Connect with us

Ragam dan Peristiwa

Puluhan Jamaah Umroh Kotim di Tipu Oleh Oknum, Hampir Ratusan Juta

Published

on

Sampit – Kasus penipuan 27 warga dari Desa Gerombol dan Desa Kelampan Besar, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang menjadi korban oknum travel umrah asal Banjarmasin dengan kerugian mencapai Rp 940 juta, menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotim, Nur Widiantoro, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat agar tidak lagi terjebak janji manis biro perjalanan ilegal.“Saya meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan umrah bodong ini. Kalau sudah ada unsur penipuan, maka pihak kepolisian harus segera mengusut tuntas,” tegas Nur, Kamis, 21, Agustus 2025.Ia menekankan agar jamaah hanya memilih biro perjalanan resmi yang sudah terdaftar di Kementerian Agama.

Hal itu bisa dipastikan dengan memperhatikan aturan “lima pasti umrah”, yakni kepastian dokumen, harga paket, akomodasi, transportasi, dan izin resmi biro perjalanan.“Jangan tergiur dengan harga murah, tetapi travel itu tidak resmi. Kalau tidak berizin, mereka tidak punya jaminan, sehingga saat terjadi masalah tidak ada pihak yang bertanggung jawab.

Sementara travel resmi memiliki uang jaminan untuk melindungi jamaah,” jelas Nur.Nur juga menyinggung soal lemahnya pengawasan, sebab kewenangan pemberian sanksi terhadap travel umrah kini tidak lagi berada di tangan Kemenag, melainkan Kementerian Hukum dan HAM.

“Meski demikian, Kemenag tetap melakukan pemantauan, pendataan, dan memberikan informasi kepada masyarakat,”ucapnya.Ia mengimbau masyarakat yang ingin berangkat umrah maupun haji agar mencari informasi langsung ke Kemenag. Pastikan biro perjalanan yang dipilih resmi dan terdaftar. (c2)

Ragam dan Peristiwa

Niat Dahului Pick Up Berujung Maut, Remaja 16 Tahun Meninggal Dunia di Sampit

Published

on

Sampit – Peristiwa naas terjadi Jalan HM Arsyad km 16, Desa Belanti, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seorang pria meninggal dunia terlibat kecelakaan, Jumat, 16 Januari 2026.

Dari informasi yang dihimpun, korban berinisal B berusia sekitar 16 tahun harus meregang nyawa setelah sepada motor yang dikendarainya terlibat kecelakan dengan mobil pikap dan truk tangki.

Kejadian itu berawal diduga korban hendak mendahului kendaraan pikap yang ada didepannya. Kemudian, motor korban tersenggol bagian belakang mobil pikap tersebut.

Akibatnya, korban hilang kendali dan dari arah berlawanan datang sebuah truk tangki, karena jarak yang terlalu dekat akhirnya truk tersebut menabrak korban.

Atas kejadian kecelakaan ini korban mengalami luka serius dan meninggal dunia di tempat. “Korban meninggal dunia ditempat, dan sudah dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan tadi,” kata Zulkansyah warga sekitar.

Saat ini kecelakan tersebut telah ditangani pihak kepolisian, dan kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Ragam dan Peristiwa

Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum ASN Kotim Dilaporkan Mantan Istri ke Polres

Published

on

Sampit – Seorang wanita berinisial HY (42) melaporkan mantan suami kepada pihak kepolisian Polres Kotawaringin Timur (Kotim) lantaran dugaan tindak pidana penganiayaan.

Penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 9 Januari 2025 kemarin di depan Kantor Pengadilan Agama Kotim, HY dipukul oleh mantan suaminya yakni AS yang bekerja sebagai pegawai ASN bertugas di Kantor Kesbangpol Kotim.

HY mengatakan pemukulan tersebut terjadi secara spontan dan mengakibatkan lebam dibagian wajahnya tepatnya di pipi sebelah kiri.”Kejadian itu, saya baru keluar dari ruangan Pengadilan Agama, disitulah dia melakukan pemukulan.

Setelah kejadian ini saya langsung ke Kantor Polres untuk membuat laporan,” kata HY. Kamis, 15 Januari 2026.HY juga mengaku telah diperiksa oleh pihak kepolisian dan telah menjelaskan semua kronologi penganiayaan itu, ia juga telah melakukan visum untuk bukti pemukulan oleh mantan suaminya tersebut.

“Sudah saya sampaikan semua kepada pihak kepolisian, saya juga telah melakukan visum tetapi nanti akan diserahkan langsung kepada pihak polisi,” jelasnya.

HY berharap pihak kepolisian dapat menindak lanjuti laporan tersebut dan berharap proses ini berjalan dengan seadil-adilnya, karena ia juga mengaku kerap mendapat ancaman baik secara lisan maupun fisik dari mantan suaminya ini.

“Semoga pihak kepolisian dapar menegakan hukum yang seadilnya sesuai dengan hukum yang berlaku, karena saya sudah tidak terima dengan perlakuannya selama ini,” tutupnya. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Ragam dan Peristiwa

Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Pria di PT Agrinas Sampit: Diduga Akibat Cekcok Rumah Tangga

Published

on

SAMPIT – Peristiwa pria bersimbah darah di areal kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), korban berinisial VN diketahui menjadi korban penganiayaan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas, AKP Edy Wiyoko, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui tinggal berdua bersama istrinya.

“Motif sementara yang kami peroleh adalah adanya cekcok rumah tangga antara korban dan istrinya. Dari situ kemudian terjadi penganiayaan,” ujar AKP Edy Wiyoko, Selasa, 6 Januari 2025.

Kejadian ini sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, korban tampak tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian leher.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi kritis.

“Kasus ini masih kami tangani, dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” tegasnya.

Diketahui, korban VN merupakan warga asal Kabupaten Lamandau, namun telah lama menetap dan bekerja di wilayah Kecamatan Sungai Sampit. (mc/adakalteng/bd)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id