Connect with us

Pemerintahan

Bupati Seruyan Hadiri Pelantikan PWI 2025-2028, Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

Published

on

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama istri Welduline Ahmad Selanorwanda dan Wakil Bupati Supian menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seruyan masa bakti 2025–2028.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Seruyan, Jumat (20/2/2026), yang dirangkai dengan ramah tamah dan buka puasa bersama.Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan PWI sebagai organisasi profesi wartawan yang dinilai konsisten menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.

Ia menilai keberlangsungan organisasi melalui proses pergantian kepengurusan yang tertib mencerminkan kematangan serta soliditas internal organisasi.“PWI Seruyan telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kesinambungan organisasi melalui proses regenerasi kepengurusan yang baik.

Hal ini mencerminkan kedewasaan organisasi dalam menjaga eksistensi dan profesionalitas,” ujarnya.Menurut Bupati, peran pers sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi.

Karena itu, pemerintah daerah memandang insan pers sebagai mitra strategis yang berperan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan partisipatif.“Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi juga mitra pemerintah dalam pembangunan.

Wartawan turut menyuarakan aspirasi masyarakat sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan publik,” tegasnya.Ia berharap kepengurusan baru PWI Kabupaten Seruyan dapat semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah maupun berbagai lembaga lainnya. Kolaborasi yang baik dinilai mampu mendorong penyebarluasan informasi pembangunan secara lebih efektif dan berimbang kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga bersifat konstruktif serta memberikan perspektif yang membangun.Menurutnya, pemberitaan berkualitas harus mampu menghadirkan analisis, data pendukung, serta sudut pandang yang membantu masyarakat memahami isu secara lebih komprehensif.

“Saya berharap insan pers di Seruyan tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga menghadirkan analisis, data historis, dan masukan yang konstruktif. Pemberitaan yang baik adalah yang mampu memberikan solusi dan perspektif yang bermanfaat,” ungkapnya.Bupati juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi.

Independensi dan integritas, menurutnya, menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media.“Pers merupakan pilar keempat demokrasi. Oleh karena itu, kode etik jurnalistik harus menjadi pedoman dalam setiap karya yang dihasilkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan pengurus PWI Seruyan, di antaranya terkait kebutuhan sekretariat, dukungan kegiatan organisasi, serta sarana operasional untuk menunjang tugas jurnalistik.

Ia memastikan pemerintah daerah akan mempertimbangkan berbagai usulan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.“Kami akan melihat dan memprioritaskan dukungan yang memungkinkan sesuai aturan. Ini bukan soal kedekatan, tetapi bentuk perhatian terhadap peran organisasi wartawan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan terhadap organisasi pers merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat di daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PWI Kabupaten Seruyan yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi profesionalisme.“Selamat kepada pengurus yang baru dilantik.

Jalankan amanah ini dengan baik, jaga profesionalisme, dan terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Seruyan,” tutupnya.Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum tersebut mencerminkan hubungan harmonis antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Seruyan yang lebih maju dan informatif.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Seruyan Harsandi, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta sejumlah undangan lainnya.

Selain menjadi agenda organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan insan pers, terlebih dilaksanakan dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.(mc/adakalteng)

Pemerintahan

Kejati Kalteng Tetapkan Lima Komisioner KPU Kotim Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp40 Miliar

Published

on

PALANGKARAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah menetapkan lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana hibah penyelenggaraan Pilkada 2023–2024.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan Kejati Kalteng dalam konferensi pers di Palangkaraya, Kamis (6/8/2026).

Kelima tersangka merupakan seluruh komisioner KPU Kotim periode 2023–2028.Mereka masing-masing berinisial MR selaku Ketua KPU Kotim, serta W, JJ, MT dan E yang menjabat sebagai komisioner dan memimpin divisi masing-masing.

Asisten Intelijen Kejati Kalteng Hendri Hanafi mengatakan, kelima tersangka memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan Pilkada Kotim saat dana hibah tersebut dikelola.

“MR selaku Ketua KPU Kabupaten Kotawaringin Timur periode 2023–2028. Sementara W, JJ, MT dan E merupakan komisioner KPU Kotim yang memimpin divisi masing-masing,” ujarnya.

