Pemerintahan
Tegaskan Kedisiplinan, Bupati Seruyan Ajak ASN Bekerja Profesional di Tengah Keterbatasan Fiskal
KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan cukup besar.
Situasi tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, yang digelar di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin (5/1/2026).
Apel besar tersebut diikuti Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Penjabat Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh ASN di lingkup Pemkab Seruyan.
Dalam arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Seruyan mengalami refocusing anggaran dengan nilai sekitar Rp80 miliar.
Sementara pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah kembali dihadapkan pada tantangan berupa pemangkasan transfer keuangan yang mencapai kurang lebih Rp190 miliar.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efisien, efektif, dan selektif dalam perencanaan maupun penggunaan anggaran.
“Anggaran yang tersedia harus benar-benar difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Seluruh pos anggaran di perangkat daerah harus diteliti dan diefisiensikan secara maksimal,” tegas Selanorwanda.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Bupati berharap seluruh ASN tetap menjaga semangat kerja, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Selanorwanda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana sosial.
Ia menyebutkan, dana yang berhasil dihimpun diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta, meski angka final masih menunggu hasil rekapitulasi resmi.
“Semoga amal dan sedekah yang telah diberikan menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 10 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Pemkab Seruyan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, komitmen, dan partisipasi pejabat serta ASN.
Hasil evaluasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan reposisi jabatan terhadap pejabat struktural dan pejabat menengah dalam waktu dekat, termasuk penataan ulang jabatan strategis maupun jabatan pendukung.
“Langkah ini bertujuan untuk membentuk formasi organisasi yang ideal agar mampu mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah,” jelasnya.
Selanorwanda menegaskan bahwa disiplin, loyalitas, semangat kerja, dan tanggung jawab harus ditegakkan secara konsisten di seluruh lini pemerintahan.
“Visi dan misi kepala daerah hanya bisa terwujud apabila seluruh jajaran ASN, dari pimpinan hingga staf, berperan aktif dan bekerja dengan penuh dedikasi,” katanya.
Ia juga menyoroti masih ditemukannya sejumlah ASN yang kurang disiplin dan tidak menunjukkan loyalitas dalam menjalankan tugas, seperti ketidakhadiran dalam rapat dan undangan kedinasan.
Menurutnya, perilaku tersebut tidak produktif dan berpotensi menghambat kinerja pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menutup arahannya, Bupati Seruyan mengajak seluruh ASN untuk berorganisasi dengan baik, bekerja secara dewasa dan profesional, serta menyadari bahwa menjadi ASN bukan hanya soal hak, tetapi juga kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga ke depan kita dapat bekerja lebih baik lagi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita semua, serta kepada masyarakat Kabupaten Seruyan, agar Seruyan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Adiah Chandra Sari Resmi Jabat Kadiskominfosantik Kalteng, Siap Perkuat Transformasi Digital
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kini memiliki nahkoda baru di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik).
Adiah Chandra Sari resmi dilantik sebagai Kepala Diskominfosantik Kalteng definitif oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (25/6/2026) malam.
Mengawali kepemimpinannya, Adiah memilih tidak terburu-buru memaparkan program kerja.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami kondisi internal organisasi sebelum mengambil kebijakan strategis.
Ia menjelaskan, proses serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya baru dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Kantor Diskominfosantik Kalteng.
Setelah proses tersebut selesai, dirinya akan melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap program maupun kebutuhan organisasi.
“Serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pada Senin di Kantor Diskominfosantik. Setelah itu saya akan mempelajari kondisi yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Adiah.
Meski belum mengungkapkan agenda kerja secara rinci, Adiah memastikan seluruh program yang telah berjalan akan dievaluasi dan tetap dilanjutkan apabila sejalan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran.
Menurutnya, penyusunan kebijakan maupun inovasi baru harus didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap kondisi organisasi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Salah satu persoalan yang telah menjadi perhatian utamanya adalah masih adanya wilayah di Kalimantan Tengah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi atau mengalami blank spot.
Ia menilai pemerataan akses komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan itu nanti akan menjadi salah satu prioritas kami juga,” tegasnya.Adiah menambahkan, amanah sebagai Kepala Diskominfosantik Kalteng akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di bidang komunikasi, informatika, persandian, dan statistik, sekaligus memperkuat transformasi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Lantik 8 Pejabat baru, Gubernur Kalteng Tekankan Pentingnya Integritas dan Inovasi Daerah
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan merotasi delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pelantikan berlangsung di Aula Istana Isen Mulang, Kamis (25/6/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1 tentang pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran.Dalam pelantikan itu, para pejabat mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu gubernur sebagai bentuk komitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati seluruh peraturan perundang-undangan, serta menjalankan tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga etika birokrasi, menjunjung tinggi integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, dan bekerja secara profesional demi kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah.
Adapun pejabat yang dilantik yakni Sutoyo sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Syahdiri sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), dr. Suyuti sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Anang Dirjo sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Edy Karusman sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Akhmad Husain sebagai Kepala Dinas Sosial, Adiah Chandra sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, serta Wintarno sebagai Kepala Biro Hukum.
Usai melantik, Agustiar Sabran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapat amanah baru.
Ia berharap rotasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dan amanah sebaik-baiknya sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” tegas Agustiar Sabran.
Ia menambahkan, setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan strategis harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, bekerja secara profesional, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Harga Durian Anjlok, Bupati Lamandau Dongkrak Industri Olahan Rumahan
NANGA BULIK – Melimpahnya hasil panen durian lokal di Kabupaten Lamandau membawa berkah bagi para petani.
Namun, di sisi lain, lonjakan produksi membuat harga durian di pasaran anjlok hingga hanya berkisar Rp5 ribu sampai Rp30 ribu per buah, bergantung pada ukuran dan kualitas.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar.
Ia mendorong para petani dan pelaku usaha memanfaatkan panen raya dengan mengolah durian menjadi produk olahan yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
“Panen durian tahun ini sangat melimpah. Jangan sampai buah yang kualitasnya masih baik terbuang hanya karena tidak sempat terjual. Kita harus mulai berpikir bagaimana durian ini diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Rizky, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, durian lokal Lamandau memiliki cita rasa khas yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan, seperti tempoyak, lompuk, dodol durian, hingga aneka olahan lainnya yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Rizky menilai, pengembangan industri rumahan berbasis olahan durian dapat menjadi solusi untuk mengurangi kerugian petani saat harga buah segar merosot pada musim panen raya.
“Kalau hanya mengandalkan penjualan buah segar, harga akan sangat dipengaruhi jumlah produksi. Tetapi jika diolah menjadi produk pangan, nilai ekonominya bisa meningkat, masa simpannya lebih panjang, bahkan dapat dipasarkan ke luar daerah sebagai produk khas Lamandau,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Rizky juga memperkenalkan cara pembuatan lompuk atau dodol durian kepada anggota Pramuka di Rumah Jabatan Bupati.
Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Ia berharap inovasi pengolahan durian mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu menjaga stabilitas harga durian saat produksi melimpah.
“Potensi durian Lamandau sangat besar. Mari kita ubah hasil panen yang melimpah ini menjadi peluang ekonomi. Dengan inovasi dan kreativitas, durian tidak hanya menjadi buah musiman, tetapi juga produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rizky.
Pemerintah Kabupaten Lamandau pun berkomitmen terus mendorong pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan1 year agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur9 months agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan1 year agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur5 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama9 months agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau9 months agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan9 months agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama10 months agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
