Berita Utama
Wamen Komdigi Gandeng BPJS Kesehatan, Pacu Transformasi Layanan Berbasis AI
JAKARTA – Transformasi digital sektor kesehatan kian dipacu. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan kesiapan pemerintah membangun kolaborasi strategis dengan BPJS Kesehatan dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data.
Ia menilai, pengelolaan data berskala besar seperti yang dimiliki BPJS Kesehatan sudah tidak lagi efektif jika mengandalkan cara konvensional.“Pengelolaan data dalam skala besar tidak bisa lagi manual.
Volume data terus bertambah dan bergerak cepat. AI menjadi kebutuhan mutlak agar layanan publik lebih responsif dan tepat sasaran,” ujar Nezar saat menerima Direktur TI BPJS Kesehatan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Nezar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan fondasi kuat melalui program AI Talent Factory sebagai motor penggerak transformasi ini.
Program tersebut dirancang untuk mencetak talenta digital yang siap menjawab kebutuhan nyata di lapangan.“Kami menyiapkan talenta dari kampus-kampus unggulan, dilatih dengan studi kasus riil, dan didampingi mentor dari industri global,” jelasnya.
Sejumlah perguruan tinggi ternama terlibat dalam program ini, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.
Program ini juga diperkuat kolaborasi dengan raksasa teknologi dunia seperti Google, Apple, Amazon, serta institusi akademik internasional seperti Massachusetts Institute of Technology dan University of Oxford.
Menurut Nezar, kolaborasi dengan BPJS Kesehatan bisa segera direalisasikan dengan memadukan kekuatan data, kebutuhan layanan (use case), dan talenta yang telah disiapkan.
“BPJS punya data dan kebutuhan nyata, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung dijalankan. Targetnya jelas, layanan harus lebih cepat, akurat, dan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai mengembangkan berbagai penerapan AI, seperti chatbot, analisis klaim, hingga smart analytics.
Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah kendala.“Kami sudah mulai, tapi masih ada keterbatasan, terutama dalam pengembangan model dan optimalisasi pemanfaatan data,” ujarnya.
Ia mengakui, sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memahami kebutuhan pengguna secara komprehensif.“Chatbot masih sebatas pengganti FAQ. Analisis klaim juga belum mampu membaca banyak variabel.
Ini yang ingin kami tingkatkan agar layanan lebih cepat dan presisi,” tambahnya.Melalui sinergi ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada layanan BPJS Kesehatan, mulai dari respons layanan yang lebih cepat, proses klaim yang lebih singkat, hingga optimalisasi data kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Tak hanya itu, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat kapasitas internal BPJS Kesehatan melalui transfer pengetahuan serta pengembangan talenta digital yang berkelanjutan.(komdigi/mc/adakalteng)
Berita Utama
Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Akselerasi Pompanisasi dan Percepatan Tanam
JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino dengan mengerahkan lima strategi utama.
Upaya ini difokuskan pada periode krusial April hingga Juni 2026 guna memastikan stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.Mengacu pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah menilai potensi El Nino perlu direspons cepat dengan langkah taktis dan terukur.
“Ini cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu percepatan langkah strategis,” ujar Mentan Amran saat Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Di tengah ancaman tersebut, pemerintah tetap menjaga optimisme. Stok pangan nasional saat ini tercatat mencapai 4,4 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kita harus jaga momentum ini,” tegasnya.Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Kementerian Pertanian mengakselerasi lima langkah utama.
Pertama, memetakan wilayah rawan kekeringan sekaligus memperkuat sistem peringatan dini agar respons di lapangan lebih cepat dan tepat.
Kedua, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan sistem pompanisasi dan perpipaan.
Ketiga, mempercepat masa tanam di daerah yang masih memiliki ketersediaan air, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur pendek.
Keempat, memaksimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan area cetak sawah yang telah tersedia, agar segera ditanami tanpa jeda.
Kelima, memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program berjalan efektif di lapangan.
Mentan Amran menekankan, berbagai program seperti optimalisasi lahan rawa, percepatan cetak sawah, hingga penguatan irigasi perpompaan (irpom) harus digerakkan serentak.
“Wilayah yang masih mengalami hujan harus dipacu tanamnya. Oplah rawa dipercepat, sawah yang sudah jadi segera ditanami, pompanisasi harus aktif,” jelasnya
.Implementasi strategi tersebut kini mulai berjalan di berbagai daerah, termasuk percepatan tanam dan penguatan infrastruktur air sebagai langkah konkret menghadapi musim kemarau.
Untuk mendukung percepatan, pemerintah daerah diminta segera mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana, terutama terkait irigasi perpompaan, agar penyesuaian anggaran dapat dilakukan dengan cepat.
“Daerah yang membutuhkan irpom segera usulkan secara online. Kita siap geser anggaran demi percepatan,” tegasnya.
Menurut Mentan, periode April hingga Juni menjadi titik penentu keberhasilan upaya ini. Jika fase kritis tersebut dapat dilalui dengan baik, maka target swasembada pangan diyakini tetap terjaga.
“Penentu ada di April, Mei, Juni. Kalau ini aman, swasembada bisa berlanjut,” ujarnya.Ia pun optimistis, dengan kolaborasi solid antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani, ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan iklim global.
