Kotawaringin Timur
Aktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
SAMPIT – Sengketa lahan antara ahli waris dan PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) terus memanas, pihak ahli waris Yanto E Saputra menegaskan akan menggelar aksi menutup total aktivitas perusahaan apabila PT HAL bersikeras mengabaikan putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap di Pengadilan.
Yanto menyatakan, putusan Pengadilan Tinggi Palangka Raya yang menguatkan putusan hukum adat Damang Tualan Hulu sudah sangat jelas dan wajib dilaksanakan oleh perusahaan.
Menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi PT HAL untuk menunda atau menghindari pelaksanaan putusan tersebut, karena baik putusan adat maupun hukum positif sudah sangat jelas.
“Kami akan menutup seluruh aktivitas PT HAL jika putusan Pengadilan Tinggi maupun putusan Damang Tualan Hulu tidak dijalankan,” tegas Yanto, Senin 19 Januari 2026.
Perkara ini berkaitan dengan sengketa lahan adat dan makam leluhur di wilayah Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Lahan tersebut telah diakui sebagai milik masyarakat adat melalui putusan adat dan dikuatkan oleh putusan pengadilan tingkat banding.
Namun hingga kini, pihaknya menilai PT HAL belum menunjukkan itikad baik untuk melaksanakan amar putusan.
Aktivitas perusahaan di atas lahan yang disengketakan masih terus berjalan, sehingga memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat adat.
“Kami hanya menuntut keadilan. Kalau hukum sudah memutuskan, maka semua pihak wajib patuh. Jangan sampai hukum adat dan hukum negara dipermainkan,” tandasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT HAL belum memberikan keterangan resmi terkait ancaman aksi penutupan tersebut.
Diketahui, kasus ini mencuat bermula ketika PT HAL dijatuhi sanksi adat melalui Keputusan Adat Kedamangan Tualan Hulu. Namun, perusahaan justru menggugat hasil sidang adat tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sampit dengan tergugat Yanto E. Saputra dan Leger T. Kunum.
Dalam putusan tertanggal 29 April 2025, PN Sampit sempat membatalkan putusan hukum adat Dayak yang dikeluarkan Damang Tualan Hulu terkait konflik antara masyarakat adat dan PT HAL.
Upaya hukum banding kemudian diajukan oleh tiga tergugat dalam perkara sengketa adat tersebut.
Hasilnya, Pengadilan Tinggi Palangka Raya secara resmi membatalkan putusan PN Sampit yang sebelumnya mengabulkan sebagian gugatan PT HAL dan menyatakan putusan hukum adat Dayak tidak sah.
Putusan banding yang dibacakan dalam persidangan pada Jumat 25 Juli 2025 itu menerima permohonan banding dari Yanto E. Saputra, Leger T. Kunum, dan Ahmad Rahmadani (Kirbo) selaku para tergugat. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Sambut Hangat Musafir Langit, Kapolres Kotim Doakan Kelancaran Perjalanan Ustaz Aldi ke Baitullah
SAMPIT – Langkah demi langkah terus ditorehkan. Ribuan kilometer bukan lagi sekadar angka, melainkan jejak perjuangan menuju Baitullah.
Di hari ke-37 perjalanan Season II, Musafir Langit Ustadz Aldi yang dikenal melalui akun TikTok Kapolo Official, mendapat suntikan semangat dan doa dari Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H.Pertemuan berlangsung hangat di Mapolres Kotim, Jumat (10/7/2026).
Di ruang kerjanya, Kapolres tidak hanya menyambut sang pejalan kaki lintas negara itu, tetapi juga memanjatkan doa agar seluruh perjalanan menuju Tiga Tanah Suci berjalan lancar.
“Semoga dilancarkan semuanya, diberikan kesehatan, keluarga juga selalu dalam lindungan Allah. Niatkan perjalanan Ustadz ini sampai ke Tanah Suci,” ujar AKBP Resky Maulana.
Kapolres juga berpesan agar Musafir Langit senantiasa menjaga kondisi fisik selama menempuh perjalanan yang masih sangat panjang.
Tak hanya memberikan doa, orang nomor satu di Polres Kotim itu juga memastikan wilayah yang dipimpinnya aman bagi para pejalan kaki, baik siang maupun malam hari.
Pernyataan itu diamini langsung oleh Ustadz Aldi yang telah merasakan keramahan masyarakat Kotawaringin Timur selama melintasi wilayah tersebut.
“Masyarakatnya ramah-ramah semua, Pak,” tutur Ustadz Aldi kepada Kapolres.
Dalam perbincangan itu, Ustadz Aldi menceritakan bahwa perjalanan yang sedang dijalani merupakan Season II dari misi berjalan kaki menuju Tiga Tanah Suci.
