Connect with us

Berita Utama

Pemerintah Terbitkan SE Menteri PANRB No. 3/2026, Atur Pola Kerja Baru ASN Wajib WFH Setiap Jumat Mulai 1 April 2026

Published

on

JAKARTA – Pemerintah resmi mengatur pola kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerbitan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2026.

Kebijakan ini diteken pada (30/3/2026) sebagai langkah strategis mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan sekaligus membentuk budaya kerja yang lebih modern.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan Surat edaran tersebut menjadi acuan bagi seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam menata sistem kerja ASN agar lebih efisien, efektif, adaptif, fleksibel, serta responsif dengan dukungan teknologi digital.

Meski demikian, peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.”Dalam aturan baru ini, ASN diwajibkan menerapkan skema kerja kombinasi, yakni Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

Polanya ditetapkan dalam satu minggu kerja dengan komposisi empat hari WFO (Senin hingga Kamis) dan satu hari WFH setiap Jumat,” sampainya.Rini juga mengatakan, Pengaturan teknis pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing instansi melalui Pejabat Pembina Kepegawaian atau pimpinan instansi.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, karakteristik tugas, jenis layanan, serta target kinerja yang harus dicapai. “Pimpinan juga diminta memastikan bahwa fleksibilitas kerja tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun kualitas layanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Tak hanya mengatur pola kerja, surat edaran ini juga menekankan efisiensi anggaran dan operasional. Sejumlah langkah yang didorong antara lain pembatasan perjalanan dinas, optimalisasi rapat secara daring, pengurangan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, serta penghematan energi dan fasilitas kantor. ASN juga dianjurkan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal dan beralih ke transportasi umum.

“Kebijakan yang mulai berlaku efektif sejak 1 April 2026 ini diharapkan mampu mendorong produktivitas ASN yang lebih tinggi dengan sistem kerja yang luwes, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” tutupnya.( Kementerian PANRB /mc/adakalteng)

Berita Utama

Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Akselerasi Pompanisasi dan Percepatan Tanam

Published

on

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino dengan mengerahkan lima strategi utama.

Upaya ini difokuskan pada periode krusial April hingga Juni 2026 guna memastikan stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.Mengacu pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah menilai potensi El Nino perlu direspons cepat dengan langkah taktis dan terukur.

“Ini cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu percepatan langkah strategis,” ujar Mentan Amran saat Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah tetap menjaga optimisme. Stok pangan nasional saat ini tercatat mencapai 4,4 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kita harus jaga momentum ini,” tegasnya.Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Kementerian Pertanian mengakselerasi lima langkah utama.

Pertama, memetakan wilayah rawan kekeringan sekaligus memperkuat sistem peringatan dini agar respons di lapangan lebih cepat dan tepat.

Kedua, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan sistem pompanisasi dan perpipaan.

Ketiga, mempercepat masa tanam di daerah yang masih memiliki ketersediaan air, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur pendek.

Keempat, memaksimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan area cetak sawah yang telah tersedia, agar segera ditanami tanpa jeda.

Kelima, memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program berjalan efektif di lapangan.

Mentan Amran menekankan, berbagai program seperti optimalisasi lahan rawa, percepatan cetak sawah, hingga penguatan irigasi perpompaan (irpom) harus digerakkan serentak.

“Wilayah yang masih mengalami hujan harus dipacu tanamnya. Oplah rawa dipercepat, sawah yang sudah jadi segera ditanami, pompanisasi harus aktif,” jelasnya

.Implementasi strategi tersebut kini mulai berjalan di berbagai daerah, termasuk percepatan tanam dan penguatan infrastruktur air sebagai langkah konkret menghadapi musim kemarau.

Untuk mendukung percepatan, pemerintah daerah diminta segera mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana, terutama terkait irigasi perpompaan, agar penyesuaian anggaran dapat dilakukan dengan cepat.

“Daerah yang membutuhkan irpom segera usulkan secara online. Kita siap geser anggaran demi percepatan,” tegasnya.

Menurut Mentan, periode April hingga Juni menjadi titik penentu keberhasilan upaya ini. Jika fase kritis tersebut dapat dilalui dengan baik, maka target swasembada pangan diyakini tetap terjaga.

“Penentu ada di April, Mei, Juni. Kalau ini aman, swasembada bisa berlanjut,” ujarnya.Ia pun optimistis, dengan kolaborasi solid antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani, ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan iklim global.

Selain menjaga produksi, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.“Pertanian menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas pangan di tengah krisis global.

Ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” tutup Mentan Amran.(Kementan/mc/adakalteng)

Continue Reading

Berita Utama

Apresiasi Gerak Syariah 2026, Menag Sebut Ramadan Perkuat Ekonomi Akar Rumput

Published

on

JAKARTA — Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi atas keberhasilan program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan.

