Connect with us

Palangkaraya

CNN Indonesia Awards 2025: Pemprov Kalteng Terima Penghargaan

Published

on

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Pemprov Kalteng berhasil meraih penghargaan Outstanding Initiative for Expanding Higher Education Access dalam ajang bergengsi CNN Indonesia Awards 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Detiknetwork, Abdul Aziz, kepada perwakilan Pemprov Kalteng dalam malam puncak penghargaan yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada Jumat (31/10/2025).

Kalteng dinilai layak menerima penghargaan tersebut berkat inisiatif visioner melalui program Satu Rumah Satu Sarjana, sebuah terobosan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Program ini menargetkan agar setiap keluarga di Kalimantan Tengah memiliki minimal satu anggota bergelar sarjana, sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mempersempit kesenjangan sosial.

Melalui program ini, Pemprov Kalteng menyediakan pendidikan gratis mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, lengkap dengan beasiswa dan fasilitas pembelajaran hybrid yang memungkinkan masyarakat di daerah terpencil tetap dapat mengenyam pendidikan berkualitas.

Program ini juga dijalankan dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.“Inisiatif ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih setara dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Kalteng,” demikian keterangan pihak penyelenggara dalam penyerahan penghargaan tersebut.

Melalui peningkatan kualitas pendidikan, Pemprov Kalteng berharap dapat menciptakan generasi produktif dan kompetitif, yang berimplikasi langsung pada peningkatan peluang kerja, pendapatan rumah tangga, serta pengurangan ketimpangan sosial antarwilayah.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Kalteng Berakhlak, Maju, dan Sejahtera untuk Semua.

Ajang CNN Indonesia Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, BUMD, dan pihak swasta yang menunjukkan kinerja dan inovasi luar biasa dalam pembangunan bangsa.

Tahun ini, penghargaan mengusung tema Kolaborasi dan Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong kemajuan Indonesia.

Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran mengatakan, Melalui program ini, Pemprov Kalteng memberikan paket pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, lengkap dengan beasiswa serta sistem pembelajaran hybrid agar dapat diakses masyarakat di wilayah pelosok.

Program ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalteng yang gagal kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi atau jarak.

Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Agustiar menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemprov Kalteng untuk terus memperluas akses pendidikan dan memperkuat kualitas SDM di seluruh wilayah, termasuk di daerah pedalaman dan perbatasan.

“Pendidikan adalah pondasi pembangunan.Melalui program ini, kami tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Agustiar mengatakan, Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kalteng sebagai salah satu provinsi dengan komitmen tinggi terhadap pembangunan manusia berbasis pendidikan.

Pemprov bertekad melanjutkan program ini secara berkelanjutan dan menjadikannya model pengembangan pendidikan daerah yang inklusif di Indonesia.“Ini bukan akhir, tapi awal dari langkah panjang kita.

Kalteng akan terus berinovasi agar setiap anak daerah bisa berpendidikan tinggi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,”tutupnya.Acara puncak turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Ketua DPD RI Sultan Najamudin.

Tahun 2025 menandai penyelenggaraan CNN Indonesia Awards yang kedelapan, setelah sebelumnya sukses digelar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Jawa Barat, Bali, Sumatra Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.(mc/adakalteng)

Palangkaraya

Eratkan Kebersamaan, PWI Kalteng Dan IKWI Gelar Aksi Berbagi Takjil di Jalan RTA Milono

Published

on

PALANGKA RAYA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kalteng membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor PWI Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (7/3/2026) sore.

Kegiatan sosial yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menyasar para pengendara roda dua, roda empat, serta warga yang melintas di kawasan tersebut.

Para pengurus PWI dan anggota IKWI turun langsung ke tepi jalan untuk membagikan takjil agar masyarakat yang masih dalam perjalanan dapat berbuka puasa tepat waktu.Sebanyak 400 paket takjil disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat.

Antusiasme pengendara terlihat tinggi saat menerima paket berbuka yang dibagikan secara gratis tersebut.

Ketua PWI Kalteng, M. Zainal, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Menurutnya, aksi sederhana tersebut diharapkan dapat membantu warga yang belum sempat sampai di rumah saat waktu berbuka tiba.

“Setiap Ramadan kami berupaya menggelar kegiatan berbagi seperti ini. Semoga dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar tetap bisa berbuka puasa,” ujarnya.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara pengurus PWI Kalteng dan IKWI di Kantor PWI Kalteng.

Momentum kebersamaan itu juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kekompakan antaranggota organisasi kewartawanan di Kalimantan Tengah.

PWI Kalteng berharap kegiatan sosial berbagi takjil ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Palangkaraya

Redam Ketegangan di PT ABB, Kapolda Kalteng Duduk Bersama Ormas Kedepankan Solusi Persuasif dan Adat

Published

on

PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) merespon cepat permasalahan yang terjadi di Jalan Houling Sekmen 3 PT Asmin Bara Barunang (ABB), Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengundang langsung anggota koalisi Organisasi Masyarakat (Ormas) Kalteng untuk mendengar secara langsung kronologis permasalahan yang terjadi di PT ABB.

