News
Tangis Dosen di Sidang MK Ungkap Realita Gaji Rp3 Juta, Dinda Dinanti: Pendidikan Berkualitas Berawal dari Kesejahteraan Pendidik
JAKARTA – Tangis dosen tetap non-Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Dinda Dinanti, pecah saat memberikan kesaksian dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (30/6/2026).
Di hadapan majelis hakim, ia mengungkap beratnya beban kerja dosen yang dinilai tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diterima.
Dinda hadir sebagai saksi dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen untuk perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025 dan 24/PUU-XXIV/2026.
Dalam keterangannya, ia memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi dosen non-ASN, mulai dari keterbatasan finansial hingga sistem kerja yang dinilai belum memberikan perlindungan dan penghargaan yang layak.
Sebagai dosen Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Dinda mengajar 14 SKS setiap pekan pada tiga mata kuliah dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 290 orang.
Selain mengajar, ia juga menjalankan kewajiban tridarma perguruan tinggi, seperti melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga membimbing mahasiswa yang menyusun skripsi maupun tugas akhir.
Namun, besarnya tanggung jawab tersebut, menurut Dinda, belum diimbangi dengan penghasilan yang memadai.
Ia mengungkapkan masih ada dosen yang hanya menerima gaji sekitar Rp3 juta per bulan, sehingga sebagian terpaksa mencari pekerjaan tambahan, mulai dari berjualan kue hingga menjadi pengemudi ojek online demi memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam kesaksiannya, Dinda mengaku mengalami apa yang ia sebut sebagai kekerasan finansial, infrastruktur, dan sistematik, karena beban kerja yang tinggi tidak diiringi dengan jaminan kesejahteraan yang layak bagi dosen non-ASN.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan para dosen, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
“Bagaimana mungkin transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan jernih jika pikiran mengajar terbagi dengan tuntutan perut yang kelaparan? Dosen adalah pencetak generasi masa depan.
Sudah seharusnya mereka mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang layak agar dapat menjalankan tugas akademik secara maksimal,” tegas Dinda Dinanti.
Ia menilai, persoalan kesejahteraan dosen tidak boleh dipandang sekadar sebagai isu besaran gaji, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan nasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus diawali dengan memberikan kepastian dan perlindungan kepada para pendidik.
Dinda berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat menjadikan aspirasi para dosen sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki sistem pendidikan tinggi di Indonesia.
Ia menegaskan, dosen yang sejahtera akan lebih fokus melahirkan lulusan berkualitas, menghasilkan riset yang bermanfaat, serta mendorong kemajuan bangsa melalui dunia pendidikan.
“Ketika kesejahteraan pendidik terabaikan, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib dosen, tetapi juga masa depan kualitas pendidikan Indonesia,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
News
Misnarti Apresiasi Pelayanan Lapor Mas Wapres, Merasa Dihargai dan Terbantu
JAKARTA – Pengalaman berkesan dirasakan Misnarti saat menerima Bantuan Masyarakat (Banmas) melalui program Lapor Mas Wapres (LMW) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baginya, momen tersebut bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi pengalaman ketika persoalan yang dihadapinya mendapatkan perhatian dan dirinya merasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat.
Misnarti mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang diterima selama menjalani proses pengaduan hingga memperoleh bantuan. Ia menilai pelayanan yang diberikan berlangsung dengan baik dan memberikan kesan positif.
“Pelayanannya sangat baik. Saya merasa didengar dan dihargai. Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Pemerintah dan semua pihak yang sudah membantu saya menyelesaikan persoalan ini,” ungkap Misnarti.
Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya pelayanan yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian administrasi, tetapi juga menghadirkan kepedulian, komunikasi yang baik, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi Misnarti, bantuan yang diterimanya menjadi langkah berarti dalam menghadapi persoalan pendidikan yang selama ini menjadi kendala. Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang telah diberikan.
Persoalan biaya pendidikan, termasuk tunggakan sekolah dan kendala memperoleh ijazah, masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Padahal, ijazah merupakan dokumen penting yang dapat menunjang seseorang dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Dalam situasi seperti ini, akses pengaduan dan tindak lanjut yang tepat menjadi bagian penting dari upaya membantu masyarakat menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.
Melalui program Lapor Mas Wapres, masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan pengaduan dan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Pengalaman Misnarti menunjukkan arti penting proses pelayanan yang memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, memperoleh penjelasan, dan mendapatkan tindak lanjut sesuai persoalan yang dilaporkan.
Lebih dari sekadar bantuan, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Misnarti. Ia merasa puas dengan pelayanan yang diterima dan mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu proses penyelesaian persoalannya.
