Connect with us

Pemerintahan

Gubernur Kalteng Dorong Perguruan Tinggi Jadi Garda Terdepan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mempercepat perlindungan paten dan penguatan ekosistem inovasi daerah.

Hal itu ditandai dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Linae Victoria Aden mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, pada pembukaan Diseminasi Kekayaan Intelektual (KI) di salah satu Hotel di Palangka Raya, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah ini mengangkat tema “Akselerasi Perlindungan Paten Melalui Penguatan Sentra KI dan Sinergi Strategis Kerja Sama (PKS) Bersama Perguruan Tinggi se-Kalimantan Tengah”.

Tema tersebut dinilai relevan dalam menjawab tantangan peningkatan kesadaran dan perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya paten, di lingkungan akademik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, menjelaskan bahwa Diseminasi Kekayaan Intelektual Tahun 2026 bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang urgensi perlindungan KI, mendorong peningkatan jumlah permohonan paten, serta mengoptimalkan peran Sentra KI di perguruan tinggi dan lembaga sebagai pusat layanan, konsultasi, serta pendampingan pengelolaan kekayaan intelektual.

“Sentra KI diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu para peneliti dan inovator mengamankan hasil karyanya agar memiliki kepastian hukum dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program prioritas nasional di bidang layanan hukum dan kekayaan intelektual.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Linae Victoria Aden, ditegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi sentral sebagai pusat lahirnya inovasi, riset, dan pengembangan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Kerja sama ini merupakan langkah konkret membangun ekosistem inovasi daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kami berharap Sentra KI di perguruan tinggi dapat aktif mengidentifikasi potensi kekayaan intelektual, memberikan pendampingan, serta meningkatkan jumlah permohonan KI di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kebijakan, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta memberikan dukungan nyata kepada perguruan tinggi sebagai pusat inovasi.

Dengan sinergi yang solid, Kalteng diharapkan mampu tampil sebagai daerah yang maju, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.(mc/adakalteng)

Pemerintahan

Gubernur Agustiar Sabran: Wujudkan SDM Unggul, Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan 2026

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui peluncuran Program Strategis Sektor Pendidikan Tahun 2026, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

Peluncuran program berlangsung di Aula Jayang Tingang dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali.

Kegiatan ini juga diikuti secara hybrid oleh pelajar serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.

Program strategis ini merupakan bagian dari visi pembangunan kepemimpinan Agustiar–Edy, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan beretika, sejalan dengan nilai kearifan lokal Dayak yang dikenal dengan prinsip Belom Bahadat.

Sejumlah Program Prioritas DiluncurkanDalam kesempatan tersebut, Pemprov Kalteng meluncurkan sejumlah program unggulan di sektor pendidikan, di antaranya adalah, Program D1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas, hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dengan pemerintah daerah guna memperkuat pendidikan vokasi berbasis potensi lokal.

Bantuan seragam sekolah bagi lebih dari 60 ribu siswa SMA, SMK, dan SKH di seluruh wilayah Kalteng, yang menyasar pelajar dari daerah pedalaman hingga perkotaan, terutama dari keluarga kurang mampu.

Peluncuran dan penyerahan SK Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) di Universitas Palangka Raya sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di daerah.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalteng terkait pengembangan serta pemberdayaan sumber daya manusia.

Gubernur Agustiar menegaskan bahwa peluncuran berbagai program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak di Kalimantan Tengah mendapatkan hak pendidikan yang layak.

“Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, bahkan tidak bisa makan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menghambat pembangunan sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan, keterisolasian wilayah, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur turut meminta dukungan pemerintah pusat agar percepatan pembangunan pendidikan di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, Plt Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, para staf ahli gubernur, asisten, civitas akademika, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng.

Melalui peluncuran program strategis ini, Kalimantan Tengah menegaskan langkahnya untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi masa depan daerah melalui investasi besar di bidang pendidikan, demi melahirkan generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan berakar kuat pada nilai Belom Bahadat.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Wagub Edy Pratowo Resmikan Gedung MERC UPR, Perkuat Riset dan Pendidikan Medis di Kalteng

Published

on

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya resmi memiliki fasilitas baru untuk pengembangan pendidikan dan riset kesehatan dengan diresmikannya Gedung Medical Learning Research Center (MERC), Kamis (5/3/2026).

Peresmian gedung yang berada di lingkungan kampus Universitas Palangka Raya tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu kesehatan di Kalimantan Tengah.

Acara peresmian dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Rektor UPR Salampak, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta civitas akademika UPR.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa kehadiran Gedung MERC merupakan investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan medis.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran modern bagi mahasiswa, tetapi juga diharapkan berkembang sebagai pusat riset medis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Keberadaan Gedung MERC ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Kami berharap fasilitas ini terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan penelitian medis yang unggul serta mampu melahirkan tenaga kesehatan profesional,” ujar Edy.

Ia juga menekankan bahwa penguatan sektor pendidikan dan kesehatan di daerah merupakan bagian penting dari upaya mendukung agenda nasional dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemprov Kalimantan Tengah terus menggulirkan berbagai program strategis di bidang pendidikan, di antaranya program satu keluarga satu sarjana serta pemberian beasiswa bagi 10.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Dengan beroperasinya Gedung MERC, Universitas Palangka Raya diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan, riset medis, serta inovasi yang mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Inflasi Februari 2026: Emas dan Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga di Daerah

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (3/3/2026).

Rakor tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. Turut hadir Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Setda Kalteng, Fanny Kartika Oktavianti, bersama jajaran perangkat daerah dan instansi vertikal yang terkait dengan stabilitas harga dan pasokan.

Dalam pemaparan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Februari 2026 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Selain itu, sektor perawatan pribadi dan berbagai jasa lainnya turut memberikan andil terhadap tekanan inflasi bulan berjalan.Sejumlah komoditas strategis tercatat menjadi penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai daerah.

Di antaranya emas perhiasan, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Fluktuasi harga pangan ini dinilai sensitif karena langsung berdampak pada belanja rumah tangga masyarakat.

BPS menegaskan bahwa pergerakan harga antarwilayah masih menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, pemantauan melalui IPH menjadi instrumen penting dalam mendeteksi potensi gejolak harga lebih dini, sekaligus sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.

Sementara itu, Kantor Staf Presiden menekankan perlunya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis.

Langkah konkret yang didorong meliputi percepatan distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit, penguatan intervensi pasar, serta pengawasan harga secara berkelanjutan.

Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga yang masih fluktuatif.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id