Connect with us

Kriminal

Polres Kotim Amankan Pelaku Pencurian TBS Kelapa Sawit di Desa Tumbang Boloi

Published

on

Sampit – Seorang pria berinisial SAS (20) harus mendekam dibalik jeruji besi karena mencuri Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Blok L61 Divisi I PT Unggul Lestari Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kejadian pencurian ini terjadi pada, Sabtu, 6 Juni 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu petugas keamanan perusahaan sedang melaksanakan patroli dan menemukan tumpukan buah kelapa sawit yang ditutup dengan pelepah sawit.Merasa curiga, kemudian petugas keamanan melakukan pengintaian dan penyisiran.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, petugas keamanan kembali menemuman satu tumpukan buah kelapa sawit sebanyak 42 janjang yang diduga dipanen oleh pelaku.

Tidak lama datang pihak perusahaan melakukan pengecekan terhadap tumpukan buah tersebut, lalu pihak PT Unggul Lestari mendatangi sebuah pondok yang tidak jauh dari lokasi temuan hasil panen dan langsung mengamankan seorang pelaku berinisial SAS.

Pelaku saat itu langsung diintrogasi petugas dan mengakui perbuatannya telah mengambil buah kepala sawit di areal kebun perusahaaan.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan untuk dilakukan proses lanjut bersama barang buktinya,” kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim Edy Wiyoko, Selasa, 9 Juni 2026.

Atas kejadian ini pihak PT Unggul Lestari mengalami Kerugian Sebesar Rp. 2.480.030. Pasal yang sangkakan terhadap pelaku yakni tindak pidana pencurian Pasal 107 huruf d, undang-undang RI no 39 tahun 2014 tentang Perkebunan dan Pasal 476 KUHP tentang Pencurian. (mc/adakalteng)

Kriminal

Jeritan Bocah Disabilitas di Sampit Gagalkan Aksi Penculikan, Alami Trauma dan Luka Memar Dipukul Pelaku

Published

on

Seorang pria menjadi sasaran amukan warga setelah diduga melakukan aksi pencurian disertai percobaan penculikan anak di Jalan DI Panjaitan, Sampit, Kamis siang, 16 Juli 2026.

Peristiwa yang videonya beredar luas di media sosial itu terjadi tepat di depan Toko Sembako Fatimah, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Korban diketahui seorang anak perempuan berinisial F (11) yang merupakan penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik pada kaki.Paman korban, M. Sukron, mengungkapkan kejadian bermula saat korban berteriak meminta tolong hingga didengar ayahnya.

“Dia teriak-teriak. Waktu teriak itu dipukul sama pelaku, didorong juga sampai kena bagian pintu mobil,” ujar Sukron, Kamis (16/7).

Menurut Sukron, saat ayah korban datang, korban berhasil membuka pintu mobil yang terparkir di pinggir jalan. Saat itulah warga berdatangan.

“Pas bapaknya datang, anak ini buka pintu. Posisi mobil ada di pinggir jalan. Setelah itu bapaknya masuk dan kejadian itu diketahui warga sekitar,” jelasnya.

Sukron membenarkan keponakannya memiliki keterbatasan berjalan, namun kondisi kecerdasannya normal.”Iya betul, ada kekurangan.

Tidak bisa berjalan normal, tapi secara kecerdasan insya Allah baik,” katanya.Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di sisi kanan dan kiri tubuh.”Kalau lukanya memar.

Sebelah kanan dan kiri. Anak bilang dipukul dua kali, satu kali dipukul dan satu kali didorong sampai kena bagian pintu,” ungkapnya.

Hingga kini korban masih mengalami trauma mendalam. “Masih trauma. Kadang kalau ditanya soal kejadian itu masih menangis,” tuturnya.

Sementara terduga pelaku yang tak berdaya setelah dikeroyok warga dan keluarga korban, telah diamankan aparat dan dibawa ke Polsek Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelakunya sudah diamankan dan sedang diperiksa,” pungkas Sukron.Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Ketapang guna mengungkap motif dan kronologi lengkap. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kriminal

Penggerebekan Bandar Narkoba berujung tragis, satu polisi MD dan dua polisi dalam pencarian. Begini Kronologinya

Published

on

Operasi pemberantasan narkotika jenis sabu-sabu di Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, berakhir ricuh pada Kamis, 2 Juli 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.Penggerebekan itu menyasar dua orang target berinisial BIO dan BUSU, keduanya warga Katingan Tengah.

Saat petugas melakukan penindakan, sekelompok masyarakat diduga melakukan perlawanan kepada aparat.

Akibat bentrokan tersebut, seorang warga sipil berinisial TRY, laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang merupakan keluarga dari salah satu target, meninggal dunia akibat luka tembak.

Dari pihak kepolisian, dilaporkan 1 personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aipda YPP, meninggal dunia akibat luka bacok di bagian kepala.

Sementara itu, 2 personel lainnya dari Sat Narkoba Polres Katingan hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Katingan masih melakukan pendalaman dan penyisiran di lokasi kejadian.

Laporan lengkap terkait kronologi, identitas para pihak, serta perkembangan pencarian personel yang belum ditemukan masih disusun.

Polres Katingan akan mengungkapkan lebih detail dalam press nanti.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kriminal

Dianiaya Teman Saat Konsumsi Narkoba Bersama, Pelaku Tikam Korban Hingga Tewas di Kotim

Published

on

Sampit – Kasus pembunuhan yang terjadi di areal perkebebunan Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang menewaskan seorang pria bernisial MN diduga akibat mengkonsumsi narkoba, pada Senin, 1 Juni 2026 kemarin.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana zulkarnain melalui Kabag Ops Polres Kotim AKP Yuan Irsyadi menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban bersama pelaku berinisial AD sedang mengkonsumsi minuman alkohol jenis arak di sebuah warung ada di daerah Desa Tangar bersama lima orang lainnya.

“Setelah mengkonsumsi minuman, lalu korban mengajak pelaku membeli narkoba di kawasan Desa Kawan Batu, lalu keduanya mengkonsumi secara bergantian di sebuah lahan masyarakat,” kata Kabagops Polres Kotim AKP Yuan Irsyadi, Rabu, 10 Juni 2026.

Saat mengkonsimsi narkoba tiba-tiba, korban berdiri mengitari pelaku sambil membawa kayu. Kemudian, korban memukul bahu pelaku sebanyak satu kali dan pelaku sempat mundur menjauh dari korban.

“Korban juga sempat mendorong pelaku sampai terjatuh, dan menekan leher pelaku menggunakan siku sampai pelaku sesak napas,” ungkap Yuan.

Dikarenakan hal itu, lalu pelaku mengeluarkan satu bilah senjata tajam jenis badik yang ada di pinggang pelaku dan langsung menusuk badan korban sebanyak empat kali.

“Korban sempat berusaha merebut senjata tajam itu, namun pelaku mendorong korban dan melarikan diri meninggalkan korban yang tergelatak di tengah jalan areal kebun,” ucap Yuan.

Atas kejadian itu, korban meninggal dunia akibat luka tusakan senjata tajam yang dideritanya, dan tidak butuh waktu lama pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku.

“Pelaku sudah kita amankan bersama sejumlah barang buktinya untuk di proses lebih lanjut,” ujar Kabagops Polres Kotim.

Atas perbuatannya pelaku disangkakan Pasal 458 KUHP ayat 1 dengan acmanan pidana kurang lebih 15 tahun penjara. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id