Ragam dan Peristiwa
Viral! Moment Nelayan Ujung Pandaran Selamatkan Kapten Kapal Yang Terombang-Ambing, Bikin Haru Netizen
SAMPIT – Kisah dramatis penyelamatan di perairan Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat geger warga pesisir. Seorang kapten kapal ditemukan terombang-ambing di laut lepas dalam kondisi lemah, setelah kapalnya tenggelam akibat kebocoran.Peristiwa ini terungkap melalui sebuah video yang beredar di media sosial, Kamis (9/10/2025).
Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan kaos lusuh, duduk lemas di atas perahu nelayan sambil berucap lirih,“Aku ni kapten… kapalku bocor.”Kapten tersebut mengaku kapalnya karam sekitar tiga mil dari bibir pantai Ujung Pandaran. Ia juga sempat meminta nelayan yang menolongnya untuk menyedot minyak dari tangki kapal yang tenggelam.“Dari utara, tiga mil… itu banyak minyaknya, sedot.
Aku ni tinggal di Sampit,” ujarnya dengan suara pelan, menunjukkan arah kapalnya yang sudah karam.Para nelayan yang menolong awalnya melihat tangki minyak terapung di laut dan mendengar suara minta tolong sebelum akhirnya menemukan sang kapten yang hampir kehabisan tenaga.
“Tadi kami nggak dengar, tapi pas dengar suara orang minta tolong langsung kami hampiri,” kata salah satu nelayan dalam logat Banjar saat merekam video tersebut.Kepala Seksi Operasi Basarnas Palangka Raya, Maulana Abdillah, membenarkan bahwa korban adalah Ode (61), kapten kapal Tug Boat Datine 138.Menurut laporan, kapal tersebut berangkat dari Sampit menuju Kapuas pada Senin (6/10/2025) pukul 16.00 WIB dengan empat orang di atas kapal.
Namun, pada Selasa (7/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, kapal mengalami kebocoran hebat hingga akhirnya tenggelam.“Saat kapal tenggelam, seluruh awak sempat menyelamatkan diri menggunakan life jacket dan lifecraft.
Namun hingga kini, baru kapten kapal yang ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan Ujung Pandaran,” jelas Maulana saat dikonfirmasi Kamis malam.Kapten Ode kini telah dievakuasi ke wilayah Pagatan untuk mendapatkan perawatan.
Sementara tiga awak lainnya masih dalam pencarian, yaitu:Pujiono – Kepala Kamar Mesin (KKM)Cahyo – Juru MudiAgus – Pengawal KapalOperasi SAR Diperluas ke Area Pantai Ujung Pandaran, Pencarian korban hilang dilakukan oleh Tim Rescue Pos SAR Sampit, ABK KN SAR 305, Pos AL Pagatan, Pos AL Samuda, Polair Polda Kalteng, Polair Polres Kotim, serta dibantu oleh nelayan setempat.Maulana mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim akan ikut turun melakukan penyisiran lanjutan di sekitar pantai Ujung Pandaran pada Jumat (10/10/2025).
“Besok tim BPBD Kotim akan memperluas area pencarian di sepanjang garis pantai Ujung Pandaran. Kami berharap tiga awak lainnya segera ditemukan,” ujarnya.Tragedi ini menjadi pengingat keras betapa berbahayanya cuaca dan kondisi laut di perairan selatan Kotim. Warga berharap para korban lainnya segera ditemukan dalam keadaan selamat.(mc/ada kalteng)
Ragam dan Peristiwa
Kobaran Api Hanguskan 5 Kios di Depan SDN 2 Sampit, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Sedikitnya lima buah kios di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di sekitar Taman Kota Sampit, ludes terbakar pada Rabu malam, 15 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Lokasi kejadian berada tepat di depan SDN 2 Sampit, Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.
Hingga berita ini diturunkan, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim masih terus melakukan pembasahan di lokasi kejadian untuk mencegah api kembali menyala.
Kepala Damkar Kotim mengerahkan sedikitnya 7 armada pemadam kebakaran ke lokasi dibantu pemadam kebakaran dari masyarakat.
Petugas berjibaku memadamkan api yang dengan cepat membesar karena bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari material kayu.
