Connect with us

Kotawaringin Timur

Dituduh Terima Suap KSO Koperasi, Ketua DPRD Kotim Laporkan Korlap Aksi Demo ke Polres

Published

on

SAMPIT – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa dari Tantara Lawung Adat Mandau Talawang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur pada Jumat (13/2/2026) berbuntut panjang.

Demonstrasi yang dipicu pencabutan rekomendasi Kerja Sama Operasional (KSO) dengan Agrinas Palma Nusantara kini berujung proses hukum.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, resmi melaporkan koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa bernama Wanto ke Polres Kotawaringin Timur pada Sabtu (15/2/2026).

Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pencemaran nama baik dan serangan terhadap kehormatan pribadi.

“Saya melapor sebagai warga negara, bukan membawa jabatan Ketua DPRD.

Yang saya persoalkan adalah orasi kemarin yang saya nilai mengandung fitnah dan menyerang pribadi saya,” kata Rimbun kepada wartawan usai membuat laporan.

Ia menegaskan keberatan atas tudingan yang disampaikan dalam orasi korlap Mandau Telawang.

Dalam orasi itu, Rimbun disebut menerima uang Rp200 juta per koperasi terkait penerbitan rekomendasi KSO. Jika dikalikan 24 koperasi, total tudingan mencapai Rp4,8 miliar.

“Itu bukan lagi sekadar dugaan, tapi seolah-olah saya sudah menerima uang dan diminta mempertanggungjawabkannya. Kapan saya terima? Siapa yang memberi? Koperasi yang mana? Semua tidak jelas,” tegasnya.

Rimbun menjelaskan, sejak Mei 2025 dirinya hanya berperan menjembatani komunikasi antara koperasi, kelompok tani, dan perusahaan mitra agar pola kemitraan berjalan sesuai aturan, pasca penertiban kawasan hutan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025.

Dari total 10 koperasi dan dua kelompok tani yang difasilitasi, tiga koperasi mendapatkan skema KSO, tujuh koperasi menerima SPK, satu kelompok tani memperoleh KSO, dan satu kelompok tani menerima SPK.

Namun, tiga rekomendasi kemudian dicabut karena dinilai tidak memenuhi persyaratan administrasi dan berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku.

“Pencabutan itu ada dasar hukumnya. Ada koperasi dan kelompok tani yang tidak memenuhi syarat serta bertentangan dengan ketentuan di Agrinas Palma Nusantara dan regulasi nasional,” ujarnya.

Ia mengaku dampak dari tudingan tersebut sangat merugikan secara pribadi. Isu itu, menurutnya, telah menyebar luas hingga ke luar daerah.

“Banyak pihak menghubungi saya. Isu ini sudah sampai ke pusat. Nama baik saya dipertaruhkan,” ucapnya.

Dalam laporannya ke polisi, Rimbun menyerahkan surat pengaduan, dokumen pendukung, serta menghadirkan saksi. Rekaman video orasi disebut akan disusulkan sebagai alat bukti tambahan.

“Saya percayakan sepenuhnya kepada penegak hukum. Siapa pun yang menuduh tanpa dasar harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski menempuh jalur hukum, Rimbun menegaskan DPRD tetap terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.

“Kami terbuka terhadap kritik kepada lembaga DPRD. Itu bagian dari demokrasi. Tapi kalau sudah menyerang pribadi dengan tuduhan serius tanpa bukti, itu lain perkara,” pungkasnya.(mc/adakalteng)

Kotawaringin Timur

Kasus Pelanggan Wanita Berakhir Damai? Toko Emas di Sampit Sampaikan Permintaan Maaf Langsung ke Keluarga Korban

Published

on

SAMPIT – Pemilik Toko Emas di Sampit, L menyampaikan jika pihak karyawannya telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga atas insiden yang melibatkan seorang pelanggan perempuan di tokonya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan pihak karyawannya sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan pihak keluarga korban.

Dirinya mengungkapkan karyawan tersebut telah mendatangi keluarga korban untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Pihaknyamenyampaikan apresiasi kepada korban dan keluarga yang telah menerima kedatangan pihak karyawan dengan terbuka.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah untuk menjaga hubungan baik di tengah persoalan yang sedang berlangsung.

“Alhamdulillah, silaturahmi antara pihak karyawan dan keluarga korban berjalan dengan baik. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjaga,” ujarnya.

