Connect with us

News

Adira Finance Sampit Gelar Gathering AXI, Tawarkan Program dan Bonus Insentif

Published

on

SAMPIT – Adira Finance Cabang Sampit menggelar kegiatan gathering bersama AXI sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan sekaligus meningkatkan sinergi dengan para mitra.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Adira Finance Sampit untuk menyampaikan berbagai program yang dapat dimanfaatkan para mitra AXI, termasuk sejumlah penawaran serta bonus dan insentif sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja mereka.

Dalam gathering tersebut, pihak Adira Finance juga memberikan informasi mengenai program-program terbaru, mekanisme kerja sama, serta peluang bagi para mitra untuk meningkatkan produktivitas dan mendapatkan keuntungan melalui berbagai skema insentif yang ditawarkan.

Sales Head Channeling Adira Finance Sampit Aska Mubarok mengatakan, kegiatan gathering tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama yang semakin baik antara Adira Finance dengan para mitra AXI.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat hubungan dengan para mitra sekaligus menyampaikan berbagai program yang dapat mendukung mereka.

Kami juga memberikan apresiasi melalui bonus dan insentif sesuai dengan program yang berlaku,” kata Aska, Rabu 30 September 2026.

Ia berharap, sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Para mitra juga diharapkan semakin memahami berbagai program Adira Finance dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Gathering AXI Adira Finance Sampit berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Selain penyampaian program, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi serta pemberian apresiasi kepada mitra.

Melalui kegiatan tersebut, Adira Finance Sampit menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang solid, sekaligus membuka peluang bagi para mitra untuk berkembang bersama melalui berbagai program dan insentif yang tersedia.(mc/adakalteng)

News

KADIN Didorong Perkuat Investasi dan Serapan Tenaga Kerja Lokal di Kalteng

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memperkuat peran dunia usaha dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Investasi dan aktivitas usaha diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan aktif pelaku usaha untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Kalteng 2026 yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai I Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (24/9/2026).

Menurut Edy, KADIN memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah karena menjadi wadah bagi pelaku usaha dari berbagai tingkatan, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi berskala besar.

“Untuk membangun perekonomian daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha.

Di sinilah KADIN memegang peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang menaungi para pelaku usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah hingga korporasi besar,” ujar Edy.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi Kalteng harus sejalan dengan Asta Cita Presiden serta visi dan misi pembangunan daerah.

Karena itu, capaian pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pedalaman.

Edy berharap geliat investasi dan kegiatan usaha di Kalteng mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat lokal.

Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja, pengurangan pengangguran, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan.

“Perekonomian daerah yang bergerak maju harus mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi angka pengangguran, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” katanya.

Rapimprov KADIN juga dinilai menjadi momentum untuk menyusun program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Edy berharap organisasi tersebut dapat mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi maupun sosial melalui sinergi yang lebih kuat bersama pemerintah.

Salah satu isu yang membutuhkan dukungan lintas sektor ialah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Edy, dampak karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi turut memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas warga.

Karena itu, keterlibatan dunia usaha dalam pencegahan dan penanganan karhutla dinilai penting.

“Namun kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen, termasuk KADIN dan masyarakat. Mari kita rapatkan barisan, perkuat gotong royong dan kepedulian untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi dampak Karhutla di Kalimantan Tengah.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.Sementara itu, Ketua KADIN Kalteng Rahmat Nasution Hamka mengatakan Rapimprov sekaligus HUT ke-58 KADIN menjadi momentum mengevaluasi sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Rapimprov KADIN yang dilaksanakan serentak di Indonesia. KADIN kabupaten/kota se-Kalteng mengikuti kegiatan secara daring dari wilayah masing-masing.

Pelaksanaan secara daring dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.

Rahmat mengatakan KADIN Kalteng mengusung filosofi Huma Betang sebagai pijakan dalam membangun organisasi yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha.

Konsep tersebut mencakup pengusaha besar dan menengah, UMKM, pengusaha muda, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor industri dan perdagangan.Menurut dia, KADIN harus menjadi organisasi yang semakin terbuka terhadap kolaborasi dan mampu merespons kebutuhan anggotanya dengan cepat.

Rahmat melihat Kalteng memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor energi, pangan, dan air. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi kegiatan produktif sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.

Sektor pangan menjadi salah satu perhatian. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya untuk kebutuhan sayur-mayur, menunjukkan masih terbukanya peluang pengembangan produksi pangan lokal.

“Kebutuhan pangan kita, khususnya sayur-mayur, masih banyak dipasok dari Pulau Jawa. Padahal tanah kita masih banyak. Tinggal kita cari kolaborasi untuk mengolahnya,” ujarnya.

Ia mengajak pelaku usaha di Kalteng membangun kolaborasi dalam pengembangan pangan dan hortikultura. Penguatan tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli serta menggabungkan sumber daya yang dimiliki para pelaku usaha.

Menurut Rahmat, langkah itu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi lokal, tetapi juga membuka ruang bagi pengusaha daerah untuk terlibat lebih besar dalam rantai ekonomi.

Gangguan rantai pasok akibat tenggelamnya kapal yang membawa sejumlah kebutuhan dari Surabaya menuju Banjarmasin, lanjutnya, menjadi salah satu contoh pentingnya membangun ketahanan pasokan dari dalam daerah.