Selain menjaga produksi, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.“Pertanian menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas pangan di tengah krisis global.
Ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” tutup Mentan Amran.(Kementan/mc/adakalteng)
Berita Utama
Apresiasi Gerak Syariah 2026, Menag Sebut Ramadan Perkuat Ekonomi Akar Rumput
JAKARTA — Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi atas keberhasilan program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan.
Ia menilai, geliat ekonomi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri menjadi motor penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terutama di lapisan akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keynote speech pada penutupan Gerak Syariah 2026 di Gedung OJK–Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Menurut Nasaruddin, dinamika ekonomi Ramadan tidak sekadar soal konsumsi, tetapi juga mencakup peningkatan zakat, sedekah, hingga mobilitas sosial yang tinggi melalui tradisi mudik.
“Pergerakan ekonomi selama Ramadan sangat dinamis. Salah satu yang paling terasa adalah arus mudik, yang memicu perpindahan dana dari kota ke desa,” ujarnya.
Nasaruddin menegaskan, arus balik masyarakat ke kampung halaman membawa efek berantai bagi perekonomian daerah. Aktivitas belanja, renovasi rumah, hingga kegiatan sosial-keagamaan turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun aktivitas sosial masyarakat,” jelasnya.
Masjid Jadi Posko Layanan PemudikUntuk menunjang kelancaran mobilitas, Kementerian Agama mengoptimalkan fungsi masjid sebagai titik layanan pemudik. Tercatat, sebanyak 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik disiapkan sebagai posko berbasis komunitas.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif. Pengurus masjid secara sukarela menyediakan tempat istirahat, fasilitas ibadah, hingga bantuan sederhana bagi para pemudik.
“Partisipasi ini menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata NasaruddinDi sisi lain, program Gerak Syariah 2026 mencatat capaian signifikan dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Jutaan masyarakat berhasil dijangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan penghimpunan dana di sektor keuangan berbasis syariah.
Nasaruddin juga menilai, capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Penguatan literasi dan inklusi harus terus didorong agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tegasnya.Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya mengaitkan momentum Ramadan dengan penguatan sektor riil.
Ia menilai, peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku usaha, khususnya UMKM dan industri halal di daerah.
“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif, termasuk memperkuat UMKM dan memperluas industri halal,” ujarnya.
Momentum Bukan Sekadar MusimanMenutup pernyataannya, Menag berharap geliat ekonomi Ramadan tidak berhenti sebagai fenomena tahunan semata, melainkan dapat dikelola sebagai strategi jangka panjang dalam penguatan ekonomi syariah.
“Ramadan harus menjadi momentum berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Kemenag/mc/adakalteng)
Berita Utama
Tiba dari Luar Negeri, Seskab Teddy Indra Wijaya Gelar Halalbihalal Bersama Pegawai Setkab
JAKARTA – Sepulang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Korea, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar kegiatan halalbihalal bersama pegawai Sekretariat Kabinet dan keluarga, Kamis (2/4/2026).
Acara yang berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan itu, Teddy menekankan pentingnya mempererat silaturahmi serta membangun rasa kekeluargaan di lingkungan kerja.
Ia mengingatkan bahwa hubungan antarpegawai tidak semata sebatas urusan pekerjaan formal, melainkan juga perlu dibangun dengan kepedulian dan kebersamaan.“Di sini kita adalah satu keluarga.
Jangan hanya datang, bekerja, lalu pulang. Bangun hubungan yang lebih erat, perbanyak teman, dan sebisa mungkin saling membantu, minimal tidak saling mempersulit,” ujarnya.
Selain itu, Teddy juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tertata, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, kantor merupakan tempat yang banyak dihabiskan waktu oleh pegawai, sehingga sudah seharusnya dijaga dengan baik, dimulai dari hal sederhana seperti merapikan meja kerja sebelum dan sesudah beraktivitas.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Sekretariat Kabinet atas dedikasi dan kerja keras dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Ia pun mengingatkan agar transformasi budaya kerja terus dijalankan secara konsisten,” ucap Teddy.Suasana Meriah dengan Kuis Anak Pegawai Kegiatan halalbihalal semakin semarak dengan kehadiran keluarga pegawai, khususnya anak-anak yang turut memeriahkan suasana. Dalam momen tersebut, Teddy menggelar kuis ringan dengan menantang anak-anak menyebutkan nama Presiden Republik Indonesia.
Tantangan itu langsung disambut antusias. Salah satu peserta, Reimar, siswa kelas 1 SD, tampil percaya diri menyebutkan nama-nama Presiden RI dari Soekarno hingga Prabowo Subianto dengan lancar, yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Di penghujung acara, Teddy menyempatkan diri bersalaman dengan seluruh pegawai dan keluarga yang hadir.
Momen tersebut menjadi penutup yang mempererat kebersamaan, sekaligus membangkitkan semangat kerja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.(sekretariatkabinet/mc/adakalteng)
-
Kotawaringin Timur3 bulan agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Pendidikan1 tahun agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Lamandau6 bulan agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama7 bulan agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pendidikan1 tahun agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Berita Utama6 bulan agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Kotawaringin Timur6 bulan agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan8 bulan agoAnjar Subiantori: Gerbang Awal Menuju Tantangan Kedepan
