Connect with us

News

Masih Fasih Bahasa Jawa! Mengenal Profesor C.C. Chan, Tokoh Utama Revolusi Mobil Listrik Dunia Asal Magelang

Published

on

JAKARTA — Sebuah fakta membanggakan terungkap dalam dunia industri otomotif global.

Sosok penting di balik lahirnya era kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Asia ternyata memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat dengan Indonesia.

Adalah Profesor C.C. Chan, seorang tokoh terkemuka yang diakui dunia internasional sebagai The Father of Asian EV, yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam bincang-bincang khusus bersama Helmy Yahya yang diunggah melalui kanal YouTube resminya, Profesor Chan yang kini menginjak usia 90 tahun menceritakan perjalanan hidupnya.

Lahir di Magelang pada Januari 1937, ia mengenyam pendidikan dasar di masa kolonial Belanda sebelum akhirnya melanjutkan studi dan karier cemerlangnya di kancah global, termasuk mengajar di berbagai universitas terkemuka dunia seperti Tsinghua University, MIT, dan University of California.

Titik Balik dan Strategi Revolusi Industri EV di China Sebagai pionir yang memperkenalkan konsep kendaraan ramah lingkungan kepada pemerintah Tiongkok, Profesor Chan membeberkan strategi kunci mengapa China kini mampu mendominasi pasar otomotif dunia, melampaui produsen-produsen konvensional dari Eropa dan Jepang.

Fokus pada Teknologi Inti (Core Technology): Sadar akan ketertinggalan pada mesin pembakaran internal (internal combustion engine) dan transmisi, Tiongkok mengambil jalur inovasi murni dengan fokus penuh pada motor listrik, baterai, serta stasiun pengisian daya (charging station).

Ekosistem dan Skala Ekonomi: Keunggulan biaya produksi yang efisien di Tiongkok bukan hanya didorong oleh otomatisasi dan robotika pabrik, tetapi juga penguasaan ekosistem rantai pasok secara menyeluruh—mulai dari bahan baku pertambangan hingga perakitan akhir.

Kehadiran Negara (Top Design & Policy): Keberhasilan transisi ini didukung penuh oleh kebijakan pemerintah, seperti penyediaan subsidi dan program percontohan (model cities) yang masif pada tahap awal pengembangan.

Peluang Emas bagi Indonesia: Kolaborasi Nikel dan Talenta MudaDalam diskusinya, Profesor Chan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri EV dunia.

Dengan kekayaan sumber daya alam seperti nikel, Indonesia memegang posisi strategis dalam ekosistem rantai pasok baterai global.

Namun, ia juga menitipkan pesan penting bagi generasi muda dan pembuat kebijakan di tanah air:

Keberanian Berinovasi: Penguasaan teknologi tinggi tidak bisa sekadar dibeli, melainkan harus dikembangkan secara mandiri melalui pendidikan dan riset.

Keterlibatan Pemerintah: Dibutuhkan political will yang kuat dari tingkat kepemimpinan tertinggi untuk merancang cetak biru jangka panjang, mengintegrasikan ilmuwan, wirausahawan, serta investor.

Filosofi Enam Pilar Kesuksesan (The Six I’s): Profesor Chan merangkum kunci kemajuan dalam formula Inspiration, Imagination, Innovation, Integration, Implementation, dan Investment.

Menutup perbincangan, ilmuwan senior berdarah Tionghoa yang masih fasih berbahasa Jawa ini memberikan pesan penuh semangat: “Dalam dunia sains, ada kemungkinan yang tidak terbatas. Nothing is impossible.”(mc/adakalteng)

News

Bikin Haru! Ketika Sufmi Dasco, Kapolri, dan Ketum GEKRAFS Kompak Nyanyi ‘Tanah Airku’ di Puncak Hekrafnas 2026

Published

on

JAKARTA – Suasana khidmat mewarnai puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Momen kebersamaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, dan Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kawendra Lukistian saat menyanyikan lagu Tanah Airku menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut.

Dipandu Bendahara Umum GEKRAFS Yanti Adeni, ketiganya menyanyikan lagu nasional itu bersama seluruh peserta yang hadir.

Momen tersebut mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air di tengah upaya memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.