Kisah Misnarti menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari proses dan hasilnya, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama menjalani proses tersebut. Sikap ramah, perhatian, dan kesediaan mendengarkan dapat memberikan pengalaman yang lebih manusiawi bagi warga yang membutuhkan bantuan.(mc/adakalteng)
News
59 Kafilah MBK Siap Unjuk Prestasi di MTQ dan FSQ Kotim
SAMPIT – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) mengirimkan kekuatan terbaiknya untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sebanyak 72 orang yang terdiri dari peserta, official dan pendamping diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Mentaya Hulu, Kuala Kuayan, 3-9 Oktober 2026.
Camat MBK Irpansyah, SH, secara resmi melepas keberangkatan kafilah tersebut. Pemberangkatan ini berdasarkan Surat Mandat Nomor 451.1/156/MBK.
Kesos PM/2026 yang ditandatangani Camat MBK pada 8 September 2026.“Tahun ini MBK turun dengan kekuatan penuh.
Kita berangkatkan 59 peserta dan akan mengikuti seluruh cabang lomba MTQ dan FSQ. Mohon doa seluruh masyarakat MBK agar kafilah kita diberi kelancaran dan mampu meraih prestasi,” ujar Irpansyah saat pelepasan, Sabtu (3/10/2026).
Para peserta akan ambil bagian dalam berbagai kategori perlombaan. Di antaranya seni baca Al-Qur’an Tartil, Tilawah Anak-Anak, Remaja dan Dewasa, Qiraat Sab’ah Murattal dan Mujawwad, serta hafalan mulai 1 juz hingga 30 juz.
Selain itu, kafilah MBK juga mengikuti cabang Kaligrafi Naskah, Mushaf, Dekorasi, Kontemporer dan Digital, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, hingga Bintang Vokalis Gambus dan Religi.
Sejumlah peserta yang menjadi andalan MBK di antaranya Muhammad Tri Wildan Yamani dan Mikhayla Nararya Pramesti pada cabang Tartil.
Kemudian Ahmad Badali Musaqief pada Tilawah Anak-Anak serta Annisa Kharisma, S.Pd untuk kategori Bintang Vokalis Religi Dewasa.
Untuk menunjang kesiapan peserta selama mengikuti kompetisi, rombongan turut diperkuat official dan pendamping. Ketua rombongan dijabat langsung oleh Camat MBK Irpansyah, SH, didampingi Rita Purwanto, S.Sos., M.AP sebagai wakil ketua dan H. Agus Rianto, SH selaku Ketua LPTQ MBK.
Sementara enam official terdiri dari Syadillah, S.Pd, Irwan Noor, S.STP., M.AP, Fitri Saltinah, S.Pd, Hayatun Nisa, Umi Nurhasanah, S.Pd dan Dahrul.
Adapun tujuh pendamping yakni Iwansyah, SE, Kadir, S.IP, Surya Darma, S.Kom, Toni, Ridho Rizaldi, S.IP, Abdul Hafid, S.Sy dan M. Ifnu Afriza.
Irpansyah meminta seluruh peserta tidak hanya fokus pada persaingan, tetapi juga menjaga sikap, kesehatan dan kekompakan selama berada di lokasi kegiatan.
“Kita berangkat bukan semata-mata mengejar juara, tetapi juga membawa misi syiar agama sekaligus menjaga nama baik Mentawa Baru Ketapang.
Jaga kekompakan, kesehatan dan adab. Tampilkan kemampuan terbaik selama berada di Kuala Kuayan,” pesannya.
Kafilah MBK dijadwalkan bertolak dari Sampit menuju Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, untuk mengikuti seluruh rangkaian MTQ ke-57 dan FSQ tingkat Kabupaten Kotim.(mc/adakalteng)
News
Kabut Asap Tak Surutkan Semangat Ibu-Ibu Bersihkan Sampah di Baamang Tengah
SAMPIT – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tetap ditunjukkan warga Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meski kondisi udara di wilayah tersebut masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lurah Baamang Tengah Martinus mengatakan, Kegiatan Jumat Bersih yang rutin diagendakan setiap pekan oleh Kelurahan Baamang Tengah, Berbagai kendala yang dihadapi tidak menyurutkan semangat para ketua RT dan warga untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Pada Jumat kali ini, sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam tim peduli kebersihan turun langsung menyisir ruas Jalan Cristopel Mihing. Mereka mengumpulkan sampah, khususnya limbah plastik, yang ditemukan berserakan di sejumlah titik di pinggir jalan.
“Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik sebelum diangkut menggunakan kendaraan Tosa menuju tempat pembuangan sampah,” ujar Martinus, Jumat (2/10/2026).
Dirinya juga mengatakan, Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga serta pengurus RT dan RW di wilayah Kelurahan Baamang Tengah.
“Jumat Bersih atau gotong royong ini menjadi salah satu kegiatan untuk mempererat silaturahmi sesama ketua RT dan RW di lingkungan Kelurahan Baamang Tengah,” ucap Martinus.
Semangat warga untuk tetap menjaga kebersihan di tengah kondisi kabut asap, menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan bebas dari tumpukan sampah.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur1 year agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur9 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama1 year agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau1 year agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