Terkait penyelesaian persoalan tersebut, dirinya menegaskan pihaknya menghormati dan mendukung keputusan yang diambil oleh korban beserta keluarga.

Dirinya juga menyatakan pihak karyawan tersebut telah memenuhi undangan pemeriksaan dari pihak berwenang.

Karyawan pihaknya pun telah berkomitmen untuk bersikap kooperatif dalam setiap proses yang diperlukan serta menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak berwenang.

karyawannya akan terus menghormati proses yang sedang berjalan dan sikap kooperatif menjadi bagian dari komitmen toko dalam menyikapi persoalan tersebut.

Pihak toko menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga, serta masyarakat atas kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.

silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan, sembari menunggu proses penanganan oleh pihak berwenang.

“Pada prinsipnya, kami menghormati keputusan korban dan keluarga serta menyerahkan penanganan selanjutnya kepada pihak berwenang,” pungkasnya. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kotawaringin Timur

Cegah Peredaran Gelap Narkotika, Polisi dan BNNK Kotim Tes Urine Pengunjung Tempat Hiburan Malam

Published

on

Sampit – Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, melaksanakan razia dan pemeriksaan tes urine di salah satu tempat hiburan malam di Kota Sampit.

Kegiatan ini dilaksanakan pada, Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari. Razia menjadi bagian dari upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan hiburan malam.

Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Suherman mengatakan, pemeriksaan tersebut menyasar pengunjung maupun pekerja tempat hiburan malam sebagai langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba.

“Dari hasil pemeriksaan ini ada dua orang yang positif narkoba, satu laki-laki dan satu perempuan dan keduanya kita bawa ke kantor,” kata AKP Suherman.

Kegiatan razia tes urine juga menjadi bentuk perhatian terhadap potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak terhadap keamanan, ketertiban, serta kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel urine untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi penggunaan zat narkotika.

“Ada sekitar 19 orang yang kita ambil sample dan ada dua orang yang positif. Kegiatan ini akan terus berlanjut di tenpat-tampat yang lain,” ungkap Suherman.

Upaya razia ini dinilai penting mengingat tempat hiburan malam merupakan salah satu lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Selain melakukan pemeriksaan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, pengelola tempat hiburan, dan para pekerja agar turut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kotawaringin Timur

BNNK Kotim Libatkan Ketua RT dan RW Perangi Narkoba di Baamang Tengah

Published

on

SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Puluhan ketua RT dan RW di Kelurahan Baamang Tengah mengikuti kegiatan asistensi relawan antinarkoba dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sumber daya pembangunan desa dan kelurahan tahun 2026, Kamis (15/10).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Baamang Tengah tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.

Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dibahas dalam forum koordinasi.

Diperlukan tindakan nyata dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.

Menurutnya, kegiatan asistensi tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi persiapan yang telah dilaksanakan pekan sebelumnya.

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pihak kelurahan, tokoh adat, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, serta pengurus RT dan RW.

“Komitmen dan sinergi yang telah kita bangun tidak boleh berhenti di atas meja diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan,” tegas Fadli.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda, khususnya di Kelurahan Baamang Tengah.

Sebab, pencegahan narkoba membutuhkan peran kolektif, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga dukungan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Fadli menjelaskan, salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah membentuk relawan antinarkoba di Kelurahan Baamang Tengah.

Relawan diharapkan menjadi penggerak pencegahan di tingkat masyarakat karena memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi sosial dan potensi kerawanan di lingkungannya.

Melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan edukasi, para relawan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenali indikasi awal penyalahgunaan narkotika, serta membantu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba.

Keberadaan relawan juga diharapkan dapat memperkuat jangkauan BNNK Kotim dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Lebih lanjut, pembentukan relawan tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Kelurahan Baamang Tengah Bersih dari Narkoba (Bersinar).

Program ini mengedepankan penguatan ketahanan wilayah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tingkat kelurahan.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih dini dan berkesinambungan.

Para ketua RT dan RW pun memiliki peran penting dalam membangun kepedulian warga, memperkuat komunikasi di lingkungan, serta mendorong terciptanya kawasan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

BNNK Kotim berharap pembentukan relawan antinarkoba tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, dimulai dari lingkungan terkecil.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id