Connect with us

Kotawaringin Timur

Kasus Hibah KPU Kotim: Kejati Kalteng Tunggu Hasil Audit BPKP Sebelum Umumkan Tersangka

Published

on

Kedatangan tim gabungan Penyidik Kejati Kalteng dan BPKP untuk klarifikasi dan memastikan kecocokan alat bukti dengan barang bukti terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Kotim.

“Ya, ini rangkaian kami dengan tim BPKP, tim auditor. Tujuannya klarifikasi, untuk memastikan alat bukti yang sudah kami peroleh dengan barang bukti dan beberapa hal lain.

Ini untuk percepat proses perhitungan kerugian keuangan negara,” ujar Hendri ke awak media.

Ditanya soal kasus yang sudah berbulan-bulan tapi belum ada tersangka, Hendri menegaskan tidak ada hambatan. Hanya saja, kasus ini melibatkan banyak pihak sehingga butuh waktu.

“KPU ini kan melibatkan banyak pihak. Penyidikannya sudah sangat banyak, jadi kita butuh waktu untuk klarifikasi. Kami mohon dukungan.

Apa yang kami lakukan hari ini untuk percepat penyidikan, sehingga setelah proses ini selesai, sesegera mungkin kami dapat tetapkan tersangka,” jelasnya.

Soal kapan penetapan tersangka, Hendri menyebut semua tergantung hasil audit BPKP. “Pada prinsipnya proses sudah berjalan.

Harapan kita auditor setelah klarifikasi dapat segera ambil kesimpulan dan berikan perhitungan yang pasti.

Karena kerugian negara itu harus dihitung pasti,” tegasnya.Untuk kelanjutan klarifikasi, Hendri bilang tergantung proses hari ini.

“Tim masih bekerja. Kalau dibutuhkan, mungkin sampai besok,” katanya.Hendri kembali menegaskan, kegiatan hari ini rangkaian untuk memastikan jumlah kerugian negara dari pengelolaan dana hibah Rp40 miliar yang diterima KPU Kotim.

Saat ditanya potensi kerugian bertambah, ia minta waktu. “Kami lakukan perhitungan harus cermat dan dapat dipertanggungjawabkan, karena ini akan kami bawa sampai persidangan,” ujarnya.

Untuk progres kasus, Hendri menyebut pemeriksaan saksi sudah selesai. “Kami lakukan klarifikasi, memastikan kembali apakah data yang sudah kami sajikan ke penyidik dan auditor ini bersesuaian dengan yang disampaikan para pihak ke auditor,” katanya.

Ia menambahkan, Kejati Kalteng bersama BPKP akan percepat proses agar segera ada kesimpulan nilai kerugian negara.Saat ditanya detail apa saja yang diperiksa hari ini, Hendri enggan merinci.

“Tentu kami tidak dapat sebutkan detail. Yang pasti terkait dengan KPU Kotim,” pungkasnya. (mc/adakalteng)

Kotawaringin Timur

Sambut Hangat Musafir Langit, Kapolres Kotim Doakan Kelancaran Perjalanan Ustaz Aldi ke Baitullah

Published

on

SAMPIT – Langkah demi langkah terus ditorehkan. Ribuan kilometer bukan lagi sekadar angka, melainkan jejak perjuangan menuju Baitullah.

Di hari ke-37 perjalanan Season II, Musafir Langit Ustadz Aldi yang dikenal melalui akun TikTok Kapolo Official, mendapat suntikan semangat dan doa dari Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H.Pertemuan berlangsung hangat di Mapolres Kotim, Jumat (10/7/2026).

Di ruang kerjanya, Kapolres tidak hanya menyambut sang pejalan kaki lintas negara itu, tetapi juga memanjatkan doa agar seluruh perjalanan menuju Tiga Tanah Suci berjalan lancar.

“Semoga dilancarkan semuanya, diberikan kesehatan, keluarga juga selalu dalam lindungan Allah. Niatkan perjalanan Ustadz ini sampai ke Tanah Suci,” ujar AKBP Resky Maulana.

Kapolres juga berpesan agar Musafir Langit senantiasa menjaga kondisi fisik selama menempuh perjalanan yang masih sangat panjang.

Tak hanya memberikan doa, orang nomor satu di Polres Kotim itu juga memastikan wilayah yang dipimpinnya aman bagi para pejalan kaki, baik siang maupun malam hari.

Pernyataan itu diamini langsung oleh Ustadz Aldi yang telah merasakan keramahan masyarakat Kotawaringin Timur selama melintasi wilayah tersebut.

“Masyarakatnya ramah-ramah semua, Pak,” tutur Ustadz Aldi kepada Kapolres.

