Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Seruyan Ajak Warga Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 31 Desember

Published

on

Logo Kategori Seruyan

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mengajak masyarakat memanfaatkan program pembebasan tunggakan dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Program yang berlangsung mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026 ini menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan untuk menyelesaikan kewajiban pajak dengan memperoleh berbagai keringanan.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 28 Tahun 2026.

Pemkab Seruyan menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut dan mendorong agar informasi mengenai program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, mengatakan kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang selama ini memiliki tunggakan pajak kendaraan untuk menuntaskan kewajibannya tanpa terbebani sejumlah komponen pembayaran yang mendapat pembebasan.

“Pemerintah Kabupaten Seruyan mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini.

Kami mengimbau masyarakat yang masih memiliki tunggakan atau denda pajak kendaraan bermotor agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebelum program berakhir pada 31 Desember 2026,” ujar Bahrun Abbas, Selasa (6/10/2026).

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat memperoleh sejumlah fasilitas keringanan, meliputi pembebasan tunggakan pokok PKB dan denda PKB.

Pemerintah provinsi juga memberikan pembebasan pokok PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan yang melakukan mutasi masuk dari luar wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, program ini mencakup pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor kedua (BBNKB II) sesuai ketentuan yang berlaku, serta pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk tahun-tahun sebelumnya.

Bahrun menegaskan, Pemkab Seruyan akan memperluas penyebaran informasi melalui perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta berbagai saluran komunikasi resmi.

Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memahami ketentuan program sekaligus mengetahui layanan yang dapat dimanfaatkan.

Menurutnya, kepatuhan membayar pajak kendaraan bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan juga bentuk tanggung jawab masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, kesempatan memperoleh keringanan tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami berharap masyarakat tidak menunggu sampai mendekati batas akhir. Silakan segera memanfaatkan program ini melalui layanan Samsat yang tersedia.

Dengan tertib membayar pajak kendaraan, masyarakat turut berkontribusi terhadap pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.

Pemkab Seruyan turut meminta para camat, kepala desa, dan lurah agar aktif menyosialisasikan program tersebut kepada warga di wilayah masing-masing.

Dengan demikian, masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat mengetahui manfaat serta batas waktu pelaksanaannya.

Pemerintah daerah berharap program pembebasan tunggakan dan denda PKB ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sekaligus mendorong tertib administrasi kendaraan bermotor di Kabupaten Seruyan.

Masyarakat diimbau segera mendatangi layanan Samsat untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan mekanisme pembebasan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum program berakhir pada 31 Desember 2026.(mc/adakalteng)

Pemerintahan

Gubernur Kalteng Ingatkan Pejabat Baru: Bekerja Cepat, Responsif, dan Bawa Dampak Nyata untuk Masyarakat

Published

on

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran melantik dan mengambil sumpah/janji 234 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, Senin (12/10/2026).

Dalam pelantikan tersebut, ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 111 orang merupakan pejabat administrator dan 123 lainnya pejabat pengawas.

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/268/2026 tentang Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam arahannya, Agustiar meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta mengedepankan profesionalisme dan dedikasi dalam bekerja.

Menurutnya, keberhasilan seorang aparatur tidak dapat dinilai hanya dari posisi yang diduduki.

Lebih dari itu, pejabat harus mampu memberikan kontribusi, menyelesaikan persoalan, dan menghasilkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Keberhasilan seorang pejabat tidak diukur dari tingginya jabatan, tetapi dari kontribusi, kemampuan menyelesaikan persoalan, dan hasil kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Agustiar.

Ia menjelaskan, masyarakat menilai kinerja pemerintah melalui berbagai aspek, mulai dari kualitas pelayanan, kecepatan dalam menangani urusan, pemerataan pembangunan, hingga kesigapan pemerintah ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Karena itu, para pejabat diminta tidak terjebak dalam pola kerja administratif semata.

Seluruh jajaran harus mampu menerjemahkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur ke dalam program kerja yang konkret, terarah, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Agustiar juga mengingatkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) agar menyusun program berdasarkan sasaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta tahapan pelaksanaan yang realistis.

Dengan demikian, capaian program dapat dievaluasi secara objektif dan dipertanggungjawabkan.

“Jangan bekerja dengan pola kerja rutin dan standar, tetapi harus bekerja lebih cepat, lebih terukur, dan lebih responsif terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya.

Selain menuntut peningkatan kinerja, Gubernur menyoroti pentingnya tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Ia menekankan, setiap rupiah anggaran harus dikelola secara bertanggung jawab serta diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi pembangunan juga membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan, terutama antar-OPD.

Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai persoalan daerah dapat ditangani secara terpadu, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pengembangan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Agustiar turut mendorong agar evaluasi kinerja menjadi bagian dari budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).

