Connect with us

Komunitas

Teddy Modesto Dampingi BPP HIPMI Jajaki Teknologi Waste-to-Energy di Jepang

Published

on

Foto : BPP HIPMI, HIPMI Jepang Visit Ke Pembangkit Listrik Jepang.

TOKYO, 30 Januari 2026 – Dalam upaya mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi energi di tanah air, perwakilan HIPMI Jepang, Teddy Modesto, mendampingi jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI melakukan kunjungan strategis ke fasilitas Tachibana Waste to Energy, salah satu pusat pengolahan sampah tercanggih di Jepang.

Kunjungan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci seperti Sekjen BPP HIPMI Dr.Anggawira, Ketua Bidang 5 Sinergitas BUMN, BUMD dan Danantara BPP HIPMI Anthony Leong, serta jajaran perwakilan DPD HIPMI. Agenda ini difokuskan pada studi pembelajaran dan benchmarking sistem pengelolaan sampah perkotaan terintegrasi.

Mengubah Limbah Menjadi Nilai Ekonomi Selama kunjungan, Teddy Modesto meninjau langsung proses pengolahan Municipal Solid Waste (MSW) melalui teknologi insinerasi modern yang mampu menghasilkan listrik sekaligus menjaga emisi tetap ramah lingkungan.

“Apa yang kita lihat di Tachibana membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar beban lingkungan, melainkan aset ekonomi dan sumber energi.

Ini adalah pelajaran krusial bagi pengusaha muda Indonesia,” ujar Teddy Modesto.

Mendorong Investasi Berkelanjutan Teddy menekankan bahwa tantangan sampah di Indonesia membutuhkan sinergi antara teknologi global dan keberanian dunia usaha lokal. Baginya, sektor Waste-to-Energy (WtE) adalah peluang strategis bagi anggota HIPMI untuk masuk ke industri energi baru terbarukan (EBT).

“Indonesia punya modal besar. Kini saatnya kita beradaptasi dan bergerak lebih cepat menuju kemandirian energi yang berkelanjutan,” tegas Teddy.

Melalui langkah ini, HIPMI Jepang di bawah representasi Teddy Modesto terus berkomitmen menjadi jembatan teknologi dan inovasi global demi memperkuat kapasitas pengusaha muda serta mendorong praktik bisnis hijau di Indonesia.(mc/adakalteng)

Komunitas

Gelar Rakerda, APJI Kalteng Perkuat Sinergi Dongkrak Ekonomi Daerah Lewat Sektor Kuliner

Published

on

PALANGKA RAYA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 di Ballroom Hotel Luwansa Palangka Raya, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pelaku usaha kuliner dan jasa boga untuk memperkuat peran sektor kuliner dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Rakerda tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Hukum dan Keanggotaan DPP APJI, Rudy Harsono, mewakili Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, bersama para pelaku usaha kuliner, pengurus organisasi, serta perwakilan pemerintah daerah.

Ketua DPD APJI Kalimantan Tengah, Fayola Athalia H. Are, mengatakan forum tersebut menjadi langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara pengusaha kuliner, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi kuliner lokal di Kalimantan Tengah.

“Melalui Rakerda ini kami ingin memperkuat sinergi agar sektor kuliner dan jasa boga di Kalimantan Tengah semakin berkembang, maju, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Fayola menyebutkan, APJI Kalteng saat ini memiliki satu DPD dan dua DPC dengan jumlah anggota sekitar 300 pelaku usaha kuliner dan jasa boga.

Secara nasional, APJI telah menaungi lebih dari 3.500 anggota di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menjadi kekuatan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM kuliner yang terus berkembang.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda APJI 2026.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPD APJI Kalteng atas terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.

Sunarti menilai sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kebutuhan pangan merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mengangkat potensi kuliner khas daerah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, selain kaya akan sumber daya alam dan budaya Huma Betang, Kalimantan Tengah juga memiliki ragam kuliner tradisional yang unik dan bernilai budaya tinggi.

