Lamandau
Bupati Lamandau Tampilkan Potensi Unggulan di World Expo Osaka 2025
NANGA BULIK – Kabupaten Lamandau kembali mencuri perhatian dunia. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, tampil di ajang bergengsi World Expo Osaka 2025, Sabtu (11/10/2025), untuk memaparkan potensi unggulan daerahnya di hadapan pelaku industri global dan investor internasional.
Dalam forum tersebut, Rizky menyoroti potensi besar pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan dan bahan baku produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, inovasi ini bukan hanya membuka peluang investasi baru, tetapi juga mendukung agenda transisi menuju energi bersih yang tengah digalakkan secara global.
“Kami memperkenalkan potensi Lamandau, khususnya di sektor pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi terbarukan dan produk bernilai tambah. Sektor ini sangat prospektif untuk dikembangkan sekaligus berkontribusi pada ekonomi hijau,” ujar Bupati Rizky.
Tak hanya itu, Bupati juga mempromosikan pemanfaatan jangkos (empty fruit bunch) sebagai bahan bakar berkelanjutan (sustainable fuel) untuk kebutuhan industri di Jepang dan negara maju lainnya.“Kami berharap, dari paparan ini ada investor yang tertarik menanamkan modal di Lamandau, khususnya dalam industri pengolahan limbah sawit menjadi energi bersih,” harapnya
.Sebagai informasi, Indonesia kini menjadi eksportir biomassa terbesar di dunia, dengan volume ekspor mencapai 3,5 juta ton pada 2024, dan angka tersebut diprediksi terus meningkat di tahun-tahun mendatang.Partisipasi Bupati Rizky di World Expo Osaka bukan kali pertama. Pada 2022, ia juga pernah mewakili Indonesia dalam forum serupa yang membahas inovasi energi hijau dan keberlanjutan lingkungan.
“Keikutsertaan kami di World Expo Osaka 2025 menjadi langkah nyata untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Lamandau sebagai daerah yang proaktif mendukung pengembangan energi terbarukan,” pungkas Rizky.(mc/adakalteng)
Lamandau
Bupati Rizky Aditya Putra Terima SUTAMI Award 2025: Lamandau Jadi Kabupaten Penyelenggara Jalan Terbaik
JAKARTA – Kabupaten Lamandau kembali menorehkan capaian gemilang di tingkat nasional.
Pada peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-80, Senin (1/12/2025), Lamandau sukses meraih SUTAMI Award 2025 untuk kategori Penyelenggaraan Jalan Terbaik Tingkat Kabupaten, sekaligus menempati peringkat pertama dari ratusan peserta se-Indonesia.
Penghargaan prestisius ini diterima langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam acara yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
Dalam kompetisi yang melibatkan 403 kabupaten, Lamandau berhasil unggul jauh di posisi puncak.
Kabupaten Wonogiri menempati urutan kedua, disusul Kabupaten Halmahera Timur di posisi ketiga.
Bupati Rizky menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penghargaan tersebut.“Ini bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi buah kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh pemangku kepentingan.
Kami berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur Lamandau agar semakin layak, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
SUTAMI Award merupakan bentuk penghargaan Kementerian PUPR kepada pemerintah daerah, mitra kerja, komunitas, media, serta pihak lain yang memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan infrastruktur bidang ke-PU-an.
Pada kategori penyelenggaraan jalan, penilaian dilakukan melalui mekanisme yang ketat dan berlapis.
Tahap pertama, seleksi nominasi berdasarkan data kemantapan jalan dan kelengkapan dokumen penyelenggaraan.
Tahap kedua, verifikasi akhir oleh BBJSN/BPJN, mencakup alokasi APBD untuk jalan dan jembatan, metode survei, legalitas dokumen aset jalan, anggaran pemeliharaan, aktivitas forum LLAJ, pemanfaatan teknologi, sarana pengaduan publik, penggunaan media sosial sebagai kanal informasi, hingga rekam jejak hukum.
Lamandau dinilai memenuhi seluruh indikator secara komprehensif dan konsisten, sehingga dinobatkan sebagai kabupaten dengan penyelenggaraan jalan terbaik di Indonesia.
Selain menjadi momen penganugerahan, peringatan Hari Bakti PU ke-80 juga menjadi ruang silaturahmi antar insan Pekerjaan Umum lintas generasi.
Kegiatan ini diharapkan menguatkan solidaritas serta semangat pengabdian dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Prestasi ini menjadi pendorong bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk terus meningkatkan tata kelola infrastruktur, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan fasilitas jalan yang aman, nyaman, dan berkualitas tinggi,” tutup Rizky. (mc/adakalteng)
Lamandau
Lamandau Expo Sukses, Bupati Rizky Tekad Jadikan Lamandau Kota Industri Kreatif di Kalimantan Tengah
LAMANDAU – Kabupaten Lamandau kian agresif mengembangkan diri.
