Seruyan
Hadiri Paripurna DPRD, Wabup Seruyan Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif untuk Pembangunan Merata
SERUYAN – Wakil Bupati Seruyan, H.Supian, menghadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Seruyan, Selasa (3/3/2026).
Agenda utama rapat tersebut adalah penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Tahun 2026 yang menjadi bahan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.Reses yang dilaksanakan pada 25 hingga 30 Januari 2026 itu berlangsung di tiga daerah pemilihan, yakni Dapil I, Dapil II, dan Dapil III.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta menyampaikan berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah.
Selain menjadi sarana menjaring masukan dari warga, reses juga berfungsi sebagai bentuk pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan, sehingga kebijakan pemerintah daerah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dari hasil reses yang disampaikan dalam rapat paripurna tersebut, terungkap bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan paling mendesak di sejumlah wilayah.
Masyarakat juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, penguatan sektor pertanian, serta pembenahan tata kelola pemerintahan desa.
“Aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah, baik dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.
Wakil Bupati Supian menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Seruyan, termasuk kawasan pedalaman dan daerah hulu.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif akan memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Dengan kerja sama yang kuat, kita berharap pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa hingga wilayah terpencil sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata,” ujar Supian.
Rapat paripurna tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Seruyan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan, merata, dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(mc/adakalteng)
Seruyan
Buka Musrenbang Seruyan Hulu – Suling Tambun, Bupati Ahmad Selanorwanda Tekankan Penyelarasan Aspirasi Masyarakat
SERUYAN – Bupati Kabupaten Seruyan Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk wilayah Seruyan Hulu dan Suling Tambun Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Tumbang Manjul, Senin (23/2/2026), dengan dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat dari kedua kecamatan.
Mengawali sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus memupuk semangat kebersamaan dalam membangun daerah.“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Seruyan, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita insan yang lebih bertakwa,” ucapnya.Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk menampung dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Musrenbang menjadi wadah penting untuk menyatukan ide, kebutuhan, serta harapan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Program yang dirancang harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus berpedoman pada berbagai dokumen perencanaan strategis, mulai dari RPJPD 2025–2045, RPJMD Kabupaten Seruyan 2025–2029, RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah 2025–2029, hingga RPJMN 2025–2029.
Dengan demikian, setiap usulan yang muncul dalam Musrenbang harus selaras dengan arah pembangunan di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setiap usulan harus mengacu pada dokumen perencanaan yang telah ditetapkan agar pembangunan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Seruyan saat ini memasuki tahap ketiga dengan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing daerah.
Sejumlah prioritas pembangunan juga menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis, pemerataan pembangunan desa, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Bupati juga menekankan agar Musrenbang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan forum diskusi yang benar-benar menghasilkan gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap Musrenbang ini menjadi ruang dialog yang terbuka, partisipatif, dan berorientasi solusi. Sampaikan usulan secara rasional dengan mengutamakan kebutuhan prioritas masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan verifikasi terhadap setiap usulan yang masuk secara objektif dan transparan.
Menurutnya, hanya program yang benar-benar memiliki dampak nyata dan indikator keberhasilan yang jelas yang harus diprioritaskan.“Lakukan verifikasi secara objektif dan transparan. Pastikan program yang diakomodasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, kepada para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bupati berpesan agar terus memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat desa.
Ia juga mengingatkan agar dana desa dimanfaatkan secara efektif, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.“Gunakan dana desa sebaik mungkin untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Libatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan agar tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap perencanaan pembangunan ke depan dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan selaras dengan visi pembangunan daerah, sehingga mampu mendorong kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun.(mc/adakalteng)
Seruyan
Tegaskan Kedisiplinan, Bupati Seruyan Ajak ASN Bekerja Profesional di Tengah Keterbatasan Fiskal
KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan cukup besar.
Situasi tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, yang digelar di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin (5/1/2026).
Apel besar tersebut diikuti Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Penjabat Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh ASN di lingkup Pemkab Seruyan.
Dalam arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Seruyan mengalami refocusing anggaran dengan nilai sekitar Rp80 miliar.
Sementara pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah kembali dihadapkan pada tantangan berupa pemangkasan transfer keuangan yang mencapai kurang lebih Rp190 miliar.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efisien, efektif, dan selektif dalam perencanaan maupun penggunaan anggaran.
“Anggaran yang tersedia harus benar-benar difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Seluruh pos anggaran di perangkat daerah harus diteliti dan diefisiensikan secara maksimal,” tegas Selanorwanda.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Bupati berharap seluruh ASN tetap menjaga semangat kerja, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Selanorwanda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana sosial.
Ia menyebutkan, dana yang berhasil dihimpun diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta, meski angka final masih menunggu hasil rekapitulasi resmi.