Dalam perbincangan itu, Ustadz Aldi menceritakan bahwa perjalanan yang sedang dijalani merupakan Season II dari misi berjalan kaki menuju Tiga Tanah Suci.

Pada perjalanan sebelumnya, ia berhasil menembus Makkah dengan melintasi sejumlah negara yang memberikan fasilitas bebas visa, di antaranya Malaysia, Thailand, Laos, Nepal, hingga Dubai. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kotawaringin Timur

Dua Anak Terserang DBD, Warga Sampit: Kami Minta Dinas Kesehatan Segera Fogging Nyamuk

Published

on

Sampit – Dua orang anak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaporkan terkena wabah Demam Berdarah Dangue (BDB), Kamis, 9 Juni 2026.

Menurut keterangan warga, dua orang anak tersebut tinggal di sekitar Jalan Iskandar 19, Sampit, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim, dan telah mendapat perawatan di RSUD dr. Murjani Sampit.

“Ada dua orang yang tekena DBD, satu masih di rumah sakit sudah tiga hari masih dalam perawatan, sememtara satunya baru saja keluar dari rumah sakit karena sudah stabil, cuman katanya dalam tiga hari kedepan disuruh cek lab,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis, 9 Juni 2026.

Warga tersebut berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat segara betindak agar virus DBD tidak menyebar dan terkena kepada anak-anak lainnya.

“Kami berharap adanya penyemprotan nyamuk sehingga tidak ada lagi anak-anak yang terkena DBD disekitar lingkungan sini,” Ia juga menyebutkan, dengan adanya dua orang anak yang telah tekena virus DBD, membuat orang tua khawatir terhadap anak-anak mereka karena dapat terkena virus melalui nyamuk ini.

“Banyak sudah yang khawatir anak-anaknya juga terkena, jadi kami warga sini berharap pemerintah atau dinas terkait agar melakukan tindakan terhadap virus ini,” harap warga. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Kotawaringin Timur

Kekecewaan Meluas, Warga Pertanyakan Komitmen CSR PT BSP di Cempaga

Published

on

SAMPIT – Ketegangan menyeruak di wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Salah satu perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit yang mengeruk keuntungan di daerah tersebut yakni PT Borneo Sawit Perdana (BSP) tengah menjadi sorotan tajam.

Ditengah ajakan mereka agar masyarakat juga harus melindungi kegiatan investasi mereka justru sebaliknya saat diminta dukungan dinilai sangat melecehkan.

Perusahaan ini dinilai tidak menghargai—bahkan dituding melecehkan klub sepak bola kebanggaan masyarakat setempat, Cempaga All Star.

Pemicunya terbilang miris, dalam aksi penggalangan dana untuk pembinaan atlet muda agar bisa berlaga di ajang bergengsi sekelas kabupaten, HNR CUP 2 di Kota Sampit, PT BSP dilaporkan hanya menggelontorkan sumbangan sebesar Rp 500.000.

Nilai yang dianggap “receh” bagi sekelas perusahaan sawit raksasa ini sontak memicu amarah pengurus klub dan warga.

Pengurus Cempaga All Star, Ancah, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya, bahkan meminta agar uang itu dikembalikan saja.

Menurutnya, kontribusi yang sangat minim tersebut merupakan bentuk nyata dari ketidakpedulian perusahaan terhadap pemuda dan pencinta olahraga di wilayah operasional mereka sendiri.

“Untuk event sekelas kabupaten, perhatian PT BSP ini sangat tidak sebanding. Mereka mengeruk keuntungan luar biasa dari bisnis kelapa sawit di tanah kami, tapi ketika pemuda lokal meminta dukungan untuk membawa nama baik daerah, tanggapannya hanya seperti ini. Kami merasa dilecehkan,” ujar Ancah dengan nada geram, Jumat 12 Juni 2026.

Bagi masyarakat Cempaga, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan marwah dan wadah positif bagi generasi muda untuk berprestasi.

Turnamen HNR CUP 2 di Sampit merupakan panggung penting bagi Cempaga All Star untuk menunjukkan taji.

Namun, harapan mendapat sokongan segar dari korporasi yang bertengger di wilayah mereka justru berbuah kekecewaan mendalam.

Hingga berita ini diturunkan, riak kekecewaan masyarakat Cempaga terus meluas.

Publik kini mempertanyakan sejauh mana komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSP terhadap pemberdayaan masyarakat lokal ataukah keberadaan investasi hijau tersebut hanya manis di atas kertas namun gersang dalam realisasi sosial.

“Kita sudah tahu hanya seperti itu kepedulian mereka, jadi jika ada masalah jangan minta dukungan masyarakat lagi dengan dalih menjaga investasi,” tandasnya.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id