Kotawaringin Timur
BNNK Kotim Libatkan Ketua RT dan RW Perangi Narkoba di Baamang Tengah
SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Puluhan ketua RT dan RW di Kelurahan Baamang Tengah mengikuti kegiatan asistensi relawan antinarkoba dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sumber daya pembangunan desa dan kelurahan tahun 2026, Kamis (15/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Baamang Tengah tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dibahas dalam forum koordinasi.
Diperlukan tindakan nyata dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.
Menurutnya, kegiatan asistensi tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi persiapan yang telah dilaksanakan pekan sebelumnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pihak kelurahan, tokoh adat, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, serta pengurus RT dan RW.
“Komitmen dan sinergi yang telah kita bangun tidak boleh berhenti di atas meja diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan,” tegas Fadli.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda, khususnya di Kelurahan Baamang Tengah.
Sebab, pencegahan narkoba membutuhkan peran kolektif, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga dukungan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Fadli menjelaskan, salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah membentuk relawan antinarkoba di Kelurahan Baamang Tengah.
Relawan diharapkan menjadi penggerak pencegahan di tingkat masyarakat karena memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi sosial dan potensi kerawanan di lingkungannya.
Melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan edukasi, para relawan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenali indikasi awal penyalahgunaan narkotika, serta membantu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba.
Keberadaan relawan juga diharapkan dapat memperkuat jangkauan BNNK Kotim dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Lebih lanjut, pembentukan relawan tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Kelurahan Baamang Tengah Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Program ini mengedepankan penguatan ketahanan wilayah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tingkat kelurahan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih dini dan berkesinambungan.
Para ketua RT dan RW pun memiliki peran penting dalam membangun kepedulian warga, memperkuat komunikasi di lingkungan, serta mendorong terciptanya kawasan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
BNNK Kotim berharap pembentukan relawan antinarkoba tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, dimulai dari lingkungan terkecil.(mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Cegah Peredaran Gelap Narkotika, Polisi dan BNNK Kotim Tes Urine Pengunjung Tempat Hiburan Malam
Sampit – Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, melaksanakan razia dan pemeriksaan tes urine di salah satu tempat hiburan malam di Kota Sampit.
Kegiatan ini dilaksanakan pada, Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari. Razia menjadi bagian dari upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan hiburan malam.
Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Suherman mengatakan, pemeriksaan tersebut menyasar pengunjung maupun pekerja tempat hiburan malam sebagai langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba.
“Dari hasil pemeriksaan ini ada dua orang yang positif narkoba, satu laki-laki dan satu perempuan dan keduanya kita bawa ke kantor,” kata AKP Suherman.
Kegiatan razia tes urine juga menjadi bentuk perhatian terhadap potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak terhadap keamanan, ketertiban, serta kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel urine untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi penggunaan zat narkotika.
“Ada sekitar 19 orang yang kita ambil sample dan ada dua orang yang positif. Kegiatan ini akan terus berlanjut di tenpat-tampat yang lain,” ungkap Suherman.
Upaya razia ini dinilai penting mengingat tempat hiburan malam merupakan salah satu lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Selain melakukan pemeriksaan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, pengelola tempat hiburan, dan para pekerja agar turut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Tutup MTQ & FSQ ke-57 Kotim, Wabup Irawati Serahkan Piala Bergilir kepada Kecamatan MBK
Sampit – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) berhasil mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak tahun 2012.
Perolehan kali ini menjadi gelar yang ke-15.Kafilah MBK berhasil mengumpulkan 235 poin.
Posisi kedua diduduki oleh Kecamatan Tualan Hulu dengan nilai 181, dan peringkat ketiga diraih oleh Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan jumlah 150 poin.
Piala bergilir diserahkan oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati pada malam penutupan di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Rabu, (7/10/2026).
“Selamat kepada para juara, semoga prestasi yang diraih menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Bagi yang belum berhasil, tetap semangat untuk meraih prestasi yang lebih baik,” ucap Irawati.
Lanjutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan. Para peserta yang berhasil meraih juara diminta tidak cepat berpuas diri karena masih akan menghadapi MTQ dan FSQ pada tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kami berharap LPTQ dan LASQI Kotim dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan peserta yang akan mewakili daerah pada tingkat provinsi nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Camat MBK, Irpansyah mengatakan, mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja bersama seluruh kafilah, pelatih, official, dan LPTQ kecamatan.
Persiapan dilakukan secara intensif selama setengah tahun kebelakang.“Alhamdulillah, Kecamatan MBK kembali juara umum untuk ke-15 kalinya, ini gelar berturut-turut sejak pertama kali diraih pada tahun 2012,” terangnya.
