Connect with us

Palangkaraya

Gubernur Kalteng: Berhasil Tekan Kemiskinan Turun ke 5,19%, Masuk 10 Besar Provinsi Miskin Terendah

Published

on

PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam pembangunan ekonomi daerah.

Pada 2025, tingkat kemiskinan Kalteng berada di angka 5,19 persen, pada tahun 2024 lalu masih diangka 5,26 persen berkurang sekitar 0,07 persen.

Dan menjadikan provinsi ini masuk 10 besar provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, tepatnya berada di peringkat ke-7 dari 38 provinsi.

Capaian ini disebut sebagai hasil kerja bersama dalam mengurangi beban hidup masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa arah pembangunan Kalteng bergerak menuju kondisi yang lebih maju, sejahtera, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Menurut prinsip pembangunan ekonomi, pendekatan penurunan kemiskinan dilakukan melalui dua jalur sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan meningkatkan kemampuan ekonomi rumah tangga.

Kebijakan dua arah ini diyakini mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan sekaligus membuat hasilnya lebih merata.

Di sisi pertama, pemerintah menjalankan berbagai program yang meringankan pengeluaran warga, di antaranya, BPJS Kesehatan, Program beasiswa seperti 1 Rumah 1 Sarjana, Program Prioritas Internet Gratis, Pemutihan pajak, Bantuan dan subsidi kebutuhan pokok melalui pasar murah.

“Semua program ini dirancang agar beban hidup masyarakat berkurang dan kebutuhan dasar mereka lebih terjangkau,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Sementara di sisi kedua, pemerintah memperkuat peningkatan pendapatan warga melalui Bazar UMKM dan berbagai festival seperti Huma Betang Night, Penciptaan dan perluasan lapangan kerja melalui Job Fair, Pelatihan keterampilan kerja, serta dukungan penuh terhadap UMKM, ekonomi kreatif, dan wirausaha baru.

“Ketika peluang ekonomi terbuka dan pendapatan masyarakat meningkat, maka ketahanan ekonomi rumah tangga menjadi lebih kuat,” jelas Gubernur.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata dampak dari rangkaian kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Masuknya Kalteng dalam jajaran provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah hasil kerja keras bersama.

Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak searah. Kita menekan beban hidup sekaligus membuka peluang ekonomi bagi semua lapisan masyarakat,” tegas Agustiar.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperkuat berbagai program prioritas agar penurunan angka kemiskinan semakin signifikan di tahun-tahun mendatang.

“Kita ingin masyarakat Kalteng hidup lebih layak, lebih sejahtera, dan memiliki kesempatan ekonomi yang sama. Pembangunan yang merata adalah komitmen kita,” pungkasnya.(mc/adakalteng)

Palangkaraya

Wujudkan Visi Presiden Prabowo, Gubernur Agustiar Hibahkan Lahan Pribadi Seluas 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda

Published

on

PALANGKA RAYA – Komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kembali ditunjukkan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Agustiar Sabran menghibahkan lahan pribadi seluas 20 hektare di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk pembangunan Sekolah Garuda.

Hibah lahan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat sistem pendidikan unggulan sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.

Agustiar Sabran menegaskan, pembangunan Sekolah Garuda merupakan langkah strategis daerah untuk sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai program nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah Garuda diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan berkualitas yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Selain memperkuat sektor pendidikan, keberadaan sekolah tersebut juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah secara lebih luas,” tutupnya.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Palangkaraya

Sekda Kalteng: Pastikan Tepat Sasaran, Validasi Ulang Data Penerima Insentif Jabatan Sosial

Published

on

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mulai melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data calon penerima insentif bagi sejumlah jabatan keagamaan dan kemasyarakatan di seluruh wilayah Kalteng.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa pendataan awal telah tersedia, namun saat ini tengah dilakukan pencocokan ulang guna memastikan keabsahan dan keaktifan jabatan di lapangan.

“Data awal sudah ada, mulai dari ustaz dan ustazah, marbot, pendeta, pastor, guru sekolah minggu, mantir, damang, ketua RT dan ketua RW. Sekarang sedang diverifikasi kembali,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Menurut Leonard, proses verifikasi ini penting agar insentif benar-benar diberikan kepada mereka yang masih aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa insentif tersebut melekat pada jabatan, bukan pada kondisi ekonomi pribadi penerima.“RT itu jabatan, RW jabatan, Babinsa jabatan, Bhabinkamtibmas jabatan, damang jabatan. Termasuk para ustaz dan tokoh agama lainnya.

Semua yang memenuhi kriteria jabatan akan menerima,” tegasnya.Ia juga memastikan bahwa program ini tidak didasarkan pada kategori mampu atau tidak mampu, melainkan sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas peran strategis para pemangku jabatan dalam menjaga ketertiban, kerukunan, serta pelayanan sosial di tingkat akar rumput.

Selain tokoh agama dan tokoh adat, aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga masuk dalam daftar penerima insentif.

Pemerintah berharap proses verifikasi dapat segera dirampungkan dalam batas waktu yang akan ditentukan, sehingga penyaluran bisa dilakukan tepat waktu.

“Kita targetkan secepatnya, nanti akan ada deadline yang ditetapkan,” pungkas Leonard.Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret Pemprov Kalteng dalam memperkuat peran sosial dan menjaga stabilitas masyarakat melalui dukungan langsung kepada para penggerak di tingkat bawah.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Palangkaraya

Perkuat Sinergi, Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Buka Puasa Bersama Forkopimda di Kodam

Published

on

PALANGKA RAYA – Momentum Ramadan dimanfaatkan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk mempererat soliditas pimpinan daerah.

Bertempat di Markas Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, Palangka Raya, Selasa (3/3/2026), Gubernur menghadiri buka puasa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para bupati se-Kalteng.

Suasana yang terbangun terasa hangat dan penuh keakraban, namun sarat makna strategis. Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang konsolidasi untuk menyatukan arah kebijakan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dalam kebersamaan itu, unsur TNI, Polri, pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota duduk satu meja, berdiskusi ringan namun substansial.

Isu stabilitas keamanan, kelancaran program prioritas daerah, hingga tantangan pembangunan menjadi bagian dari obrolan yang mengalir menjelang waktu berbuka.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa kekompakan pimpinan daerah merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, komunikasi yang terbuka tanpa sekat birokrasi akan mempercepat eksekusi program dan meminimalkan hambatan di lapangan.

“Kalau barisan rapi dan komunikasi berjalan baik, pembangunan pasti ikut lancar. Kalteng maju itu hasil kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Kehadiran lengkap unsur Forkopimda menjadi sinyal kuat bahwa koordinasi antarlembaga di Kalteng berjalan solid. Sinergi ini dinilai penting, terutama di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

Ramadan pun menjadi momentum refleksi sekaligus “recharge” semangat pengabdian. Di tengah suasana kebersamaan, para pimpinan daerah sepakat untuk terus menjaga kekompakan demi memastikan roda pembangunan tetap bergerak dan keamanan daerah tetap kondusif.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id