Tidak hanya sukses menggelar rangkaian festival besar seperti Babukung hingga Lamandau Expo, pemerintah daerah kini menargetkan lompatan lebih jauh: menjadikan Lamandau sebagai kota industri kreatif pertama di Kalimantan Tengah.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua program induk sebagai fondasi ekosistem kreatif daerah, yakni Lamandau Festival dan Lamandau Exotic.
Kedua payung besar ini disebut akan menjadi penggerak utama pembentukan identitas kota berbasis kreativitas, budaya, dan ekonomi digital.“Awal 2026 kita akan kick off Lamandau Festival.
Sepanjang tahun sudah kita rancang kegiatan besar, termasuk sportaiment di akhir 2025 yang diproyeksikan menjadi magnet wisatawan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Rizky menegaskan, pembangunan infrastruktur kreatif sedang dipercepat agar Lamandau tumbuh sebagai pusat industri kreatif yang betul-betul melibatkan generasi muda.
Pemerintah ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku kreatif yang produktif, inovatif, dan kompetitif.“Infrastruktur kita siapkan untuk masa depan.
Kita ingin anak-anak muda Lamandau punya ruang untuk berkarya dan berbisnis di dunia kreatif,” tegasnya.Selain penguatan ruang kreatif, Pemkab juga menargetkan peningkatan kualitas event tahunan agar lebih menarik minat wisatawan.
Dorongan ini diperkuat dengan tingginya transaksi pada Lamandau Expo yang menjadi tonggak berkembangnya ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“Ini bukti UMKM kita bergerak. Kita terus tingkatkan agar dampaknya tidak hanya dirasakan saat event saja, tetapi berkelanjutan,” ujar Rizky.Keberhasilan rangkaian festival tahun ini juga ditopang oleh pengamanan yang solid.
Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Polres Lamandau yang bekerja sejak awal kegiatan.Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan secara terstruktur mulai dari Festival Babukung hingga seluruh agenda penutup.
“Pengaturan arus pengunjung serta lalu lintas menjadi fokus utama. Tujuannya agar rangkaian festival berjalan aman, lancar, dan kondusif,” katanya.
Langkah menuju kota industri kreatif pun semakin nyata, dengan sinergi pemerintah, UMKM, komunitas kreatif, dan aparat keamanan yang terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Lamandau.(mc/adakalteng).
Lamandau
Lamandau Gelar Festival Babukung: Ajang Promosi Budaya Sekaligus Pererat Silaturahmi Antar Daerah
LAMANDAU – Festival budaya terbesar di Bumi Bahaum Bakuba, Festival Babukung 2025, resmi dibuka dengan prosesi adat potong pantan, Sabtu (8/11), di Alun-alun Kota Nanga Bulik.
Tradisi sakral yang menjadi simbol penyambutan tamu kehormatan itu kembali memikat perhatian publik dan wisatawan dari berbagai daerah.
Prosesi adat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dengan pakaian adat lengkap dan iringan musik tradisional, penyambutan berlangsung khidmat namun sarat kemeriahan.
Tradisi potong pantan, yang bermakna membuka jalan bagi tamu kehormatan, menjadi lambang penghormatan dan keakraban masyarakat Lamandau.
Sejumlah tokoh penting hadir menyaksikan momen tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi III DPD RI Dr. Hj. Erni Daryanti, Anggota DPRD Kalteng Sugiarto, Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi, S.H., serta Wakil Bupati Kotim Irawati.
Dalam sambutannya, Wabup Abdul Hamid menekankan bahwa tradisi potong pantan bukan sekadar seremonial, melainkan warisan leluhur yang mencerminkan nilai-nilai penghormatan dan keterbukaan masyarakat Lamandau terhadap para tamu.
“Potong pantan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga cara kami memperkenalkan kekayaan budaya dan adat istiadat Lamandau.
Banyak tamu yang justru makin terpikat setelah menyaksikan langsung tradisi ini,” ujarnya.Abdul Hamid juga berharap, gelaran Festival Babukung tahun ini dapat menjadi ajang promosi budaya sekaligus mempererat hubungan kerja sama antar daerah.
“Semoga melalui Festival Babukung 2025, jalinan silaturahmi dan kolaborasi dengan daerah lain semakin kuat, serta dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata Lamandau terus meningkat,” tambahnya.
Festival Babukung sendiri dikenal sebagai ikon budaya Kalimantan Tengah yang menampilkan perpaduan seni, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Dayak Tomun.
Setiap tahunnya, kegiatan ini selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan pesona budaya autentik dari jantung Kalimantan. ( mc/adakalteng)
-
Lamandau4 bulan agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pendidikan1 tahun agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Berita Utama5 bulan agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pendidikan7 bulan agoAnjar Subiantori: Gerbang Awal Menuju Tantangan Kedepan
-
Pendidikan11 bulan agoSiswi SDN 4 Ketapang Berhasil Juara Fashion Show Daur Ulang, Gaun “Svara Bumi”
-
Kotawaringin Timur4 bulan agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Berita Utama5 bulan agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Ragam dan Peristiwa5 bulan agoTerjadi Lagi! Wanita Muda Jadi Korban Begal di Sampit
