Pemerintahan
Pemprov Kalteng Perkuat Program Kartu Huma Betang Sejahtera Sebagai Pintu Akses Layanan Terpadu
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat program perlindungan sosial bagi masyarakat melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Ke depan, kartu ini tidak hanya digunakan sebagai sarana penyaluran bantuan tunai dan pangan, tetapi juga akan menjadi pintu akses berbagai layanan serta program bantuan pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menjelaskan bahwa program KHBS merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, meskipun saat ini pemerintah daerah menghadapi penurunan anggaran yang cukup signifikan, komitmen untuk menjalankan program-program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Secara teknis di lapangan tentu tidak mungkin semua pihak merasa sepenuhnya puas. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menyukseskan program yang telah dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rangga di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (10/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini mengalami penurunan hampir 50 persen.
Meski demikian, Pemprov Kalteng berupaya agar berbagai program sosial tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangga menambahkan, dalam pengembangannya nanti, KHBS akan menjadi sistem terpadu yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program bantuan pemerintah, yang pengaturannya akan disusun melalui mekanisme dan ketentuan lebih lanjut.
“Salah satu program yang telah terintegrasi adalah layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Saat ini ada sekitar 660 ribu masyarakat Kalteng telah terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah,” sampai Rangga.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan dana darurat kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam situasi mendesak, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera.
Di sektor pendidikan, Pemprov Kalteng turut menghadirkan berbagai program dukungan, di antaranya program “Satu Rumah Satu Sarjana” melalui pemberian beasiswa serta kebijakan sekolah gratis bagi siswa SMA dan SMK sederajat.
“Program bantuan seragam sekolah gratis juga telah direalisasikan dan menjangkau sekitar 60 ribu pelajar di Kalimantan Tengah,” kata Rangga.Tidak hanya itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan program pendidikan vokasi bagi sekitar 2.000 orang melalui program Diploma 1 (D1).
Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.Selain bidang kesehatan dan pendidikan, berbagai dukungan juga disalurkan untuk sektor pertanian, perikanan, serta sejumlah program sosial lainnya yang dapat diakses masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap berbagai program tersebut dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan semakin berkembang seiring dengan membaiknya kondisi keuangan daerah di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Adiah Chandra Sari Resmi Jabat Kadiskominfosantik Kalteng, Siap Perkuat Transformasi Digital
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kini memiliki nahkoda baru di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik).
Adiah Chandra Sari resmi dilantik sebagai Kepala Diskominfosantik Kalteng definitif oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (25/6/2026) malam.
Mengawali kepemimpinannya, Adiah memilih tidak terburu-buru memaparkan program kerja.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami kondisi internal organisasi sebelum mengambil kebijakan strategis.
Ia menjelaskan, proses serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya baru dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Kantor Diskominfosantik Kalteng.
Setelah proses tersebut selesai, dirinya akan melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap program maupun kebutuhan organisasi.
“Serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pada Senin di Kantor Diskominfosantik. Setelah itu saya akan mempelajari kondisi yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Adiah.
Meski belum mengungkapkan agenda kerja secara rinci, Adiah memastikan seluruh program yang telah berjalan akan dievaluasi dan tetap dilanjutkan apabila sejalan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran.
Menurutnya, penyusunan kebijakan maupun inovasi baru harus didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap kondisi organisasi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Salah satu persoalan yang telah menjadi perhatian utamanya adalah masih adanya wilayah di Kalimantan Tengah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi atau mengalami blank spot.
Ia menilai pemerataan akses komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan itu nanti akan menjadi salah satu prioritas kami juga,” tegasnya.Adiah menambahkan, amanah sebagai Kepala Diskominfosantik Kalteng akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di bidang komunikasi, informatika, persandian, dan statistik, sekaligus memperkuat transformasi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Lantik 8 Pejabat baru, Gubernur Kalteng Tekankan Pentingnya Integritas dan Inovasi Daerah
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan merotasi delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pelantikan berlangsung di Aula Istana Isen Mulang, Kamis (25/6/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1 tentang pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran.Dalam pelantikan itu, para pejabat mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu gubernur sebagai bentuk komitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati seluruh peraturan perundang-undangan, serta menjalankan tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga etika birokrasi, menjunjung tinggi integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, dan bekerja secara profesional demi kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah.
Adapun pejabat yang dilantik yakni Sutoyo sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Syahdiri sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), dr. Suyuti sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Anang Dirjo sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Edy Karusman sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Akhmad Husain sebagai Kepala Dinas Sosial, Adiah Chandra sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, serta Wintarno sebagai Kepala Biro Hukum.
Usai melantik, Agustiar Sabran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapat amanah baru.
Ia berharap rotasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dan amanah sebaik-baiknya sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” tegas Agustiar Sabran.
Ia menambahkan, setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan strategis harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, bekerja secara profesional, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(mc/adakalteng)
Pemerintahan
Harga Durian Anjlok, Bupati Lamandau Dongkrak Industri Olahan Rumahan
NANGA BULIK – Melimpahnya hasil panen durian lokal di Kabupaten Lamandau membawa berkah bagi para petani.
Namun, di sisi lain, lonjakan produksi membuat harga durian di pasaran anjlok hingga hanya berkisar Rp5 ribu sampai Rp30 ribu per buah, bergantung pada ukuran dan kualitas.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar.
Ia mendorong para petani dan pelaku usaha memanfaatkan panen raya dengan mengolah durian menjadi produk olahan yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
“Panen durian tahun ini sangat melimpah. Jangan sampai buah yang kualitasnya masih baik terbuang hanya karena tidak sempat terjual. Kita harus mulai berpikir bagaimana durian ini diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Rizky, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, durian lokal Lamandau memiliki cita rasa khas yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan, seperti tempoyak, lompuk, dodol durian, hingga aneka olahan lainnya yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Rizky menilai, pengembangan industri rumahan berbasis olahan durian dapat menjadi solusi untuk mengurangi kerugian petani saat harga buah segar merosot pada musim panen raya.
“Kalau hanya mengandalkan penjualan buah segar, harga akan sangat dipengaruhi jumlah produksi. Tetapi jika diolah menjadi produk pangan, nilai ekonominya bisa meningkat, masa simpannya lebih panjang, bahkan dapat dipasarkan ke luar daerah sebagai produk khas Lamandau,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Rizky juga memperkenalkan cara pembuatan lompuk atau dodol durian kepada anggota Pramuka di Rumah Jabatan Bupati.
Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Ia berharap inovasi pengolahan durian mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu menjaga stabilitas harga durian saat produksi melimpah.
“Potensi durian Lamandau sangat besar. Mari kita ubah hasil panen yang melimpah ini menjadi peluang ekonomi. Dengan inovasi dan kreativitas, durian tidak hanya menjadi buah musiman, tetapi juga produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rizky.
Pemerintah Kabupaten Lamandau pun berkomitmen terus mendorong pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah.(mc/adakalteng)
-
Pendidikan1 year agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur9 months agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan1 year agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur5 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama9 months agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau9 months agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Pemerintahan9 months agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
-
Berita Utama10 months agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
