytical skill).
Ketiga kemampuan itu diperlukan agar pejabat mampu membaca persoalan secara menyeluruh, menentukan langkah yang tepat, serta memperhitungkan konsekuensi kebijakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Lebih jauh, Ahmad Selanorwanda mengingatkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian individu.
Seorang pemimpin juga harus mampu membangun sistem kerja yang baik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menyiapkan kader yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Kalau kita berada dalam birokrasi pemerintahan, tujuan kita bukan mencari laba atau keuntungan, tetapi pengabdian,” ujarnya.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memahami tugas dan fungsi masing-masing, menerjemahkan kebijakan menjadi program kerja yang terukur, serta mengelola sumber daya secara efektif demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan H. Supian menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup diwujudkan melalui instruksi, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan nyata.
Menurutnya, setiap individu memiliki potensi kepemimpinan yang perlu dikembangkan. Namun, kemampuan memimpin orang lain harus diawali dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan pribadi.
“Seorang pemimpin harus memulai dari dirinya sendiri. Bagaimana bisa memimpin orang lain apabila dirinya sendiri tidak melaksanakan apa yang disampaikan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Bimtek Servant Leadership yang dinilai mampu memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan aparatur dalam menjalankan fungsi kepemimpinan.
Supian berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam lingkungan kerja masing-masing.
Dengan demikian, pelatihan tersebut dapat melahirkan calon pemimpin yang kompeten dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Seruyan.
Direktur Alfa Quantum Indonesia sekaligus narasumber, Luhut Sagala, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati dan Wakil Bupati Seruyan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Ia mengaku terkesan dengan perhatian langsung pimpinan daerah terhadap pelaksanaan kegiatan, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
Luhut menjelaskan, servant leadership bukan sekadar konsep kepemimpinan yang dipelajari di ruang pelatihan, melainkan nilai pengabdian yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Menurutnya, kepemimpinan yang melayani dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, menegakkan kedisiplinan, membantu rekan kerja, serta membangun hubungan yang harmonis di dalam organisasi.
“Melayani, memberi, dan mendukung. Itulah nilai yang harus terus kita hidupkan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah,” pesannya.
Ia menyebutkan, sebanyak 42 peserta mengikuti Bimtek Servant Leadership angkatan pertama tersebut.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan karakter kepemimpinan, komunikasi efektif, kerja sama tim, motivasi, serta penerapan nilai-nilai pelayanan.
Luhut berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja, memperkuat kolaborasi, dan membangun lingkungan organisasi yang lebih sehat serta produktif.
Dalam rangkaian penutupan, dua perwakilan peserta turut menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti pelatihan.Hj. Sri Heviana mengapresiasi metode pembelajaran yang dinilainya berbeda dari pelatihan kepemimpinan pada umumnya.
Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta diajak memahami pentingnya perubahan pola pikir untuk membangun karakter pemimpin yang mengutamakan pelayanan.
Metode interaktif yang dipadukan dengan permainan edukatif dan ice breaking juga dinilai mampu mempererat komunikasi, meningkatkan kerja sama, serta melatih kemampuan mendengarkan.
“Seorang pemimpin itu harus melayani. Mulailah dari diri kita sendiri, ubah pola pikir kita terlebih dahulu, kemudian kita akan melihat perubahan yang terjadi ke depannya,” ungkapnya.
Senada, Ruspandian Noor mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru tentang peran pemimpin dalam membimbing, membantu, dan memberdayakan bawahan, termasuk ketika menghadapi pegawai yang kurang aktif maupun berbagai persoalan di tempat kerja.
Para peserta berharap pengalaman selama pelatihan dapat diterapkan secara konkret untuk meningkatkan kinerja dan mendukung kemajuan Kabupaten Seruyan.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kemampuan peserta selama pelatihan, tim fasilitator memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori.
Zainal Arifin menerima penghargaan The Great Motivator, Siti Syahidah meraih Relationship Award, Yasir Subhatno memperoleh The Great Support Award, sedangkan Ridwan mendapatkan penghargaan Great Communicator.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para peserta untuk terus mengasah potensi diri, memperkuat karakter kepemimpinan, dan menerapkan perilaku positif dalam pelaksanaan tugas.
Penutupan Bimtek Servant Leadership ini turut dihadiri Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Kepala BKPSDM Kabupaten Seruyan, Direktur Alfa Quantum Indonesia Luhut Sagala, para fasilitator, serta seluruh peserta pelatihan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap terbentuk ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berintegritas, komunikatif, inovatif, dan memiliki orientasi kuat terhadap pelayanan publik.
Penguatan kepemimpinan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan mampu menerjemahkan kebijakan pembangunan menjadi pelayanan serta manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Seruyan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Bupati Seruyan Soroti 358 Koperasi, Jangan Hanya Berstatus Papan Nama

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, mengingatkan seluruh pengurus dan pengawas koperasi agar mengedepankan profesionalisme, transparansi, serta tata kelola yang baik.
Koperasi tidak boleh sekadar tercatat secara administratif, tetapi harus mampu menjalankan usaha produktif dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi anggotanya.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Selanorwanda saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi di Aula BAPPERIDA, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, koperasi harus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Keberadaan koperasi tidak cukup hanya ditopang legalitas badan hukum, tetapi juga harus dibuktikan melalui aktivitas usaha yang berjalan, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pembagian hasil usaha yang memberikan keuntungan bagi anggota.
“Jangan sampai hanya menjadi koperasi papan nama, ada namanya tetapi koperasinya tidak berjalan. Bila dikelola dengan baik, maka koperasi di Kabupaten Seruyan sangat mungkin berkembang dan memberikan SHU yang baik bagi anggotanya,” tegasnya.
Ahmad menyebutkan, Kabupaten Seruyan saat ini memiliki 358 koperasi yang terdaftar, termasuk 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Namun, jumlah tersebut masih menjadi tantangan tersendiri karena sebagian koperasi belum menjalankan aktivitas organisasi secara optimal.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah belum terlaksananya Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Padahal, RAT merupakan bagian penting dalam tata kelola koperasi, sekaligus menjadi forum pertanggungjawaban pengurus kepada anggota atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan keuangan.
Karena itu, peningkatan kemampuan pengurus dan pengawas dinilai penting agar koperasi di Seruyan tidak hanya bertahan secara administratif, tetapi juga mampu berkembang sebagai penggerak perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari dengan fokus pada penguatan kapasitas manajerial dan tata kelola perkoperasian.
Kegiatan ini diikuti 100 peserta, terdiri dari 50 pengurus dan 50 pengawas koperasi.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, panitia menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopin, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam mengelola organisasi, mengawasi jalannya usaha, serta menerapkan prinsip-prinsip perkoperasian secara konsisten.
Selain menyoroti penguatan koperasi, Bupati Seruyan juga meminta agar kegiatan pemerintahan sedapat mungkin diprioritaskan untuk dilaksanakan di wilayah Kabupaten Seruyan.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Kehadiran kegiatan pemerintah dinilai dapat meningkatkan permintaan terhadap jasa penginapan, mendorong penjualan pelaku UMKM, serta menggerakkan sektor perdagangan dan jasa lokal.
Dengan demikian, penguatan koperasi dan optimalisasi belanja kegiatan di daerah diharapkan berjalan beriringan untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan perputaran ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Seruyan.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur9 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