Ia menilai, geliat ekonomi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri menjadi motor penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terutama di lapisan akar rumput.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keynote speech pada penutupan Gerak Syariah 2026 di Gedung OJK–Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Menurut Nasaruddin, dinamika ekonomi Ramadan tidak sekadar soal konsumsi, tetapi juga mencakup peningkatan zakat, sedekah, hingga mobilitas sosial yang tinggi melalui tradisi mudik.

“Pergerakan ekonomi selama Ramadan sangat dinamis. Salah satu yang paling terasa adalah arus mudik, yang memicu perpindahan dana dari kota ke desa,” ujarnya.

Nasaruddin menegaskan, arus balik masyarakat ke kampung halaman membawa efek berantai bagi perekonomian daerah. Aktivitas belanja, renovasi rumah, hingga kegiatan sosial-keagamaan turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun aktivitas sosial masyarakat,” jelasnya.

Masjid Jadi Posko Layanan PemudikUntuk menunjang kelancaran mobilitas, Kementerian Agama mengoptimalkan fungsi masjid sebagai titik layanan pemudik. Tercatat, sebanyak 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik disiapkan sebagai posko berbasis komunitas.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif. Pengurus masjid secara sukarela menyediakan tempat istirahat, fasilitas ibadah, hingga bantuan sederhana bagi para pemudik.

“Partisipasi ini menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata NasaruddinDi sisi lain, program Gerak Syariah 2026 mencatat capaian signifikan dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Jutaan masyarakat berhasil dijangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan penghimpunan dana di sektor keuangan berbasis syariah.

Nasaruddin juga menilai, capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Penguatan literasi dan inklusi harus terus didorong agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tegasnya.Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya mengaitkan momentum Ramadan dengan penguatan sektor riil.

Ia menilai, peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku usaha, khususnya UMKM dan industri halal di daerah.

“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif, termasuk memperkuat UMKM dan memperluas industri halal,” ujarnya.

Momentum Bukan Sekadar MusimanMenutup pernyataannya, Menag berharap geliat ekonomi Ramadan tidak berhenti sebagai fenomena tahunan semata, melainkan dapat dikelola sebagai strategi jangka panjang dalam penguatan ekonomi syariah.

“Ramadan harus menjadi momentum berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Kemenag/mc/adakalteng)

Continue Reading

Berita Utama

Tiba dari Luar Negeri, Seskab Teddy Indra Wijaya Gelar Halalbihalal Bersama Pegawai Setkab

Published

on

JAKARTA – Sepulang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Korea, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar kegiatan halalbihalal bersama pegawai Sekretariat Kabinet dan keluarga, Kamis (2/4/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan itu, Teddy menekankan pentingnya mempererat silaturahmi serta membangun rasa kekeluargaan di lingkungan kerja.

Ia mengingatkan bahwa hubungan antarpegawai tidak semata sebatas urusan pekerjaan formal, melainkan juga perlu dibangun dengan kepedulian dan kebersamaan.“Di sini kita adalah satu keluarga.

Jangan hanya datang, bekerja, lalu pulang. Bangun hubungan yang lebih erat, perbanyak teman, dan sebisa mungkin saling membantu, minimal tidak saling mempersulit,” ujarnya.

Selain itu, Teddy juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tertata, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, kantor merupakan tempat yang banyak dihabiskan waktu oleh pegawai, sehingga sudah seharusnya dijaga dengan baik, dimulai dari hal sederhana seperti merapikan meja kerja sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Sekretariat Kabinet atas dedikasi dan kerja keras dalam mendukung jalannya pemerintahan.

Ia pun mengingatkan agar transformasi budaya kerja terus dijalankan secara konsisten,” ucap Teddy.Suasana Meriah dengan Kuis Anak Pegawai Kegiatan halalbihalal semakin semarak dengan kehadiran keluarga pegawai, khususnya anak-anak yang turut memeriahkan suasana. Dalam momen tersebut, Teddy menggelar kuis ringan dengan menantang anak-anak menyebutkan nama Presiden Republik Indonesia.

Tantangan itu langsung disambut antusias. Salah satu peserta, Reimar, siswa kelas 1 SD, tampil percaya diri menyebutkan nama-nama Presiden RI dari Soekarno hingga Prabowo Subianto dengan lancar, yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Di penghujung acara, Teddy menyempatkan diri bersalaman dengan seluruh pegawai dan keluarga yang hadir.

Momen tersebut menjadi penutup yang mempererat kebersamaan, sekaligus membangkitkan semangat kerja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.(sekretariatkabinet/mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id