Beberapa kuliner khas daerah yang disorot di antaranya Juhu Singkah, Wadi, Kenta, hingga Tepe Dawen Jawau yang merupakan warisan kuliner masyarakat Dayak.

Sunarti berharap Rakerda APJI mampu melahirkan program nyata untuk meningkatkan kualitas pelaku UMKM kuliner, memperkuat standar higienitas jasa boga, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Sudah saatnya sektor jasaboga dan kuliner menjadi salah satu pilar utama dalam kebangkitan ekonomi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Komunitas

HIPMI Jepang dan Maneki Neko Production Dorong Ekspansi Global Industri Kreatif Indonesia

Published

on

HIPMI Japan bersama Maneki Neko Production (Indonesia) resmi meluncurkan inisiatif kolaboratif untuk mendorong ekspansi global industri kreatif Indonesia, dengan fokus utama pada seni batik sebagai warisan budaya.

Program ini bertujuan menghubungkan budaya dan bisnis melalui penguatan kehadiran produk kreatif Indonesia di Jepang hingga pasar internasional.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan berbasis budaya lokal.

Dalam pelaksanaannya, HIPMI Japan dan Maneki Neko Production berperan sebagai mitra strategis yang menghubungkan pelaku industri kreatif, pelaku usaha, serta diaspora Indonesia di Jepang.

Dukungan juga datang dari PPIJ (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Jepang) yang aktif menjadi jembatan budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Indonesia kepada komunitas global.

Melalui inisiatif ini, berbagai langkah akan dilakukan seperti promosi batik di pasar internasional, penguatan kolaborasi lintas komunitas, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif tanah air.

Teddy Modesto Situmorang Sebagai Perwakilan HIPMI Japan menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan antara budaya dan kewirausahaan, serta membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Ke depan, program ini akan diperluas melalui pameran, proyek kolaboratif, dan kampanye digital guna meningkatkan visibilitas global industri kreatif Indonesia.

Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam membawa kekayaan budaya Indonesia, khususnya batik, semakin dikenal dan diapresiasi di dunia internasional, Pungkasnya Teddy Modesto Situmorang. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Komunitas

Zupapace Apresiasi Bukber Akbar All Scooterist Sampit sebagai Wadah Pemersatu Perbedaan

Published

on

SAMPIT – Kegiatan Buka Bersama Akbar All Scooterist Sampit yang digelar seluruh komunitas Vespa mendapat apresiasi dari para pecinta Vespa di Kota Sampit.

Salah satunya datang dari anggota komunitas Vespa, Zupapace, yang menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antar scooterist di bulan suci Ramadan.

Acara yang mengusung tema “Mari Bersama Satukan Perbedaan di Bulan Suci Ramadan Menuju Solidaritas Tanpa Batas” itu dilaksanakan pada Minggu (8/3/2026).

Kegiatan diawali dengan titik kumpul para peserta di halaman Kantor KPU Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dari lokasi tersebut, para All scooterist kemudian melakukan rolling thunder atau konvoi bersama mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Sampit sebelum menuju lokasi akhir kegiatan di Kedai Prapatan, Jalan Batu Berlian.

Selain konvoi bersama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiah agama sebagai pengingat nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Zupapace mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi para pecinta Vespa, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat kebersamaan di seluruh komunitas scooterist di Sampit.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan buka bersama akbar ini. Acara seperti ini sangat positif karena bisa menyatukan para All scooterist dari berbagai komunitas dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan semangat persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi oleh komunitas Vespa.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar hubungan antar komunitas Vespa di Sampit semakin solid dan harmonis.

“Harapan kami ke depan kebersamaan seperti ini terus terjaga. Walaupun berbeda komunitas, tetapi kita tetap satu dalam persaudaraan All scooterist,” tambahnya.

Kegiatan buka bersama akbar tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas para pecinta Vespa di Kota Sampit.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id