“Semoga amal dan sedekah yang telah diberikan menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 10 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Pemkab Seruyan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, komitmen, dan partisipasi pejabat serta ASN.
Hasil evaluasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan reposisi jabatan terhadap pejabat struktural dan pejabat menengah dalam waktu dekat, termasuk penataan ulang jabatan strategis maupun jabatan pendukung.
“Langkah ini bertujuan untuk membentuk formasi organisasi yang ideal agar mampu mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah,” jelasnya.
Selanorwanda menegaskan bahwa disiplin, loyalitas, semangat kerja, dan tanggung jawab harus ditegakkan secara konsisten di seluruh lini pemerintahan.
“Visi dan misi kepala daerah hanya bisa terwujud apabila seluruh jajaran ASN, dari pimpinan hingga staf, berperan aktif dan bekerja dengan penuh dedikasi,” katanya.
Ia juga menyoroti masih ditemukannya sejumlah ASN yang kurang disiplin dan tidak menunjukkan loyalitas dalam menjalankan tugas, seperti ketidakhadiran dalam rapat dan undangan kedinasan.
Menurutnya, perilaku tersebut tidak produktif dan berpotensi menghambat kinerja pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menutup arahannya, Bupati Seruyan mengajak seluruh ASN untuk berorganisasi dengan baik, bekerja secara dewasa dan profesional, serta menyadari bahwa menjadi ASN bukan hanya soal hak, tetapi juga kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga ke depan kita dapat bekerja lebih baik lagi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita semua, serta kepada masyarakat Kabupaten Seruyan, agar Seruyan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
Seruyan
Wabup Supian Ajak Santri Jadi Motor Perubahan dan Penjaga Moral Bangsa
KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, memimpin langsung Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Seruyan, Rabu (22/10/2025).
Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren, tokoh agama, unsur Forkopimda, serta masyarakat umum tampak antusias mengikuti upacara tahunan yang sarat makna sejarah perjuangan kaum santri tersebut.Dalam apel tersebut, Wabup Supian bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat resmi Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar.
Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum reflektif untuk mengenang kontribusi besar para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada Resolusi Jihad 1945 yang digagas oleh K.H. Hasyim Asy’ari, tonggak sejarah yang membangkitkan semangat perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa.
Menteri Agama juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Pemerintah, melalui Kementerian Agama, telah memberikan pendampingan dan bantuan kepada pihak pesantren serta keluarga korban sebagai wujud nyata kepedulian negara terhadap dunia pendidikan keagamaan.
Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, peringatan Hari Santri 2025 menggambarkan posisi strategis santri dalam membangun peradaban modern yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menteri Agama menekankan bahwa santri masa kini tidak boleh sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi harus tampil sebagai pelaku sejarah baru yang berperan aktif dalam kemajuan bangsa.“Santri adalah pilar moral bangsa.
Mereka bukan hanya pewaris tradisi keilmuan, tetapi juga agen perubahan sosial yang siap membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkeadaban,” demikian amanat Menteri Agama yang dibacakan Wabup Supian.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat eksistensi pesantren melalui berbagai kebijakan strategis seperti UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, hingga keterlibatan lembaga pesantren dalam program nasional seperti makan bergizi gratis dan layanan kesehatan gratis.
Langkah tersebut menjadi bukti pengakuan negara terhadap kontribusi pesantren dalam mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.Wakil Bupati Supian dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh santri dan pengasuh pesantren di Kabupaten Seruyan.
Ia menilai, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, moral, dan nasionalisme bagi generasi muda.“Barang siapa menanam ilmu, maka ia menanam masa depan,” ujar Supian, mengutip pesan Menteri Agama.
“Saya mengajak para santri untuk terus belajar, menjaga akhlak, menghormati guru dan kiai, serta mencintai tanah air. Nilai keikhlasan dan pengabdian yang melekat pada diri santri harus menjadi contoh dalam menghadapi tantangan zaman.
”Ia berharap, peringatan Hari Santri tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat abadi akan peran penting santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
“Santri harus hadir di setiap lini kehidupan dari pendidikan, ekonomi, hingga teknologi. Jadilah santri yang membawa pesan damai, berilmu, dan berdaya saing global,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan1 tahun agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Lamandau5 bulan agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Kotawaringin Timur2 bulan agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama6 bulan agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pendidikan7 bulan agoAnjar Subiantori: Gerbang Awal Menuju Tantangan Kedepan
-
Pendidikan1 tahun agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Berita Utama5 bulan agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Pendidikan12 bulan agoSiswi SDN 4 Ketapang Berhasil Juara Fashion Show Daur Ulang, Gaun “Svara Bumi”
