Pemerintahan
Bupati Seruyan Hadiri Rakor Nasional, Pemda Diminta Inovatif Atasi Krisis SDM Transportasi
JAKARTA – Bupati Seruyan, Ahmad Selanaorwanda, menghadiri Rapat Koordinasi Harmonisasi Kebijakan Pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor transportasi dalam upaya memperkuat kinerja pemerintah daerah tahun 2026.
Kegiatan strategis ini digelar di Redtop Hotel dan Convention Center, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pusat dan daerah guna mengurai persoalan klasik sekaligus merumuskan strategi konkret dalam pengelolaan transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam pembahasan, terungkap bahwa sektor angkutan umum di daerah masih dibayangi berbagai kendala, terutama keterbatasan fiskal pemerintah daerah dalam menopang layanan transportasi publik.
Kondisi ini dinilai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Sejumlah narasumber menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai solusi utama.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dinilai krusial untuk menciptakan sistem transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Permasalahan transportasi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, terutama dalam hal pembiayaan layanan angkutan umum di daerah,” ujar salah satu pembicara dalam forum tersebut.
Selain aspek pendanaan, dinamika sektor transportasi yang terus berkembang juga menjadi sorotan.
Perubahan kondisi wilayah, pertumbuhan penduduk, hingga perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk lebih adaptif dan inovatif dalam merumuskan kebijakan.
Tak hanya itu, forum ini juga menekankan perubahan paradigma aparatur pemerintah. ASN didorong tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan dalam mengelola layanan publik.
“Kita harus mampu melihat layanan transportasi bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkap salah satu peserta rapat.
Penguatan kualitas SDM menjadi benang merah dalam diskusi tersebut. Ditekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kapasitas dan profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan.
Seluruh kebijakan strategis pemerintah, pada akhirnya, diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Karena itu, pengelolaan SDM yang unggul dan kompeten menjadi prioritas utama.
Dalam perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) periode 2025–2029, pemerintah tetap memprioritaskan sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Namun demikian, sektor strategis lain termasuk transportasi, energi, dan infrastruktur tetap mendapat perhatian sebagai penopang pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Fokus utama memang pada layanan dasar, tetapi sektor transportasi dan infrastruktur tetap menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah,” tutupnya.(diskominfoseruyan/mc/adakalteng)
Pemerintahan
Wabup Supian Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Seruyan Bidik Adipura

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong pembenahan tata kelola sampah dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, perangkat daerah hingga pelaku usaha.
Pengelolaan sampah tidak lagi sekadar mengandalkan pola kumpul, angkut dan buang, tetapi harus diarahkan pada sistem berkelanjutan yang mampu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., saat membuka Training Tata Cara Pelaporan Kinerja Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Skala Kawasan Berdasarkan SIKPSN dan PROPER se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026, di G House Kuala Pembuang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Seruyan itu diikuti perwakilan perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta kalangan pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Supian menilai peningkatan kualitas pengelolaan sampah harus dibarengi dengan kemampuan menyajikan data dan laporan kinerja yang akurat.
Sebab, pelaporan bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur sejauh mana upaya pengelolaan lingkungan telah berjalan.
“Pengelolaan sampah harus kita ubah menjadi lebih terencana dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya mengumpulkan, mengangkut, kemudian membuang.
Kita perlu membangun kesadaran bersama agar sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya,” tegas Supian.
Ia juga meminta seluruh peserta memahami mekanisme pelaporan melalui Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional (SIKPSN).
Ketepatan dan validitas data dinilai penting agar capaian pengelolaan sampah di Kabupaten Seruyan dapat terukur dan menjadi dasar evaluasi pemerintah.
Selain itu, Supian mengingatkan perusahaan dan pelaku usaha agar semakin meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan, termasuk melalui penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas.
Perangkat daerah bersama pemerintah desa dan kelurahan harus memastikan validitas data, sementara pelaku usaha wajib menjalankan pengelolaan sampah sesuai ketentuan.
Di sisi lain, DLHK diharapkan aktif memberikan pendampingan sekaligus melakukan pengawasan.
“Semua pihak harus mengambil bagian. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perangkat daerah, pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Supian berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam menyusun pelaporan sekaligus mendorong perbaikan nyata terhadap kinerja pengelolaan sampah di seluruh wilayah Seruyan.
Ia menyebut, peningkatan kinerja tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pencapaian penghargaan Adipura serta mewujudkan program Seruyan BARASIH (Bersama Selenggarakan Seruyan Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan).
Lebih jauh, Supian menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya mengurangi risiko pencemaran dan mencegah terjadinya banjir.
Bahkan, sampah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan harus mulai diarahkan menjadi peluang ekonomi melalui penerapan konsep ekonomi sirkular, seperti pemilahan, daur ulang dan pemanfaatan kembali.
“Kami ingin sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai masalah yang harus dibuang. Jika dikelola dengan baik, sampah juga bisa memiliki nilai tambah dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, sinergi dan kesadaran seluruh elemen sangat diperlukan untuk mewujudkan Seruyan yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
ASN Seruyan Harus Jaga Integritas dan Etika di Era Digital

KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan agar mampu menjaga integritas, etika, dan tanggung jawab dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital.
Penggunaan media sosial hingga kecerdasan buatan (AI) harus diimbangi dengan moralitas dan nilai-nilai keagamaan agar tidak menggerus profesionalisme sebagai abdi negara.
Pesan tersebut disampaikan Supian saat menghadiri kegiatan Pembinaan ASN melalui Siraman Rohani dan Silaturahmi Pagi di Masjid Agung Nurul Yaqin, Kuala Pembuang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan rutin bulanan tersebut mengangkat tema “Transformasi Digital yang Beradab: Menjaga Integritas ASN di Era Media Sosial dan Kecerdasan Buatan (AI)”, dengan menghadirkan Ustadz Ahmad Yani, S.Ag., sebagai penceramah.
Turut hadir jajaran Kementerian Agama Kabupaten Seruyan serta sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Seruyan.
Dalam sambutannya, Supian menegaskan bahwa pembinaan rohani bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi sarana penting untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun karakter ASN yang memiliki semangat pengabdian tinggi.
Menurutnya, kesibukan dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh membuat ASN mengabaikan kebutuhan spiritual.
Sebab, keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani merupakan salah satu fondasi dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas.
“Melalui kegiatan ini, kita memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi setiap bulan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus menambah pengetahuan dan memperdalam pemahaman agama. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas ASN tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan profesionalitas dalam bekerja.
Pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kematangan spiritual juga harus menjadi perhatian agar setiap tugas dapat dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
“Jangan hanya pandai merawat jasmani kita, tetapi rohani juga perlu diperhatikan dan dirawat. Salah satunya melalui kegiatan siraman rohani seperti ini,” pesannya.
Supian menilai, tema pembinaan kali ini sangat relevan dengan tantangan birokrasi saat ini.
Perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan kecerdasan buatan telah membuka banyak peluang untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan pemerintahan.
Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai kesadaran terhadap etika dan tanggung jawab.Ia berharap ASN tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya.
Terlebih, setiap perilaku dan aktivitas ASN di ruang digital turut mencerminkan citra pribadi maupun institusi pemerintahan.
Karena itu, nilai-nilai agama dan moral harus menjadi pedoman agar kemajuan teknologi tidak disalahgunakan, melainkan dimanfaatkan untuk mendukung tugas kedinasan serta meningkatkan mutu pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Supian juga mengingatkan seluruh ASN agar tidak menjadikan pujian sebagai orientasi dalam bekerja.
Menurutnya, pengabdian harus dilandasi ketulusan, kerendahan hati, dan kesediaan menerima kritik maupun masukan.
“Janganlah hidup ini mengharapkan pujian, tetapi bersiap-siaplah untuk menghadapi cacian dan makian. Mari kita memandang orang lain dari segi kebaikannya, jangan memandang keburukannya,” tuturnya.
Ia berharap pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkesinambungan tersebut dapat membentuk ASN Seruyan yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki akhlak baik, menjunjung tinggi integritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan demikian, penguatan spiritual diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pengabdian ASN dalam mendukung pembangunan Kabupaten Seruyan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Bupati Seruyan Dorong MES Perkuat UMKM dan Kembangkan Ekonomi Syariah

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., mendorong Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Seruyan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan ekonomi syariah, tetapi juga mampu memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Harapan itu disampaikan Ahmad Selanorwanda saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah MES Kabupaten Seruyan di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Sabtu (31/10/2026).
“Pelantikan kepengurusan baru harus menjadi momentum untuk membangun gerakan ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Selanorwanda.
Ia menilai, MES memiliki posisi strategis dalam mempertemukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, kalangan akademisi hingga masyarakat.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan lebih konkret dan memberikan dampak langsung bagi daerah.
Ahmad juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap pelaku UMKM agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.
Sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan, seperti keterbatasan akses permodalan, pengelolaan manajemen usaha, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, legalitas usaha hingga sertifikasi halal, perlu mendapat perhatian bersama.
“Selain membantu mengatasi berbagai kendala tersebut, MES diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas produk lokal sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan, lanjutnya, terbuka untuk membangun kerja sama dengan MES melalui berbagai program yang mendukung penguatan ekonomi syariah dan pemberdayaan pelaku usaha.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap MES dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha, memperluas lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Keberadaan MES di Kabupaten Seruyan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan organisasi semata, tetapi mampu menghadirkan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur10 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
