News
Ketika Kotim Menjadi Kota Asap, Pemda Jangan Gagap, Harus Tegas!
H. Pujo Darmanto – Pimpinan Redaksi
SAMPIT — Langit Kotawaringin Timur kembali meredup, terselimuti pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kota Sampit kini berada dalam bayang-bayang bahaya setelah Indeks Standar Pencemar Udara mencatat angka 187, yang menempatkan kualitas udara pada kategori Tidak Sehat.
Fenomena berulang ini bukan lagi sekadar isu ekologis tahunan, melainkan ancaman langsung terhadap hak paling dasar warga negara, yaitu udara bersih dan keselamatan hidup, khususnya bagi kelompok rentan serta anak-anak.
Di tengah situasi darurat kesehatan yang nyata, publik menyoroti pola pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Kebijakan yang menyerahkan opsi Belajar dari Rumah serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis kepada diskresi masing-masing kepala sekolah dinilai berisiko mengaburkan garis tanggung jawab publik.
Dalam situasi krisis yang mengancam keselamatan generasi muda, masyarakat tidak membutuhkan kebijakan yang bersifat pasif, melainkan sebuah pedoman kepemimpinan yang terukur, pasti, dan berlaku seragam.
Penyelesaian krisis karhutla juga menuntut penanganan holistik yang tidak berhenti pada tindakan pemadaman di lapangan.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memikul tanggung jawab moral dan hukum untuk mengusut tuntas setiap sumber titik api hingga ke akar penegakan pidana.
Kepastian hukum menjadi pertaruhan penting untuk memastikan tidak ada kepentingan ekonomi yang mengorbankan kesehatan masyarakat.
Kotawaringin Timur membutuhkan langkah konkret dan ketegasan sikap penegak hukum, sebab di balik pekatnya asap yang mengepung Sampit, ada keselamatan dan masa depan generasi penerus yang harus dilindungi secara mutlak. (mc/adakalteng)
News
Gala Premier ‘SIMFONI HUMA LEWU’ Sukses Besar, Tandai Kebangkitan Era Baru Perfilman Kalteng
SAMPIT — Industri kreatif Kalimantan Tengah resmi memasuki babak baru. Lewat sinema berstandar nasional besutan rumah produksi 20/20 Vision, mahakarya film SIMFONI HUMA LEWU sukses menggelar Gala Premier meriah di Ballroom Hotel Midtown Sampit pada Sabtu malam (19/9/2026).
Suasana malam perhelatan terasa begitu eksklusif dan memikat. Ratusan penikmat seni, kritikus film, hingga jurnalis media massa memadati area acara.
Tak ketinggalan, jajaran instansi pemerintah seperti Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, serta Dinas Koperasi dan UKM Kotawaringin Timur (Kotim) turut hadir memberikan dukungan penuh atas lahirnya karya bersejarah ini.
Kemegahan acara tidak hanya terpancar dari pemutaran film. Para tamu undangan disuguhkan pertunjukan tarian tradisional yang anggun, penampilan live musik tradisional Karungut, hingga diskusi publik interaktif bersama para pembuat film.
Mengusung tajuk “Sebuah Film Tentang Warisan, Cinta, dan Pilihan Hidup”, karya ini lahir dari tangan dingin Novita Sari yang bertindak sebagai pemrakarsa ide cerita, penulis skenario, sekaligus produser eksekutif.
Visi kepemimpinannya berhasil mentransformasi kekayaan budaya Kotawaringin Timur menjadi narasi sinematik bernilai estetika tinggi.
Di bawah arahan sutradara Dimas Prasetyo, kolaborasi antara 20/20 Vision, Karya Senias Kotim, seniman, budayawan, dan talenta muda berbakat Kotim sukses memamerkan visual yang ciamik.
Eksekusi sinematografi yang jernih membuktikan bahwa potensi sineas daerah mampu bersaing secara kompetitif di panggung yang lebih luas.
“Film ini tidak sekadar menceritakan kebudayaan lokal, tetapi membawanya naik kelas menuju standar layar lebar nasional dengan eksekusi sinematografi yang amat jernih. Setiap adegan dikemas tajam dan relevan dengan dinamika generasi muda tanpa kehilangan kedalaman nilai budayanya,” tutur Novita Sari.
Gemuruh tepuk tangan yang membahana di akhir pemutaran menjadi penegas posisi Novita Sari dan 20/20 Vision sebagai pelopor era baru sinema Kalimantan Tengah.