Perkara ini berkaitan dengan pengelolaan dana hibah Pilkada yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotim.

Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp40 miliar, terdiri dari Rp16 miliar pada 2023 dan Rp24 miliar pada 2024.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng Jimmy Didi Setiawan mengungkapkan, penyidik menemukan dugaan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam NPHD maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kelima tersangka diduga secara bersama-sama menyalah gunakan kewenangan dalam pengelolaan dana hibah tersebut sehingga menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.

“Para tersangka diduga bersama-sama menyalahgunakan kewenangan dalam penggunaan dana hibah yang tidak sesuai NPHD dan RAB sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara,” kata Jimmy.

Tidak hanya persoalan ketidaksesuaian penggunaan anggaran, penyidikan juga mengarah pada dugaan adanya praktik kickback, suap, markup dan gratifikasi dalam pengelolaan dana hibah tersebut.

Praktik tersebut diduga melibatkan para komisioner KPU Kotim maupun pihak lain di lingkungan KPU Kotim.

Kejati Kalteng masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh aliran dana, modus penyimpangan, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Perkuat Sinergitas Forkopimda, Kapolda Kalteng Safari Silaturahmi ke Kodam dan Kejati

Published

on

Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha, Irwasda Polda Kalteng Brigjen Pol. Dr. Benny Ganda Sudjana, S.I.K., S.H., M.H., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Makodam Tambun Bungai XXII dan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Rabu (15/7/2026).

Kunjungan pertama dilaksanakan di Makodam Tambun Bungai XXII, di mana rombongan Polda Kalteng disambut langsung oleh Pangdam Tambun Bungai XXII Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., beserta para Pejabat Utama Kodam Tambun Bungai XXII.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga soliditas dan memperkuat sinergi antara TNI dan Polri.

Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Nurcahyo J.M., S.H., M.H. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat koordinasi serta memperkuat kerja sama antarlembaga penegak hukum dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik serta memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, dan penegakan hukum di wilayah Kalimantan Tengah.

“Sinergitas yang telah terjalin dengan baik antara Polda Kalteng, Kodam Tambun Bungai XXII, dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif, diharapkan seluruh pelaksanaan tugas dapat berjalan semakin optimal demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkokoh soliditas, kebersamaan, dan kerja sama antara TNI, Polri, dan Kejaksaan sebagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sehingga mampu mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, kondusif, serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Pemerintahan

Jalan HM Arsyad Kotim Segera Diperbaiki, DPRD Kalteng Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi

Published

on

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan ruas Jalan HM Arsyad, penghubung Sampit-Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur, segera diperbaiki. Anggaran Rp10 miliar telah disiapkan melalui APBD 2026.

Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, usai rapat kerja bersama Dinas PUPR Kalteng, Kamis (10/7/2026).

“Sudah teranggarkan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja,” kata Ketua DPD PAN Kotim tersebut.

Saat ini, proses lelang masih berada pada masa sanggah. Dinas PUPR menargetkan pekerjaan fisik dimulai pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.

“Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Mereka memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Kondisi Jalan HM Arsyad memang memprihatinkan. Sebagai jalur utama penghubung Kotim dan Seruyan, jalan ini rusak di sejumlah titik berupa lubang, aspal terkelupas, hingga permukaan bergelombang.

Kerusakan itu kerap memicu kecelakaan. Sejumlah insiden bahkan dilaporkan menelan korban luka hingga meninggal dunia.

Saat musim hujan, lubang tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara. Ditambah tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, membuat kerusakan semakin cepat.

“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang,” ungkap Rahman, salah seorang pengendara.

Abdul Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar hasilnya sesuai ketentuan.

“Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” ucap mantan Ketua PWI Kotim itu.

Ia berharap, dengan pengawasan bersama, Jalan HM Arsyad bisa memiliki kualitas lebih baik dan benar-benar memberi manfaat bagi mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi antarwilayah. (mc/adakalteng)

Continue Reading

Trending

Copyright © Adakalteng.my.id