Puncak HEKRAFNAS 2026 yang diinisiasi GEKRAFS tidak hanya menjadi ajang perayaan kreativitas, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dan kepedulian sosial.

Tahun ini, kegiatan diisi dengan doa bersama serta penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian mengatakan, doa bersama menjadi bagian penting dari peringatan tahun ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai tantangan dan bencana yang dihadapi masyarakat.

Ia berharap doa bersama juga dilaksanakan di 17 negara dan tujuh provinsi lainnya yang turut menyelenggarakan HEKRAFNAS 2026, agar seluruh elemen bangsa diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain di Jakarta, peringatan HEKRAFNAS tahun ini berlangsung serentak di sejumlah wilayah Indonesia dan luar negeri.

Berbagai agenda turut digelar, di antaranya diplomasi gastronomi dan Nusantara Creative Walk (NCW), sebagai upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada masyarakat luas.

Sejumlah agenda strategis juga mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara GEKRAFS dengan POLRI dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, peluncuran maskot GEKRAFS KRAFA dan KRAFI, hingga penyelenggaraan EKRAF Awards.

Pada kesempatan yang sama, rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) juga diserahkan atas 131 hari pelaksanaan Roadshow Ekonomi Kreatif Amsal Sitepu.

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Penasihat DPP GEKRAFS, Sufmi Dasco Ahmad, turut mengajak generasi muda untuk tetap optimistis dalam menghadapi dinamika perekonomian nasional.

Dalam sambutannya, Dasco mengingatkan generasi muda agar tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar dan terus percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ia juga berharap GEKRAFS terus berkembang dan menjadi wadah yang mampu mendorong kreativitas, inovasi, serta kolaborasi generasi muda dalam membangun ekonomi kreatif nasional.

HEKRAFNAS 2026 turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan M. Maulana Bungaran, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Ridha Sabana.

Hadir pula perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEKRAFS dari berbagai provinsi, Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), GEKRAFS Kampus, dan GEKRAFS School.

Penyelenggaraan HEKRAFNAS 2026 mendapat dukungan dari BRI sebagai mitra strategis, Bank Mandiri, Sucofindo, PGN Saka, NT Corp, serta sejumlah mitra lainnya.

Melalui semangat Rekacipta, GEKRAFS mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus ruang kolaborasi yang memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Momen menyanyikan Tanah Airku bersama menjadi gambaran bahwa kreativitas, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan beriringan dalam membangun Indonesia.(mc/adakalteng)

Continue Reading

News

HEKRAFNAS 2026: GEKRAFS Perkuat Ekonomi Kreatif, Gaungkan Kepedulian bagi Korban Karhutla

Published

on

JAKARTA — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menggelar puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Mengusung semangat Rekacipta, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui doa bersama dan penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Sebagai inisiator HEKRAFNAS, GEKRAFS menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang peluang usaha dan pertumbuhan industri, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian agenda strategis yang menghubungkan pelaku industri kreatif, pemerintah, dunia pendidikan, hingga mitra lintas sektor.

Ketua Umum DPP GEKRAFS sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa peringatan tahun ini juga menjadi ruang untuk mengajak masyarakat memperkuat solidaritas di tengah berbagai tantangan dan bencana.

“Karena kita di tengah tantangan dan bencana, kita minta ke-17 negara serta 7 provinsi lainnya dilakukan juga doa bersama supaya kita sama-sama bisa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar bisa diberikan kekuatan, diberikan kemampuan untuk menghadapi segala tantangan yang ada,” ujar Kawendra.

Ia menjelaskan, peringatan HEKRAFNAS 2026 tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga melibatkan perwakilan GEKRAFS di tujuh provinsi dan 17 negara melalui Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN).

Sejumlah kegiatan turut digelar, di antaranya diplomasi gastronomi dan Nusantara Creative Walk (NCW).

Kawendra juga menyoroti perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan ekonomi kreatif yang, menurutnya, menjadi dorongan bagi GEKRAFS untuk terus memperjuangkan penguatan sektor tersebut.

“Presiden Prabowo sangat komitmen dengan ekonomi kreatif, bahkan di Asta Cita dua kali beliau menyebutkan ekonomi kreatif. Tentunya perhatian beliau luar biasa dan ini tentunya menjadi semangat kita bersama. Masih banyak lagi yang kita perjuangkan,” katanya.