SIMFONI HUMA LEWU kini resmi menjadi penanda kesiapan sineas lokal untuk mendobrak dan mewarnai industri film nasional. (mc/adakalteng)
News
Tindak Tegas Pelaku Karhutla, Polres Kotim Tetapkan 7 Tersangka Pembakar Lahan
Sampit – Polres Kotawaringin Timur (Kotim), telah menetapakan tujuh orang tersangka terkait kasus pembakaran lahan sepanjang tahun 2026.
Kapolres Kotim I kadek Dwi Yoga meyatakan ini bukti keseriusan Polres Kotim dalam menindak tegas para pelaku pembakaran lahan di wilayah Kabupaten Kotim, serta memberikan efek jera sehingga tidak ada lagi warga yang membakar lahan .
“Sampai dengan saat ini sudah tujuh orang kita amankan untuk dilakukan proses lebih lanjut,” kata Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga, Kamis, 17 September 2026.
Tujuh orang pelaku tersebut diamankan di tempat berbeda yakni EP diamankan setelah membakar lahan di Jalan Muhammad Hatta dengan luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektar, menggunakan korek api.
WN Jalan Wengga Agung Raya, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim. Pelaku membakar lahan miliknya sendiri dengan luas lahan yang terbakar sekitar 0,24 hektar.
MN dan Y di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim. Y saat itu disuruh oleh MN untuk membakar lahan miliknya dengan upah 500 ribu rupiah dengan luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektar.
S Jalan Tanah Merah, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim, pelaku membersihkan lahan miliknya sendiri dengan cara dibakar, sehingga menyebabkan kebakaran yang meluas sekitar 0.5 hektar.
M di Jalan Bumi Raya 1, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, pelaku tertangkap tangan oleh petugas setelah membakar lahan miliknya sendiri, luas lahan yang terbakar sekitar 0.1 hektar.
Dan terakhir AHK di Jalan Poros PT BAT Desa Tanjung Jariangau, kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim, ia membersihkan lahan miliknya dengan cara dibakar dengan luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektar.
“Modus yang dilakukan mereka dengan cara membakar sehingga berdapak kepada kebun dan lahan tengga serta api dengan cepat membesar,” ucap Kapolres Kotim.
Hingga saat ini, Polres Kotim masih melakukan beberapa penyelidikan terhadap Karhutla, serta mengajak masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar dengan api.
“Masih ada beberapa yang berproses dan dilakukan penyelidikan. Untuk masyarakat saya minta melaporkan kami apabila melihat ada seseorang yang dengan sengaja membakar lahan supaya cepat kami tindak,” tutup Kapolres. (mc/adakalteng)
News
Gandeng BNNK dan Polres, Lapas Sampit Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Sampit – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar razia gabungan dan tes urine bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kotim, dan Polres Kotim di kamar para warga binaan, Kamis, 17 September 2026.
Razia gabungan ini dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan pamasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di dalam Lapas Sampit.
Pelakasanaan razia gabungan ini berfokus pada pemeriksaan kamar-kamar hunian guna memastikan tidak ada barang-barang terlarang seperti telpon genggam, senjata tajam, dan narkoba.
Tidak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan tes urine kepasa para warga binaan secara acak, dan para petugas Lapas Kelas IIB Sampit dilakukan tes urine.
Kepala BNNK Kotim AKBP Muhammas Fadli menyampaikan dukungan terhadap pelaksaan kegiatan razia narkoba di dalam hunian lapas, agar Lapas Sampit bersih dari peredaran gelap narkoba.
“Sejauh ini belum ditemukan barang terlarang seperti narkoba, nanti kedepannya apabila ditemukan akan ditindak lanjuti oleh BNNK kotim,” kata AKBP Muhammad Fadli, Kamis, 17 September 2026.
Dalam kegiatan razia kali ini disampaikan para warga binaan Lapas Kelas IIB Sampit yang paling banyak adalah kasus narkoba.
Sehingga petugas serius dalam melakukan razia serta pencegahan peredaran narkoba di dalam lapas.
“Saya berharap kepada para warga binaan disini yang terkena kasus narkoba apabila telah selesai masa hukuman dan kembali ke masyarakat tidak lagi mengedarkan narkoba, sehingga tidak terkena kasus hukum,” tutup Fadli. (mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur12 months agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur8 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama12 months agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau12 months agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama1 year agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pemerintahan1 year agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
