Kotawaringin Timur
Kepala BPS Kotim Ungkap Dampak Pernikahan Usia Muda Terhadap Angka Kelahiran Daerah
Sampit – Sebanyak 40 persen lebih perempuan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memilih menikah di usia muda yakni 19 tahun kebawah. Hal ini memengaruhi pertumbuhan pendudukan daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim menunjukkan, perempuan yang menikah pada usia di bawah 16 tahun mencapai 17,22 persen, sedangkan pada usia 17–18 tahun sebesar 27,06persen.
Sementara itu, perempuan yang menikah pada usia 19–20 tahun tercatat 22,96persen, dan yang menikah pada usia 21 tahun ke atas sebesar 32,76 persen.Kepala BPS Kotim Eddy Surahman menjelaskan, pernikahan pada usia muda berpotensi memengaruhi tingkat kelahiran, karena perempuan memiliki masa reproduksi yang lebih panjang.
“Perempuan yang menikah pada usia lebih muda, memiliki masa reproduksi yang lebih panjang. Kondisi itu tentu dapat berpengaruh terhadap jumlah kelahiran,” kata Eddy Surahman, Jumat, 6 Maret 2026.
Selain faktor migrasi dan angka kematian, fenomena pernikahan usia dini juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk di Kotim.“Semakin panjang masa reproduksi seorang perempuan, maka ada kemungkinan semakin banyak anak yang dilahirkan,” lanjut Eddy.
Pernikahan usia muda juga berpotensi menimbulkan berbagai konsekuensi sosial, seperti putus sekolah hingga persoalan kesehatan ibu dan anak.
Berdasarkan rekomendasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), usia ideal menikah bagi perempuan adalah minimal 21 tahun.
Hak itu bertujuan mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, sekaligus memastikan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi dalam membangun rumah tangga.
Meski demikian, jika dibandingkan periode 2021 hingga 2024, persentase perempuan yang menikah di bawah usia 16 tahun pada 2025 mengalami penurunan signifikan, sementara pernikahan pada usia 21 tahun ke atas meningkat tajam.
“Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam upaya pencegahan perkawinan usia dini, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan kesiapan usia sebelum menikah,” ucap Eddy Namun, perkawinan pada kelompok usia 17–18 tahun masih tergolong tinggi.
Pada 2025, persentasenya bahkan menjadi yang tertinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.Karena itu, berbagai pihak diharapkan terus mendorong upaya pencegahan pernikahan usia dini, melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan akses pendidikan, serta penguatan peran keluarga.
“Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga berkaitan dengan bagaimana kita menekan angka pernikahan anak,” tutupnya. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Kasus Pelanggan Wanita Berakhir Damai? Toko Emas di Sampit Sampaikan Permintaan Maaf Langsung ke Keluarga Korban
SAMPIT – Pemilik Toko Emas di Sampit, L menyampaikan jika pihak karyawannya telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga atas insiden yang melibatkan seorang pelanggan perempuan di tokonya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan pihak karyawannya sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan pihak keluarga korban.
Dirinya mengungkapkan karyawan tersebut telah mendatangi keluarga korban untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Pihaknyamenyampaikan apresiasi kepada korban dan keluarga yang telah menerima kedatangan pihak karyawan dengan terbuka.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah untuk menjaga hubungan baik di tengah persoalan yang sedang berlangsung.
“Alhamdulillah, silaturahmi antara pihak karyawan dan keluarga korban berjalan dengan baik. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjaga,” ujarnya.
Terkait penyelesaian persoalan tersebut, dirinya menegaskan pihaknya menghormati dan mendukung keputusan yang diambil oleh korban beserta keluarga.
Dirinya juga menyatakan pihak karyawan tersebut telah memenuhi undangan pemeriksaan dari pihak berwenang.
Karyawan pihaknya pun telah berkomitmen untuk bersikap kooperatif dalam setiap proses yang diperlukan serta menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak berwenang.
karyawannya akan terus menghormati proses yang sedang berjalan dan sikap kooperatif menjadi bagian dari komitmen toko dalam menyikapi persoalan tersebut.
Pihak toko menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga, serta masyarakat atas kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.
silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan, sembari menunggu proses penanganan oleh pihak berwenang.
“Pada prinsipnya, kami menghormati keputusan korban dan keluarga serta menyerahkan penanganan selanjutnya kepada pihak berwenang,” pungkasnya. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Cegah Peredaran Gelap Narkotika, Polisi dan BNNK Kotim Tes Urine Pengunjung Tempat Hiburan Malam
Sampit – Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, melaksanakan razia dan pemeriksaan tes urine di salah satu tempat hiburan malam di Kota Sampit.
Kegiatan ini dilaksanakan pada, Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari. Razia menjadi bagian dari upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan hiburan malam.
Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Suherman mengatakan, pemeriksaan tersebut menyasar pengunjung maupun pekerja tempat hiburan malam sebagai langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba.
“Dari hasil pemeriksaan ini ada dua orang yang positif narkoba, satu laki-laki dan satu perempuan dan keduanya kita bawa ke kantor,” kata AKP Suherman.
Kegiatan razia tes urine juga menjadi bentuk perhatian terhadap potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak terhadap keamanan, ketertiban, serta kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel urine untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi penggunaan zat narkotika.
“Ada sekitar 19 orang yang kita ambil sample dan ada dua orang yang positif. Kegiatan ini akan terus berlanjut di tenpat-tampat yang lain,” ungkap Suherman.
Upaya razia ini dinilai penting mengingat tempat hiburan malam merupakan salah satu lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Selain melakukan pemeriksaan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, pengelola tempat hiburan, dan para pekerja agar turut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
BNNK Kotim Libatkan Ketua RT dan RW Perangi Narkoba di Baamang Tengah
SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Puluhan ketua RT dan RW di Kelurahan Baamang Tengah mengikuti kegiatan asistensi relawan antinarkoba dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sumber daya pembangunan desa dan kelurahan tahun 2026, Kamis (15/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Baamang Tengah tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dibahas dalam forum koordinasi.
Diperlukan tindakan nyata dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.
Menurutnya, kegiatan asistensi tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi persiapan yang telah dilaksanakan pekan sebelumnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pihak kelurahan, tokoh adat, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, serta pengurus RT dan RW.
“Komitmen dan sinergi yang telah kita bangun tidak boleh berhenti di atas meja diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan,” tegas Fadli.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda, khususnya di Kelurahan Baamang Tengah.
Sebab, pencegahan narkoba membutuhkan peran kolektif, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga dukungan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Fadli menjelaskan, salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah membentuk relawan antinarkoba di Kelurahan Baamang Tengah.
Relawan diharapkan menjadi penggerak pencegahan di tingkat masyarakat karena memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi sosial dan potensi kerawanan di lingkungannya.
Melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan edukasi, para relawan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenali indikasi awal penyalahgunaan narkotika, serta membantu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba.
Keberadaan relawan juga diharapkan dapat memperkuat jangkauan BNNK Kotim dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Lebih lanjut, pembentukan relawan tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Kelurahan Baamang Tengah Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Program ini mengedepankan penguatan ketahanan wilayah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tingkat kelurahan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih dini dan berkesinambungan.
Para ketua RT dan RW pun memiliki peran penting dalam membangun kepedulian warga, memperkuat komunikasi di lingkungan, serta mendorong terciptanya kawasan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
BNNK Kotim berharap pembentukan relawan antinarkoba tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, dimulai dari lingkungan terkecil.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur10 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