Dalam peristwa mengakibatkan adanya korban terluka dari kedua belah pihak, yaitu dari masyarakat adat anggota koalisi Ormas Kalteng dan aparat kepolisian Kabupaten Kapuas.

Eko Yanto Saputra, selaku pembina Koalisi Ormas Kalteng menyampaikan bahwa, Kapolda Kalteng mengharapkan agar permasalahan yang telah terjadi baru-baru ini, agar tidak berkembang liar tanpa adanya informasi yang jelas sumbernya.

Sehingga hal itu bisa mengganggu kondusitifitas dan Kamtibmas di bumi Tambun Bungai, yang telah terjalin baik antar sesama masyarakat selama ini.

“Dalam pertemuan kami dengan bapak Kapolda Kalteng tadi siang, intinya agar masalah ini di selesaikan secara persuasif dan proses adat,” kata Yanto, Rabu 4 Maret 2026.

Ia juga mengatakan bahwa, pihak Polda Kalteng mengambil alih penangganan proses hukum, baik itu terkait sengketa lahan milik Tono Priyanto BG dengan pihak PT ABB serta permasalahan adat yang dituntut oleh masyarakat adat yang tergabung didalam Koalisi Ormas Kalteng.

Yanto juga menegaskan juga bahwa didalam penindakan upaya hukum terkait aksi Aliansi Masyarakat Adat Dayak di PT ABB, pihak Polda Kalteng akan dilakukan secara persuasif demi terciptanya kondusitifitas dan kamtibmas di masyarakat Kalimantan Tengah.

“Saat ini, untuk pihak masyarakat adat Koalisi Ormas Kalteng yang terluka, akan di berikan pengobatan maksimal oleh pihak Polda Kalteng,” jelasnya.Pada kesempatan ini, dirinya menghimbau kepada seluruh khususnya masyarakat adat Kalimantan Tengah dan umumnya Kalimantan, untuk tidak mudah terprovokasi terhadap informasi-informasi dari sumber yang tidak bertanggung.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusitifitas dan kamtibmas dan mempercayakan proses ini semua kepada pihak Poda Kalteng, yang telah membuka diri untuk membantu didalam permasalahan dengan pihak PT ABB,” tutup Eko.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Palangkaraya

Gubernur Kalteng: Sektor Lain Boleh Efisiensi, Tapi Jangan BPJS Rakyat!

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin hak kesehatan masyarakat kurang mampu. Saat ini, iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 650 ribu jiwa warga miskin di Kalteng sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan kelompok rentan tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya iuran.

Dengan langkah tersebut, Pemprov Kalteng berupaya menutup celah pelayanan kesehatan bagi warga yang selama ini kesulitan membayar premi jaminan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, menyampaikan bahwa seluruh peserta penerima bantuan iuran tetap terdaftar dalam skema BPJS Kesehatan, hanya saja pembiayaan iurannya dialihkan ke pemerintah provinsi.“Sekitar 650 ribu jiwa iurannya ditanggung oleh Pemprov.

Dengan jumlah tersebut, kami mengasumsikan masyarakat kurang mampu di Kalteng telah terakomodasi dalam program jaminan kesehatan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menegaskan, mekanisme kepesertaan tidak berubah. Warga tetap menggunakan layanan BPJS Kesehatan sebagaimana mestinya, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan ke rumah sakit.

Perbedaannya, beban iuran tidak lagi dipikul masyarakat, melainkan ditanggung pemerintah daerah.Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memberi penekanan khusus agar pemerintah kabupaten dan kota tidak menjadikan sektor kesehatan sebagai sasaran efisiensi anggaran. Ia meminta program BPJS untuk masyarakat tetap dipertahankan, bahkan diperkuat.

“Kesehatan adalah kebutuhan pokok. Jangan BPJS masyarakat yang dipangkas. Kalau mau efisiensi, sektor lain saja. Jangan korbankan layanan kesehatan rakyat,” tegasnya.

Selain skema BPJS, Pemprov Kalteng juga menyiapkan jaring pengaman bagi masyarakat tidak mampu yang mengalami kondisi darurat medis namun belum memiliki jaminan kesehatan.

Dalam situasi kegawatdaruratan, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran layanan kelas III gratis di rumah sakit milik provinsi, yakni RSUD dr. Doris Sylvanus, RSUD Hanau, dan RSJ Kalawa Atei.

Kebijakan ini diharapkan menjadi bantalan sosial agar tidak ada warga Kalteng yang tertolak layanan kesehatan hanya karena persoalan biaya atau status kepesertaan BPJS.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id