Pada pagelaran kali ini, MBK mengirim 72 kafilah untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan.
Ia bangga terhadap perjuangan para kafilah, meskipun dirinya tidak dapat hadir secara langsung menerima trofi lantaran sedang dinas ke luar pulau Kalimantan.
Terpisah, Camat Mentaya Hulu, Edison mengatakan, pelaksanaan kegiatan kali ini menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya sebagai tuan rumah.
“Apa yang sudah baik, mari kita pertahankan. Apa yang masih kurang, mari kita perbaiki. Berikutnya apa yang belum sempurna, mari kita sempurnakan pada pelaksanaan selanjutnya,”Harap Edison (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Baamang Tengah Jadi Pilot Project TPS 3R, Warga Didorong Kelola Sampah dari Rumah
SAMPIT – Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Baamang Tengah, Rabu (30/9/2026), tersebut diikuti seluruh ketua RT dan RW di wilayah setempat.
Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sekretaris Kecamatan Baamang, serta sejumlah penyuluh dari DLH dan BPBD.
Lurah Baamang Tengah Martinus mengatakan, keberadaan RT dan RW memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan dalam pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan di tingkat lingkungan.
Menurutnya, tugas RT dan RW tidak sebatas membantu administrasi warga, tetapi juga ikut menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan lingkungan sekaligus mendorong budaya gotong royong.
“Saya berharap seluruh ketua RT dan RW dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjadi contoh dalam menggerakkan kegiatan gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Terkait pengelolaan sampah, Martinus mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan dengan menerapkan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Salah satunya melalui pemilahan sampah rumah tangga sebelum dibuang.
“Mulai dari mengurangi sampah, memilah sampah dari sumbernya, memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai hingga mengelolanya agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan sampah tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah kelurahan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT dan RW, kader lingkungan, pengelola TPS 3R serta warga.
Selain persampahan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Pengetahuan mengenai pencegahan, kesiapsiagaan, evakuasi hingga penanganan awal dinilai penting karena kondisi darurat seperti kebakaran dan banjir dapat terjadi sewaktu-waktu.
Martinus berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada masyarakat melalui masing-masing RT dan RW.
“Ilmu dan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi dapat diteruskan dan disosialisasikan kepada masyarakat di masing-masing RT dan RW,” imbuhnya.
Ia juga meminta RT dan RW memperkuat komunikasi serta koordinasi dengan pihak kelurahan. Setiap persoalan di lingkungan diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah, gotong royong dan kebersamaan.
Sementara itu, Kepala DLH Kotim Gusti Mukafi mengatakan, rencana pengembangan TPS 3R di Baamang Tengah berawal dari pengajuan kelurahan kepada DLH terkait kesiapan narasumber dan berbagai persoalan persampahan.
“Kelurahan Baamang Tengah beberapa hari yang lalu mengajukan surat ke Dinas Lingkungan Hidup terkait kesiapan narasumber dan beberapa hal terkait masalah persampahan.
Insyaallah nantinya akan dibangun TPS 3R di sini,” ungkapnya.Menurut Mukafi, sosialisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Terlebih, seluruh RT serta Tim Pemburu Sampah turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.“Harapan kita dengan adanya sosialisasi semacam ini bisa membangkitkan semangat warga kita yang selama ini agak sulit kita edukasi.
Tim Pemburu Sampah dan RT semua hadir pada hari ini,” katanya.Ia menyebut pemilahan sampah dari sumber merupakan salah satu indikator penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Sampah yang telah dipilah akan lebih mudah dikelola dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali.“Tolok ukur kita dalam masalah kebersihan adalah sampah.
Dengan sosialisasi ini warga bisa memilah sampah seperti yang sudah diajarkan tadi,” jelasnya.Mukafi menambahkan, Baamang Tengah menjadi wilayah pertama yang mengajukan langkah tersebut sehingga diproyeksikan sebagai pilot project bagi kelurahan maupun kecamatan lainnya di Kotim.
“Untuk kecamatan yang lain belum ada yang mengajukan surat ke kita. Makanya Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang ini menjadi pilot project bagi kelurahan dan kecamatan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap setelah sosialisasi, pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah tangga dengan melibatkan RT sebagai penggerak di lingkungan masing-masing.
Dengan pola tersebut, volume sampah yang harus ditangani di depo maupun fasilitas persampahan lainnya diharapkan dapat ditekan.
“Setelah sosialisasi nanti, warga melalui ketua RT-nya bisa mengelola sampah dari rumah tangga sehingga mengurangi beban kerja persampahan di depo-depo dan lainnya,” pungkas Mukafi.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur9 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