Puncak acara dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Penasihat DPP GEKRAFS, Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam sambutannya, Dasco mengajak generasi muda tetap optimistis menghadapi dinamika perekonomian dan tidak mudah panik terhadap kondisi pasar modal.

“Generasi muda pada hari ini saya harap tidak galau dengan kondisi pasar (bursa), jangan panik karena fundamental kita kuat sehingga kita ini harusnya bisa menetapkan rating kita sendiri. Saya berharap Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional akan terus berjalan dan jaya,” ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif juga disampaikan Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS, Sandiaga Salahuddin Uno. Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.

“Memang kita memiliki kemajuan ekonomi dengan negara berpendapatan tinggi, ini tentu membutuhkan mesin ekonomi yang sangat kompleks, yang pertama penguasaan sains dan teknologi,” ujar Suyudi.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing.

Dengan kapasitas yang semakin kuat, pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, serta menghasilkan produk dan jasa yang kompetitif.

HEKRAFNAS 2026 turut diisi penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara GEKRAFS dengan Polri, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Pakistan, dan Kementerian Hukum RI.

Agenda lainnya meliputi peluncuran Krafa Krafi dan EKRAF Awards, serta penyerahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas 131 hari pelaksanaan Roadshow Ekonomi Kreatif.

Acara ini juga dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan M. Maulana Bungaran, serta Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Riza Sabana.

Perwakilan DPW GEKRAFS dari berbagai provinsi, DPLN, GEKRAFS Kampus, dan GEKRAFS School juga turut hadir. Penyelenggaraan kegiatan mendapat dukungan BRI sebagai mitra strategis, Bank Mandiri, Sucofindo, PGN Saka, NT Corp, serta sejumlah mitra lainnya.

Melalui HEKRAFNAS 2026, GEKRAFS berharap semangat Rekacipta terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang mendorong inovasi, memperkuat UMKM, membuka peluang kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan, momentum ini menjadi pengingat bahwa ekonomi kreatif dapat berkembang seiring dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. (mc/adakalteng)

Continue Reading

News

Misnarti Apresiasi Pelayanan Lapor Mas Wapres, Merasa Dihargai dan Terbantu

Published

on

JAKARTA – Pengalaman berkesan dirasakan Misnarti saat menerima Bantuan Masyarakat (Banmas) melalui program Lapor Mas Wapres (LMW) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baginya, momen tersebut bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi pengalaman ketika persoalan yang dihadapinya mendapatkan perhatian dan dirinya merasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat.

Misnarti mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang diterima selama menjalani proses pengaduan hingga memperoleh bantuan. Ia menilai pelayanan yang diberikan berlangsung dengan baik dan memberikan kesan positif.

“Pelayanannya sangat baik. Saya merasa didengar dan dihargai. Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Pemerintah dan semua pihak yang sudah membantu saya menyelesaikan persoalan ini,” ungkap Misnarti.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya pelayanan yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian administrasi, tetapi juga menghadirkan kepedulian, komunikasi yang baik, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Misnarti, bantuan yang diterimanya menjadi langkah berarti dalam menghadapi persoalan pendidikan yang selama ini menjadi kendala. Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang telah diberikan.

Persoalan biaya pendidikan, termasuk tunggakan sekolah dan kendala memperoleh ijazah, masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Padahal, ijazah merupakan dokumen penting yang dapat menunjang seseorang dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Dalam situasi seperti ini, akses pengaduan dan tindak lanjut yang tepat menjadi bagian penting dari upaya membantu masyarakat menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.

Melalui program Lapor Mas Wapres, masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan pengaduan dan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Pengalaman Misnarti menunjukkan arti penting proses pelayanan yang memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, memperoleh penjelasan, dan mendapatkan tindak lanjut sesuai persoalan yang dilaporkan.

Lebih dari sekadar bantuan, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Misnarti. Ia merasa puas dengan pelayanan yang diterima dan mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu proses penyelesaian persoalannya.

Kisah Misnarti menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari proses dan hasilnya, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama menjalani proses tersebut. Sikap ramah, perhatian, dan kesediaan mendengarkan dapat memberikan pengalaman yang lebih manusiawi bagi warga yang membutuhkan bantuan.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id