Pada perjalanan sebelumnya, ia berhasil menembus Makkah dengan melintasi sejumlah negara yang memberikan fasilitas bebas visa, di antaranya Malaysia, Thailand, Laos, Nepal, hingga Dubai. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Dua Anak Terserang DBD, Warga Sampit: Kami Minta Dinas Kesehatan Segera Fogging Nyamuk
Sampit – Dua orang anak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaporkan terkena wabah Demam Berdarah Dangue (BDB), Kamis, 9 Juni 2026.
Menurut keterangan warga, dua orang anak tersebut tinggal di sekitar Jalan Iskandar 19, Sampit, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim, dan telah mendapat perawatan di RSUD dr. Murjani Sampit.
“Ada dua orang yang tekena DBD, satu masih di rumah sakit sudah tiga hari masih dalam perawatan, sememtara satunya baru saja keluar dari rumah sakit karena sudah stabil, cuman katanya dalam tiga hari kedepan disuruh cek lab,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis, 9 Juni 2026.
Warga tersebut berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat segara betindak agar virus DBD tidak menyebar dan terkena kepada anak-anak lainnya.
“Kami berharap adanya penyemprotan nyamuk sehingga tidak ada lagi anak-anak yang terkena DBD disekitar lingkungan sini,” Ia juga menyebutkan, dengan adanya dua orang anak yang telah tekena virus DBD, membuat orang tua khawatir terhadap anak-anak mereka karena dapat terkena virus melalui nyamuk ini.
“Banyak sudah yang khawatir anak-anaknya juga terkena, jadi kami warga sini berharap pemerintah atau dinas terkait agar melakukan tindakan terhadap virus ini,” harap warga. (mc/adakalteng)
Kotawaringin Timur
Kekecewaan Meluas, Warga Pertanyakan Komitmen CSR PT BSP di Cempaga
SAMPIT – Ketegangan menyeruak di wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Salah satu perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit yang mengeruk keuntungan di daerah tersebut yakni PT Borneo Sawit Perdana (BSP) tengah menjadi sorotan tajam.
Ditengah ajakan mereka agar masyarakat juga harus melindungi kegiatan investasi mereka justru sebaliknya saat diminta dukungan dinilai sangat melecehkan.
Perusahaan ini dinilai tidak menghargai—bahkan dituding melecehkan klub sepak bola kebanggaan masyarakat setempat, Cempaga All Star.
Pemicunya terbilang miris, dalam aksi penggalangan dana untuk pembinaan atlet muda agar bisa berlaga di ajang bergengsi sekelas kabupaten, HNR CUP 2 di Kota Sampit, PT BSP dilaporkan hanya menggelontorkan sumbangan sebesar Rp 500.000.
Nilai yang dianggap “receh” bagi sekelas perusahaan sawit raksasa ini sontak memicu amarah pengurus klub dan warga.
Pengurus Cempaga All Star, Ancah, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya, bahkan meminta agar uang itu dikembalikan saja.
Menurutnya, kontribusi yang sangat minim tersebut merupakan bentuk nyata dari ketidakpedulian perusahaan terhadap pemuda dan pencinta olahraga di wilayah operasional mereka sendiri.
“Untuk event sekelas kabupaten, perhatian PT BSP ini sangat tidak sebanding. Mereka mengeruk keuntungan luar biasa dari bisnis kelapa sawit di tanah kami, tapi ketika pemuda lokal meminta dukungan untuk membawa nama baik daerah, tanggapannya hanya seperti ini. Kami merasa dilecehkan,” ujar Ancah dengan nada geram, Jumat 12 Juni 2026.
Bagi masyarakat Cempaga, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan marwah dan wadah positif bagi generasi muda untuk berprestasi.
Turnamen HNR CUP 2 di Sampit merupakan panggung penting bagi Cempaga All Star untuk menunjukkan taji.
Namun, harapan mendapat sokongan segar dari korporasi yang bertengger di wilayah mereka justru berbuah kekecewaan mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, riak kekecewaan masyarakat Cempaga terus meluas.
Publik kini mempertanyakan sejauh mana komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSP terhadap pemberdayaan masyarakat lokal ataukah keberadaan investasi hijau tersebut hanya manis di atas kertas namun gersang dalam realisasi sosial.
“Kita sudah tahu hanya seperti itu kepedulian mereka, jadi jika ada masalah jangan minta dukungan masyarakat lagi dengan dalih menjaga investasi,” tandasnya.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur10 months agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Berita Utama11 months agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau10 months agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama11 months agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pemerintahan11 months agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Pendidikan1 year agoAnjar Subiantori: Gerbang Awal Menuju Tantangan Kedepan