“Potensi ekonomi Kalteng jangan hanya berhenti sebagai sumber daya. Harus dikembangkan menjadi investasi dan kegiatan produksi yang menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, momentum HUT ke-58 KADIN juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota dan jajaran KADIN kabupaten/kota untuk melakukan refleksi terhadap kontribusi organisasi selama ini.

Evaluasi tersebut mencakup sejauh mana KADIN memberikan manfaat kepada anggota sekaligus mengambil bagian dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Organisasi yang besar bukan hanya diukur dari usia dan struktur organisasinya. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Rapimprov dan HUT ke-58 KADIN tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, bupati/wali kota se-Kalteng atau yang mewakili, jajaran pengurus KADIN Kalteng, Ketua Harian DAD, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat, adat dan kepemudaan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kemitraan pemerintah dan dunia usaha, terutama dalam mendorong investasi, meningkatkan produksi lokal, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kalteng.(mc/adakalteng)

Continue Reading

News

Ketika Kotim Menjadi Kota Asap, Pemda Jangan Gagap, Harus Tegas!

Published

on

H. Pujo Darmanto – Pimpinan Redaksi

SAMPIT — Langit Kotawaringin Timur kembali meredup, terselimuti pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kota Sampit kini berada dalam bayang-bayang bahaya setelah Indeks Standar Pencemar Udara mencatat angka 187, yang menempatkan kualitas udara pada kategori Tidak Sehat.

Fenomena berulang ini bukan lagi sekadar isu ekologis tahunan, melainkan ancaman langsung terhadap hak paling dasar warga negara, yaitu udara bersih dan keselamatan hidup, khususnya bagi kelompok rentan serta anak-anak.

Di tengah situasi darurat kesehatan yang nyata, publik menyoroti pola pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Kebijakan yang menyerahkan opsi Belajar dari Rumah serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis kepada diskresi masing-masing kepala sekolah dinilai berisiko mengaburkan garis tanggung jawab publik.

Dalam situasi krisis yang mengancam keselamatan generasi muda, masyarakat tidak membutuhkan kebijakan yang bersifat pasif, melainkan sebuah pedoman kepemimpinan yang terukur, pasti, dan berlaku seragam.

Penyelesaian krisis karhutla juga menuntut penanganan holistik yang tidak berhenti pada tindakan pemadaman di lapangan.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memikul tanggung jawab moral dan hukum untuk mengusut tuntas setiap sumber titik api hingga ke akar penegakan pidana.

Kepastian hukum menjadi pertaruhan penting untuk memastikan tidak ada kepentingan ekonomi yang mengorbankan kesehatan masyarakat.

Kotawaringin Timur membutuhkan langkah konkret dan ketegasan sikap penegak hukum, sebab di balik pekatnya asap yang mengepung Sampit, ada keselamatan dan masa depan generasi penerus yang harus dilindungi secara mutlak. (mc/adakalteng)

Continue Reading

News

Gala Premier ‘SIMFONI HUMA LEWU’ Sukses Besar, Tandai Kebangkitan Era Baru Perfilman Kalteng

Published

on

SAMPIT — Industri kreatif Kalimantan Tengah resmi memasuki babak baru. Lewat sinema berstandar nasional besutan rumah produksi 20/20 Vision, mahakarya film SIMFONI HUMA LEWU sukses menggelar Gala Premier meriah di Ballroom Hotel Midtown Sampit pada Sabtu malam (19/9/2026).

Suasana malam perhelatan terasa begitu eksklusif dan memikat. Ratusan penikmat seni, kritikus film, hingga jurnalis media massa memadati area acara.

Tak ketinggalan, jajaran instansi pemerintah seperti Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, serta Dinas Koperasi dan UKM Kotawaringin Timur (Kotim) turut hadir memberikan dukungan penuh atas lahirnya karya bersejarah ini.

Kemegahan acara tidak hanya terpancar dari pemutaran film. Para tamu undangan disuguhkan pertunjukan tarian tradisional yang anggun, penampilan live musik tradisional Karungut, hingga diskusi publik interaktif bersama para pembuat film.

Mengusung tajuk “Sebuah Film Tentang Warisan, Cinta, dan Pilihan Hidup”, karya ini lahir dari tangan dingin Novita Sari yang bertindak sebagai pemrakarsa ide cerita, penulis skenario, sekaligus produser eksekutif.

Visi kepemimpinannya berhasil mentransformasi kekayaan budaya Kotawaringin Timur menjadi narasi sinematik bernilai estetika tinggi.

Di bawah arahan sutradara Dimas Prasetyo, kolaborasi antara 20/20 Vision, Karya Senias Kotim, seniman, budayawan, dan talenta muda berbakat Kotim sukses memamerkan visual yang ciamik.

Eksekusi sinematografi yang jernih membuktikan bahwa potensi sineas daerah mampu bersaing secara kompetitif di panggung yang lebih luas.

“Film ini tidak sekadar menceritakan kebudayaan lokal, tetapi membawanya naik kelas menuju standar layar lebar nasional dengan eksekusi sinematografi yang amat jernih. Setiap adegan dikemas tajam dan relevan dengan dinamika generasi muda tanpa kehilangan kedalaman nilai budayanya,” tutur Novita Sari.

Gemuruh tepuk tangan yang membahana di akhir pemutaran menjadi penegas posisi Novita Sari dan 20/20 Vision sebagai pelopor era baru sinema Kalimantan Tengah.

SIMFONI HUMA LEWU kini resmi menjadi penanda kesiapan sineas lokal untuk mendobrak dan mewarnai industri film nasional. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id