Evaluasi tidak hanya dilakukan untuk mengukur pencapaian target, tetapi juga untuk mengidentifikasi hambatan, menemukan solusi, dan memperbaiki pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, ia berharap seluruh perangkat daerah mampu meningkatkan efektivitas pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pelantikan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, para asisten dan staf ahli gubernur, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Kalteng.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Sekolah Lansia Seruni Ceria Wisuda, Pemkab Seruyan Tegaskan Lansia Bukan Beban Pembangunan

Published

on

Logo Kategori Seruyan

KUALA PEMBUANG – Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal itu tercermin dari prosesi wisuda peserta Sekolah Lansia Seruni Ceria yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Desa Kartika Bhakti, Kamis (8/10/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan secara resmi melepas para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan program pembinaan tersebut.

Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat para lanjut usia (lansia) dalam meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan, serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna.

Staf Ahli Bupati Seruyan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sukardi, hadir mewakili Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda.

Dalam sambutan bupati yang dibacakannya, Sukardi menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan kepada seluruh peserta yang berhasil menuntaskan pendidikan di Sekolah Lansia Seruni Ceria.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati lansia yang hari ini resmi diwisuda.

Sungguh, ini adalah bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia,” kata Sukardi.Menurutnya, Sekolah Lansia Seruni Ceria merupakan salah satu upaya membangun kualitas hidup masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat atau dikenal dengan konsep SMART.

Program tersebut tidak sekadar menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga sarana bagi para lansia untuk mengembangkan potensi diri.

Materi pembinaan meliputi pemeliharaan kesehatan fisik, stimulasi kemampuan kognitif, penguatan spiritualitas, hingga peningkatan keterampilan sosial.

Melalui pembelajaran tersebut, para peserta diharapkan mampu menjalani masa tua secara lebih berkualitas, tetap berinteraksi dengan lingkungan sosial, serta mempertahankan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkab Seruyan menilai keberadaan program sekolah lansia semakin penting seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.

Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan upaya peningkatan kesejahteraan agar para lansia tidak hanya berumur panjang, tetapi juga dapat menikmati kehidupan yang sehat, aktif, dan bahagia.

Dalam sambutan yang sama, Sukardi menegaskan bahwa lansia memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai kehidupan yang dimiliki para orang tua merupakan modal sosial yang berharga bagi generasi penerus.

“Lansia bukanlah beban pembangunan, melainkan aset sosial yang berharga dengan segudang pengalaman hidup yang sangat arif dan bijaksana untuk dibagikan kepada anak cucu dan masyarakat luas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Seruyan turut menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pengajar, kader, relawan, dan penyuluh yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program.

Dedikasi mereka dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah bagi masyarakat lanjut usia.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan Sekolah Lansia Seruni Ceria semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Bupati Seruyan berpesan agar kelulusan tidak menjadi akhir dari proses belajar.

Sebaliknya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada lansia lainnya.

Para lulusan juga diharapkan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menularkan kebiasaan hidup sehat, semangat beraktivitas, serta pentingnya menjaga hubungan sosial pada masa lanjut usia.

Pemkab Seruyan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, tanpa membedakan kelompok usia.

Melalui berbagai program pemberdayaan, pemerintah daerah berupaya memastikan para lansia tetap memperoleh perhatian, kesempatan untuk berkembang, serta kehidupan yang layak di Bumi Gawi Hatantiring.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Bupati Seruyan Turun ke Lokasi Karhutla, Petugas Diminta Cegah Api Meluas

Published

on

Logo Kategori Seruyan

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., turun langsung meninjau kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Ki Hajar Dewantara dan Jalan A. Yani, Kuala Pembuang, Kamis (8/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan.

Kehadiran orang nomor satu di Seruyan tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta upaya penanganan yang dilakukan petugas.

Di lokasi kebakaran, personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) tampak berjibaku memadamkan kobaran api.

Petugas berupaya mengendalikan titik kebakaran agar tidak menjalar ke area lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengapresiasi kesigapan personel gabungan dan masyarakat yang turut terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.

Menurutnya, kerja sama serta kecepatan bertindak menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla, terutama ketika kondisi lingkungan rentan memicu penyebaran api.

“Saya mengapresiasi seluruh petugas dan masyarakat yang telah bergerak cepat menangani kebakaran lahan ini. Penanganan harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi agar api tidak meluas serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul.

Upaya pencegahan dan kepedulian masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk menekan risiko kebakaran, khususnya selama musim kemarau.

Karena itu, Bupati mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitarnya.

“Jangan melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca panas dan kering. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak terus berulang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap sinergi antara petugas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan langkah pencegahan dan penanganan yang cepat, risiko meluasnya karhutla di wilayah Kuala Pembuang diharapkan dapat diminimalkan.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id