“Kurang lebih ada 5 kios yang terbakar. Saat ini petugas masih di lapangan melakukan pembasahan,” ujar salah satu petugas Damkar Kotim di lokasi.
Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. (mc/adakalteng)
Ragam dan Peristiwa
Penemuan Mayat Perempuan Gegerkan Warga Pasar PPM Sampit
Sampit – Warga yang berada si sekitar Sungai Mentaya, kawasan pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digegerkan dengan penemuan mayat yang mengapung di sungai, Minggu, 28 Juni 2026.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Diketahui mayat perempuan itu ditemukan warga di dermaga pelabuhan penyebrangan kelotok sehingga mengejutkan warga sekitar yang hendak beraktifitas.
Udin warga sekitar mengatakan, setelah melihat jenazah wanita tersebut kemudian warga mengghubungi pihak terkait untuk mengevakuasi korban.
“Tadi ditemukan masih mengapung dengan posisi telungkup dan menggunakan pakaian berwarna biru, dan langsung melapor kepada pihak kepolisian,” kata Udin.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti identitas dan penyebab korban hingga di temukan meninggal dunia di sungai tersebut.
Namun, saat ini pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi.”Identitasnya saya kurang mengetahui, tetapi ada beberapa warga yang bilang bahwa korban istri dari tukang jahit,” ucapnya.
Saat ini jenazah korban telah dievakuasi oleh pihak PMI Kotim dan di bawa ke Rumah Sakit dr. Murjani Sampit. (mc/adakalteng)
Ragam dan Peristiwa
Diduga Dikeroyok 3 Orang Menggunakan Sajam, Tamu Undangan Pernikahan di Kotim Tewas
Sampit – Sebuah acara pernikahan di Jalan Eks Sarpatim, Kelutahan Kuala Kuayan, Kecamatan Menyata Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berubuah menjadi peristiwa berdarah, akibat perkelahian sejumlah orang, Minggu, 28 Juni 2026 dini hari.
Dalam peristwa tragis ini, menwaskan satu orang warga dan satu lainnya kritis akibat diduga akibat terkena serangan senjata tajam.
Saat dikonformasi, Lurah Kuala Kuayan Dadang Arianto, membenarkan peristiwa ini, ia mengatakan insiden beradah ini melibatkan perkelahian tiga orang lawan dua orang.
“Awalnya saat diacara itu ada organ tunggal, dam kejadian ini setelah organ tunggal selesai tiba-tiba ada perkelahian, dan informasinya ada satu yang meninggal dunia dan satu kritis,” kata Dadang Arianto.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya perkelahian tersebut.
Namun, dari informasi yang didapat tiga orang orang pelaku mengeroyok dua korban menggunakan senjata tajam.
Akibat perkelahian ini satu orang meninggal dunia di tempat kejadian satu lainnya kritis karena luka yang diderita korban, dan saat ini telah di bawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.
Peristiwa ini menggegerkan warga sekitar kelurahan Kuala Kuayan, karena suasana pernikahan yang seharusnya acara bahagia menjadi duka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian masih berusaha mengkonfirmasi aparat untuk mengetahui motif dari insiden maut ini. (mc/adakalteng)
-
Pendidikan2 years agoKKG Gugus I Halilintar Terus Dorong Guru Kotim Tingkatkan Kompetensi dan WORKSHOP
-
Kotawaringin Timur10 months agoBangun Kepercayaan Diri Generasi Muda, PT Excellent Training Centre Gelar Pelatihan Public Speaking Bersertifikat di Sampit
-
Pendidikan2 years agoSDN 4 Ketapang Sampit Dapatkan Obat Cacing Gratis
-
Kotawaringin Timur7 months agoAktifitas PT HAL Terancam Ditutup Ahli Waris Jika Tak Patuhi Adat dan Pengadilan
-
Berita Utama11 months agoPresiden Prabowo Pertama RI yang Hadir di Sidang Umum PBB
-
Lamandau10 months agoMediasi Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Berakhir Damai: PT SLR Sepakati Kompensasi dengan Warga
-
Berita Utama11 months agoPenumpang KM Dharma Rucitra VI Hilang Usai Melompat ke Laut di Perairan Sampit
-
Pemerintahan11 months agoCitra Pemprov Kalteng Tembus 85,9 Persen, Sinergi Media Jadi Kunci Transparansi Masyarakat
